Sabtu, 14 November 2020

Perlukah Vitamin D Pada Kehamilan?


DokDin.ID - Ibu hamil jangan lupa minum vitamin D. 
Karena vitamin D sangat penting Anda konsumsi selama kehamilan. Bukan saja untuk supply kalsium untuk tulang Anda, namun ternyata vitamin D juga baik untuk mencegah berbagai masalah kehamilan.

    Melihat berbagai manfaat konsumsi vitamin D saat hamil, diharapkan ibu hamil jangan lupa minum vitamin D. 

    Namun, seringkali vitamin D seperti terlupakan sebagai suplemen tambahan untuk wanita hamil. Vitamin D kalah tenar dengan multivitamin lainnya yang juga diperlukan ibu hamil seperti asam folat, zat besi, dan kalsium.

    Beruntunglah, negara kita adalah negara Indonesia yang termasuk negara tropis di mana setiap hari kita selalu mendapatkan pancaran sinar matahari sebagai sumber utama vitamin D.

    Sehingga, meskipun ibu hamil tidak minum vitamin D, kebanyakan ibu hamil tidak mengalami gangguan pada ibu hamil dan janin yang dikandungnya.

    Untuk mendapatkan asupan vitamin D, ibu hamil perlu berada di bawah paparan sinar matahari di antara pukul 6.00-8.00 pagi. Jika saat hamil, Anda melakukan rutinitas ini, Anda akan mendapatkan asupan vitamin D secara alami sebanyak 80% kebutuhan tubuh.

    Tambahan lagi, jika Anda suka mengkonsumsi makan makanan yang banyak mengandung vitamin D seperti telur, susu, ikan, udang, kedelai, tahu, keju, dan makanan sumber vitamin D lainnya, maka kebutuhan vitamin D tubuh Anda dapat tercukupi selama hamil.

Namun, kalau Anda tidak pernah melakukan rutinitas terpapar sinar matahari pagi atau Anda juga jarang mengkonsumsi makanan yang kaya vitamin D, sebaiknya Anda mempertimbangkan untuk mengkonsumsi suplemen tambahan yang mengandung vitamin D.

    Karena tercukupinya kebutuhan vitamin D saat hamil sangat penting maka Anda perlu mengkonsultasikan pada Dokter Kandungan Anda. Tanyakan padanya apakah Anda perlu mengkonsumsi vitamin D atau tidak.

    Pentingnya tambahan suplemen vitamin D pada ibu hamil dijelaskan pada sebuah penelitian di India yang menemukan banyak ibu hamil yang kekurangan vitamin D yang berefek pada terjadinya kelainan menetap pada bayi yang dikandungnya. 
Mengapa ibu hamil di India tetap kekurangan vitamin D padahal India juga termasuk negara tropis?
    Menurut penelitian tersebut, ibu hamil yang kekurangan vitamin D di India, ini berkaitan dengan berbagai faktor risiko seperti jarangnya ibu hamil di India yang melakukan kegiatan di luar ruangan sehingga mereka kurang terpapar sinar matahari pagi.

    Selain itu juga, di India terdapat banyak polusi udara, yang mengakibatkan sinar matahari pagi menjadi terhalang. Sehingga asupan vitamin D yang bisa masuk ke dalam tubuh melalui paparan sinar matahari menjadi tidak maksimal.

    Dikatakan dalam penelitian tersebut, bahwa warna kulit yang gelap pada sebagian besar ibu hamil di India menjadikannya kurang responsif untuk menerima sinar matahari masuk ke dalam kulit. Kulit yang berwarna gelap mengandung banyak melanin yang mampu menahan efek dari sinar matahari, termasuk efek supply vitamin D.

    Dan juga, ibu hamil di India kurang mengkonsumsi makanan yang mengandung kalsium. Kurangnya asupan kalsium pada ibu hamil menyebabkan kekurangan vitamin D yang bersifat sekunder (defisiensi vitamin D sekunder).

    Berdasarkan penelitian tersebut akhirnya para ahli menyarankan ibu hamil untuk menambahkan suplemen vitamin D dalam diet sehari-hari.

    Manfaat minum vitamin D selama hamil adalah agar ibu hamil tidak mengalami kekurangan vitamin D, karena kekurangan vitamin D saat hamil dapat mengganggu kesehatan ibu hamil dan janin yang dikandungnya.

    Suplementasi vitamin D pada ibu hamil agar tidak terjadi defisiensi vitamin D berdasarkan pada kadar vitamin D yaitu 1,25 (OH)2 D dalam serum ibu hamil agar mencapai level normal yaitu 20 ng/mL (The Institute of Medicine -IOM).  

    Namun penelitian terbaru di India merekomendasikan level normal yang lebih tinggi untuk ibu hamil yaitu 32 ng/mL ke atas. Untuk level 32 ng/mL masih dibutuhkan penelitian lebih lanjut.

    Menurut National Institute for Health and Care Excellence (NICE) guidelines, UK tambahan vitamin D 400 IU per hari sudah cukup untuk memelihara kadar vitamin D dalam darah untuk mencegah terjadinya kekurangan vitamin D pada ibu hamil.

    Namun American Congress of Obstetricians and Gynecologist (ACOG) menetapkan 1000-2000 IU vitamin D per hari yang dibutuhkan ibu hamil .
Memang masih banyak perdebatan para ahli untuk menentukan dosis yang tepat untuk suplementasi vitamin D pada ibu hamil ini.
Apa saja gangguan kesehatan selama kehamilan yang dapat terjadi karena kekurangan vitamin D?
    Inilah gangguan kesehatan selama kehamilan yang dapat terjadi karena ibu hamil kekurangan 
vitamin D :

1/ Preeklampsia,
2/ Diabetes Melitus Gestasional,
3/ Bayi lahir prematur, dan
4/ Meningkatkan risiko persalinan caesar (International Journal of Clinical Medicine,2015).

    Efek kekurangan vitamin D selama kehamilan bukan hanya mempengaruhi ibu saja, tetapi juga mempengaruhi perkembangan janin yang dikandung ibu. Efek ibu hamil kekurangan vitamin D terhadap janinnya adalah sbb :

1/ berat badan lahir rendah,
2/ riketsia yaitu pembentukan tulang yang lunak,
3/ pembesaran tulang pada ujung tulang panjang, misalnya lengan, tungkai,
4/ kejang tetani akibat kekurangan kalsium dalam darah (hipokalsemia) karena vitamin D mempunyai peranan dalam penyerapan kalsium di usus,
5/ perkembangan motorik yang terlambat.

    Untuk mencegah terjadinya berbagai gangguan kesehatan ibu dan janin selama kehamilan terkait dengan defisiensi vitamin D yang sudah saya sebutkan di atas, sebaiknya ibu hamil, jangan lupa minum vitamin D, ya.

Konstipasi? Apa Saja Sih Penyebabnya?



DokDin.ID -Anda pernah mengalami konstipasi atau susah buang air besar? Konstipasi atau susah buang air besar sering atau setidaknya pernah dialami oleh banyak orang, baik wanita, pria, anak-anak, dan orangtua.

Jika tidak buang air besar selama lebih dari tiga hari. Disepakati buang air besar yang normal frekuensinya adalah 3 kali sehari sampai 3 hari sekali.

Selain itu, dikatakan mengalami konstipasi jika dalam buang air besar diharuskan untuk mengejan karena feses yang keras.

Konstipasi adalah gangguan buang air besar berupa berkurangnya frekuensi, perasaan tidak puas setelah buang air besar seperti masih ada yang tersisa, rasa sakit saat mengejan, dan konsistensi feses yang keras.

Berbagai penyebab terjadinya konstipasi adalah sbb :

  1. Pola Hidup : diet rendah serat, kurang minum, kurang aktivitas, dan kebiasaan menahan buang air besar.
  2. Obat-obatan : obat sakit maag, suplemen penambah darah, suplemen kalsium, obat penenang biasanya mempunyai efek samping berupa konstipasi.
  3. Kelainan Struktur Usus Besar : adanya tumor, hemoroid, abses perineum menghambat pengeluaran feses yang dapat menimbulkan feses menjadi keras dan akhirnya timbul konstipasi.
  4. Penyakit Sistemik : kelainan hormon hipotiroid, gagal ginjal kronik, dan diabetes melitus juga dapat menimbulkan konstipasi.
  5. Penyakit Neurologis (Saraf) : Hirschprung Disease, kelainan saraf tulang belakang (medulla spinalis), dan gangguan saraf pusat dapat menimbulkan konstipasi.
  6. Kelainan fungsi otot penyangga dinding dasar panggul juga dapat menyebabkan konstipasi.
  7. Kelainan idiopatik atau yang tidak diketahui penyebab terjadinya konstipasi.

Mengetahui bahwa penyebab konstipasi bukan hanya diet makanan yang kurang serat, sebaiknya jika

Anda mengalami konstipasi, segeralah periksakan kondisi Anda ke Dokter terutama saat :

  1. konstipasi tidak kunjung sembuh dengan diet tinggi serat dan obat pencahar,
  2. konstipasi diikuti dengan gejala penurunan berat badan,
  3. konstipasi diikuti dengan gejala perdarahan saluran cerna,
  4. konstipasi yang sering terjadi dengan adanya riwayat keluarga yang menderita kanker usus besar,
  5. konstipasi yang disertai dengan adanya benjolan di dalam perut.

Konstipasi bisa timbul dan mudah disembuhkan namun bisa juga merupakan pertanda penyakit lain yang berbahaya. Jangan abaikan konstipasi ini, ya.

.


This entry was posted in

Kamis, 29 Oktober 2020

 

Bercak putih pada mulut bayi sering terjadi. Bercak putih pada mulut bayi yang sulit dibersihkan biasanya disebabkan karena jamur Candida Albicans. Selain, bercak putih pada mulut bayi yang sulit dibersihkan, jika penyebab bercak putihnya karena jamur, biasanya terjadi bersamaan dengan sariawan.

Keadaan di mana terdapat bercak putih pada mulut bayi dan sariawan (biasanya lebih dari satu) disebut denganoral thrush, atau karena penyebabnyajamur Candida Albicans, disebut kandidiasis oral.

Oral thrush adalah infeksi jamur Candida Albicans yang disamping sering terjadi pada mulut bayi, dapat juga terjadi pada area popok bayi, yang dikenal dengan sebutan diaper rash.

Infeksi jamur Candida Albicans juga bisa terjadi di area puting susu akibat ibu menyusui tidak membersihkan dan mengeringkannya setelah menyusui bayinya.

Dan juga infeksi jamur Candida Albicans bisa terjadi juga di organ vital wanita atau area V. Infeksi jamur Candida Albicans yang terjadi pada area V biasanya kita kenal dengan sebutan kandidiasis vagina.

Sebetulnya jamur Candida Albicans secara normal terdapat pada tubuh kita. Dalam jumlah koloni yang normal, jamur Candida Albicans akan terpelihara keseimbangannya dalam tubuh kita dan tidak menimbulkan gangguan kesehatan.

Namun, adakalanya keadaan tubuh kita menyebabkan keseimbangan jamur Candida Albicans terganggu. Akibatnya, jumlah koloni jamur Candida Albicans bisa bertambah sangat banyak melampaui batas normal, sehingga bisa menimbulkan gangguan berupa infeksi jamur Candida Albicans, atau kandidiasis.

Salah satu keadaan yang bisa mengganggu keseimbangan jamur Candida Albicans dalam tubuh kita adalah konsumsi antibiotika yang berlebihan dan dalam jangka waktu yang lama, penyakit degeneratif kronis seperti diabetes melitus, atau kebersihan kulit yang tidak terjaga dengan baik.

Pada bayi, infeksi jamur Candida Albicans yang sering terjadi pada mulut, biasanya dipicu karena kebersihan area mulut bayi yang kurang terjaga. Seperti ketika bayi selesai minum susu, terutama susu formula, sisa susu akan mudah menempel pada dinding mulut, gusi, bibir, dan langitan mulut.

Jika tidak dibersihkan dengan cara memberikan bayi sedikit air putih setelah diberikan susu, maka sisa susu tadi akan mengganggu keseimbangan koloni jamur Candida Albicans dalam mulut. Akhirnya jumlah jamur Candida Albicans bertambah banyak dan menyebabkan kandidiasis oral.

Jadi, jamur Candida Albicans memang normalnya ada dalam tubuh kita. Yang menyebabkan terjadinya infeksi adalah ketidakseimbangannya.

Penyebab kandidiasis oral ini sering terjadi pada mulut bayi, karena jamur Candida albicans yang merupakan mikroorganisme (flora) yang terdapat pada setiap manusia normal.

Jamur ini terjaga keseimbangannya beserta mikroorganisme yang lain di dalam tubuh kita sehingga tidak menimbulkan gejala, dalam hal ini sariawan yang nyeri dan disertai bercak keputih-putihan.

Dalam suatu keadaan misalnya keadaan dengan kelembaban berlebihan (basah dan kotor), jamur ini dapat membuat populasi jamur ini berlebihan dan keseimbangan flora normal dalam tubuh kita tidak terjaga, sehingga keberadaan jamur Candida albicans ini yang tadinya tidak menimbulkan gejala dalam tubuh kita menjadi bergejala.

Pada bayi, kandidiasis oral ini tidak menular karena infeksi jamur yang terjadi berasal dari dalam dirinya sendiri.

Namun, terjadinya kandidiasis oral pada mulut bayi bisa karena tertular dari area puting susu ibu tidak bersih atau terdapat flora normal yang tidak seimbang, karena ibu tidak membersihkan dan mengeringkannya setiap kali menyusui. Ketika hendak menyusui bayi lagi dalam keadaan yang sudah tersedia jamur Candida albicansnya.

Pada bayi yang meminum susu formula, lebih baik memberikan air putih setelah selesai minum susu. Hal ini berguna untuk mencegah suasana mulut bayi menjadi lengket dan memudahkan flora normal di dalamnya menjadi tidak seimbang.

Sedangkan pada bayi baru lahir, penyebab terjadinya kandidiasis oral itu karena dalam proses melahirkan normal, bayi terpapar dengan jamur tersebut pada saat melalui jalan lahir (vagina), karena pada saat hamil sang ibu mengalami keputihan yang gatal dengan cairan keputih-putihan, yang diabaikan sang ibu (tidak diobati).

Maka, perlu diperhatikan kesehatan organ intim terutama saat hamil. Bila anda merasa ada yang bermasalah dengan organ intim anda, dalam hal ini keputihan yang gatal, berbau, dan bercak keputih-putihan (normal bening), segera konsultasikan hal ini dengan dokter obgyn anda.

Bercak putih pada mulut bayi jangan diremehkan begitu saja tanpa pengobatan. Karena bercak putih pada mulut bayi akibat infeksi jamur Candida Albicans ini bisa sangat tidak nyaman bagi bayi.

Lama kelamaan Kandidiasis oral akan menyebar sampai ke tenggorokan bayi jika tidak segera diobati, dan menyebabkan rasa sakit menelan.

Segera konsultasikan pada Dokter Anak Anda jika Anda melihat bercak putih pada mulut bayi Anda yang sulit untuk dibersihkan agar bayi Anda segera mendapat pengobatan.

Biasanya Dokter akan meresepkan obat jamur yang diteteskan pada bercak putih pada mulut bayi Anda, akibat terkena jamur. Dokter juga akan memberikan resep obat probiotik untuk mengembalikan keseimbangan jamur Candida Albicans dalam tubuh bayi Anda.

Jangan lupa bersihkan dan sterilkan botol susu atau dot susu bayi Anda dalam rebusan air mendidih agar sisa susu yang menempel pada botol susu atau dot bisa bersih sempurna dan aman dari sisa susu yang bisa menjadi media berkembang biaknya jamur Candida albicans.

Bersihkan juga seluruh mainan bayi dengan air dan sabun mengingat bayi suka sekali memasukan berbagai mainan ke dalam mulutnya.

Rabu, 21 Oktober 2020

Bahaya Alat Masak Dari Alumunium

DokDin.ID - Di negara kita, Indonesia, masyarakat kita masih menggunakan alat masak yang terbuat dari alumunium. Karena Alat masak berbahan dasar alumunium sangat murah, mudah didapat, tidak pecah, tidak mengelupas, cepat panas, dan tahan lama.


alat masak alumunium, dokdin.id

Padahal beberapa negara lain sudah melarang penggunaan alumunium sebagai alat memasak terkait dengan bahaya yang dapat ditimbulkan oleh logam ini. Di antaranya adalah negara Jerman, Perancis, Belgia, Switzerland, Hungaria, Brazil, dan lain-lain.


Inilah bahaya alat masak yang terbuat dari alumunium :

1. Alumunium dapat bercampur dengan makanan saat dimasak.

Partikel Alumunium mudah lepas terutama saat dipanaskan atau saat bersentuhan dengan makanan asam seperti tomat, jeruk nipis. Tidak bisa kita bayangkan, bahwa kita bukan hanya makan makanannya saja, tetapi kita juga makan logam alumunium yang tercampur di dalamnya

.

2. Tubuh sulit untuk mengeluarkan alumunium.

Telah diteliti bahwa masa eliminasi alumunium dari otak manusia adalah 7 tahun lamanya. Maka dapat dibayangkan bila kita terekspos dengan alumunium setial hari, berapa lama waktu yang dibutuhkan alumunium itu sampai seluruhnya dieleminasi tubuh kita. Sebaliknya, malah alumunium itu akan terakumulasi sepanjang hidup kita.



3. Alumunium menghambat kerja organ pencernaan.

Dalam sistem pencernaan alumunium sangat mudah diserap oleh usus terlebih lagi bila kita memakan makanan yang mengandung asam lemak. Alumunium menghambat kerja enzim-enzim pencernaan dan merusak lambung dan organ sistem pencernaan lainnya.


4. Alumunium mempengaruhi sistem hematopoesis (pembentukan sel darah merah) .

Mekanismenya adalah alumunium tersebut menyebabkan sintesis sel darah merah menjadi berkurang dan meningkatkan pemecahan sel darah merah (

hemolysis)

Akumulasi alumunium dalam tubuh manusia bisa menyebabkan anemia mikrositik.


5. Alumunium merusak sistem saraf.

Sebuah penelitian di italia ^Aluminium Involvement in Neurotoxicity^ menyimpulkan terdapatnya hubungan antara multipel sklerosis dan pemaparan terhadap alumunium.

Dikatakan juga bahwa pemaparan alumunium secara langsung pada tubuh dalam jangka waktu yang belum pasti, dapat menyebabkan penyakit Alzheimer.

Begitulah bahaya alat masak yang terbuat dari alumunium, diperkirakan masih ada beberapa efek lain yang dapat disebabkan oleh alumunium.

This entry was posted in

Selasa, 20 Oktober 2020

Perawatan Wajah Usia 30 Tahun



DokDin.ID - Saat usia 20 tahun, kulit kita tidak terlalu memerlukan banyak perawatan kulit untuk mendapatkan kulit yang sehat dan tampak bercahaya. Namun, kondisi kulit akan berbeda ketika kita mulai menginjak usia 30 tahun. 

Saat usia 30 tahun, mungkin sudah akan tampak garis halus, kerutan, kekeringan, noda hitam akibat perubahan hormon ataupun efek buruk sinar matahari, dan tanda-tanda penuaan lainnya pada kulit wajah. Di usia 30 tahun, kita akan mulai memerlukan produk perawatan wajah usia 30 tahun ke atas yang diformulasikan khusus untuk melawan proses penuaan dini , yang sesuai dengan kondisi kulit kita agar kerusakan yang terjadi pada kulit wajah dapat diminimalisir atau dicegah sampai selama mungkin. 

Apa saja produk perawatan wajah usia 30 tahun ke atas yang kita perlukan untuk melawan proses penuaan? 

Ini dia produk perawatan wajah usia 30 tahun ke atas yang wajib Anda pakai. 


1. Moisturizer (Pelembab) 


Jangan lupa untuk memakai pelembab wajah setiap hari, ketika usia Anda menginjak usia 30 tahun. Pelembab adalah produk perawatan wajah usia 30 tahun ke atas yang wajib Anda pakai untuk melawan proses penuaan dini. 

Di usia 30 tahun, wajah Anda akan sangat mudah kering terkait kulit mulai kurang terhidrasi dengan baik. Kerutan atau garis halus cenderung mudah timbul pada kulit wajah yang kering. Oleh karena itu, pelembab harus dipakai setiap hari, untuk menjaga kelembaban kulit dan tetap terhidrasi agar tetap terlihat kenyal dan awet muda. 
 
Ada banyak pilihan pelembab wajah yang sedang booming beberapa tahun terakhir ini, salah satunya adalah pelembab yang dapat melawan penuaan dari bahan yang berasal dari plasenta. Kenali terlebih dahulu mengenai produk perawatan wajah yang mengandung plasenta sebelum memutuskan untuk memakainya. 

Pelembab yang juga bisa dijadikan rekomendasi untuk perawatan wajah usia 30 tahun ke atas adalah pelembab yang mengandung antioksidan untuk melawan radikal bebas penyebab penuaan dini, misalnya pelembab yang mengandung vitamin C atau teh hijau. 

2. Tabir Surya (Sunscreen) atau Sunblock 


Tabir surya (sunscreen) atau sunblock adalah produk perawatan wajah usia 30 tahun ke atas yang wajib dipakai untuk melawan efek buruk sinar matahari terhadap proses penuaan dini. Kenali terlebih dahulu perbedaan antara tabir surya (sunscreen) atau sunblock. 

Setelah Anda mengetahui perbedaannya, Anda tidak akan bingung untuk memilih produk yang berfungsi melindungi kulit dari sinar UV ini. Sinar UV yang kita kenal adalah sinar UVA dan UVB, di mana sinar UVA berperan merusak kulit dan menyebabkan efek 'aging' atau penuaan dini seperti kerutan dan flek hitam. Sedangkan sinar UVB menimbulkan efek 'burning' yang menyebabkan warna kulit menjadi gelap. Mungkin kita bisa menghindari sinar UVB jika kita tidak terpajan matahari secara langsung, misalnya ketika berada dalam rumah, tapi tidak demikian halnya dengan sinar UVA. Sinar UVA tetap dapat mempengaruhi kesehatan kulit dengan menimbulkan efek 'aging' pada kulit meskipun di dalam rumah. 

Jadi, untuk melawan proses penuaan dini pada usia 30 tahun ke atas, Anda wajib menggunakan tabir surya (sunscreen) atau sunblock setiap hari meskipun Anda tidak berada di bawah sinar matahari. 

Untuk area mata, gunakanlah krim anti aging khusus untuk daerah lingkar mata untuk mencegah kerutan pada lingkar mata, lingkaran hitam (mata panda), dan kantung mata (eye bag). Daerah lingkar mata ini juga sangat penting, karena problem pada kulit sekitar mata, juga dapat memberi kesan penuaan. 

3. Krim Malam 


Manfaat memakai krim malam untuk melawan proses penuaan sudah tidak diragukan lagi. Krim malam mempunyai andil yang cukup besar untuk mencegah timbulnya tanda-tanda penuaan seperti kerutan, kulit kusam, atau flek hitam. Hal ini karena krim malam digunakan saat kulit sedang beristirahat dan beregenerasi sehingga krim malam sangat efektif bekerja pada kulit wajah. 

Produk perawatan wajah usia 30 tahun ke atas berupa krim malam, biasanya mengandung turunan vitamin A untuk melawan tanda-tanda penuaan. Turunan vitamin A dalam krim malam berfungsi untuk menstimulasi kulit agar mengeksfoliasi kulit mati dan meregenerasi sel kulit yang baru, sehingga wajah terbebas dari kulit kusam akibat penumpukan keratin atau sel kulit mati. 

Selain itu, krim malam yang mengandung turunan vitamin A juga dapat menghaluskan kulit, menyamarkan garis halus dan kerutan, menstimulasi kolagen kulit, sehingga kulit wajah tampak halus dan kencang. 

Ada beberapa krim malam yang mengandung turunan vitamin A yang baru dapat digunakan jika telah diresepkan oleh Dokter. Karena beberapa krim malam tersebut dapat mengakibatkan iritasi pada kulit sehingga tidak dapat dijual bebas dan penggunaannya harus di bawah pengawasan Dokter. 


4. Peeling (Scrubbing) 


Peeling atau Scrubbing adalah penggunaan cairan/krim peeling atau butiran scrub yang bertujuan untuk membantu kulit dalam mengelupas sel kulit mati dan menstimulasi pertumbuhan sel kulit baru. Peeling atau Scrubbing sangat diperlukan untuk perawatan wajah usia 30 tahun ke atas. 

Anda bisa ke klinik kecantikan untuk mendapatkan perawatan peeling atau scrubbing dari tenaga profesional. Biasanya tindakan scrubbing dilakukan bersamaan dengan perawatan kecantikan facial di klinik kecantikan. Sedangkan tindakan peeling biasanya dilakukan oleh tenaga profesional dengan menggunakan cairan asam glikolat untuk melepaskan sel-sel kulit mati secara kimiawi. 

Anda juga dapat melakukan peeling atau scrubbing di rumah karena sekarang sudah terdapat banyak produk home peeling atau scrub yang bisa diaplikasikan sendiri. Home peeling biasanya mengandung asam glikolat yang lebih rendah konsentrasinya jika dibandingkan dengan larutan peeling yang digunakan oleh tenaga profesional di klinik kecantikan. 

Ada baiknya Anda berkonsultasi dengan Dokter tentang perawatan wajah usia 30 tahun ke atas yang sesuai dengan kondisi kulit Anda, terutama untuk pemilihan dan penggunaan krim malam, mengingat setiap individu memiliki jenis kulit, faktor hormon, dan problem yang berbeda meskipun sama-sama berusia 30 tahun ke atas. 

Dengan berkonsultasi dengan Dokter, faktor kesalahan dalam memilih produk perawatan wajah usia 30 tahun ke atas yang tidak sesuai dengan Anda, dapat dicegah.

Perubahan Kulit Saat Proses Penuaan Terjadi



DokDin.ID - Tidak ada yang pasti dalam kehidupan ini. Namun pepatah mengatakan yang pasti terjadi ada 3 hal, yaitu : Tua, Sakit, dan Mati.
Jika kita panjang umur, maka kita pasti akan mengalami proses penuaan. Proses penuaan adalah sebuah proses perubahan yang bukan hanya fisik dan psikologis saja yang berubah, namun kehidupan sosial seseorang juga akan berubah. 

Proses penuaan itu bersifat multidimensial. Penuaan bukan merupakan suatu penyakit, namun suatu proses alamiah tubuh yang telah dimulai sejak kita lahir. 

Ada beberapa teori aging process, misalnya : 

  1. Teori Wear and Tear :Dimana proses penuaan terjadi akibat kerusakan DNA, sebuah proses glikolisasi, efek dari radikal bebas, dan cross linking (gen). 
  2. Teori Program : Teori Telomerase, yang disebut sebagai gen yang terkait umur panjang. 
  3. Teori Limited Cell Replication : Dimana penuaan terkait proses imun dan neuroendokrin. Pada saat proses penuaan dimulai, terjadi perubahan setiap organ tubuh kita, termasuk kulit. 
Nah, apa saja sih perubahan kulit pada proses penuaan? 

Inilah perubahan kulit pada proses penuaan. 

1. KULIT MENJADI LEBIH TIPIS 

Perubahan kulit pada proses penuaan yang paling tampak adalah lapisan kulit menjadi lebih tipis karena lemak subkutan (lemak bawah kulit) berkurang. 

2. KULIT MENJADI LEBIH KERING 

Pada saat kita tua, kelenjar minyak (glandula sebasea) akan berkurang jumlahnya, demikian juga kelenjar keringat, sehingga kulit menjadi lebih kering. Pemakaian Lotion akan membantu mengatasi kulit kering ini. 

3. KULIT MENJADI KERIPUT/KENDUR 

Kulit keriput dan kendur akibat zat kolagen dan elastis pada lapisan dermis kulit berkurang kepadatannya saat tua, padahal adanya zat kolagen dan elastin inilah yang membuat kulit padat, kenyal, dan kuat. 

4. KULIT KUSAM 

Saat proses penuaan dimulai, perlu waktu lebih lama untuk kulit dapat mengelupas sel-sel kulit mati dengan sendirinya. Sehingga terjadi penumpukan sel-sel kulit yang mati di lapisan luar kulit. Kulit menjadi terlihat kusam. Perubahan kemampuan kulit untuk mengelupas sel kulit mati ini akan menyebabkan perabaan kulit menjadi berkurang. 

5. TIMBUL BINTIK HITAM 

Selain efek buruk sinar matahari terhadap kulit yang tidak dilindungi tabir surya, perubahan kulit pada proses penuaan yang dapat terjadi adalah pembentukan noda bintik hitam akibat pertumbuhan sel pigmen dalam kulit yang menjadi tidak teratur. 

Terjadinya perubahan kulit pada proses penuaan akan berlangsung lebih cepat dan progresif pada Anda jika Anda memiliki beberapa faktor-faktor pemicu terjadinya proses penuaan dini seperti : 
  1. Faktor Genetik (sifat bawaan) Anda memiliki faktor genetika di mana Anda mudah mengalami proses penuaan jika dibandingkan dengan orang lain. Perubahan kulit pada proses penuaan yang Anda alami dapat terjadi lebih progresif.
  2. Gaya Hidup Jika selama ini gaya hidup Anda jauh dari pola hidup sehat, seperti jarang berolahraga, jarang makan sayur dan buah, sebaliknya sering makan makanan junk food, merokok, atau sering mengkonsumsi alkohol, maka perubahan kulit pada proses penuaan akan lebih cepat terjadi.
  3. Nutrisi Kurangnya asupan nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh untuk meregenerasi sel-sel kulit mati juga dapat mempercepat terjadinya perubahan kulit pada proses penuaan yang terjadi lebih dini dari seharusnya.
  4. Kondisi Lingkungan Jika Anda tinggal di lingkungan yang pernuh polusi udara, baik dari banyaknya kendaraan bermotor atau pun pabrik, seperti misalnya di kota-kota besar, maka Anda berpotensi mengalami perubahan kulit pada proses penuaan dini dibandingkan dengan jika Anda tinggal di lingkungan pegunungan yang sejuk. 
    Perubahan kulit pada proses penuaan ini dapat terjadi pada setiap orang. Kejadiannya tidak dapat dicegah namun bisa diperlambat sampai selama mungkin. 

Jika Anda menerapkan pola hidup sehat, melindungi kulit dari paparan sinar UV secara langsung dengan menggunakan sunblock, atau melakukan perawatan kecantikan yang bertujuan untuk meregenerasi sel-sel kulit yang telah mati menjadi sel-sel kulit yang baru, Anda dapat memperlambat terjadinya perubahan kulit pada proses penuaan.
This entry was posted in

Tabir Surya atau Sunblock?

sunblock


DokDin.ID - Sinar matahari memang menyehatkan dan menjadi sumber vitamin D yang sangat diperlukan untuk kesehatan tulang kita. Namun, sinar matahari di atas jam 8 pagi sangat merusak kesehatan kulit kita. Ini terkait dengan paparan sinar UV. Banyak sekali kerusakan kulit yang dapat disebabkan oleh paparan sinar matahari. Karena sinar UV akan terserap ke dalam kulit dan menyebabkan beberapa kerusakan kulit di antaranya adalah flek hitam, kerutan, sampai terjadinya kanker kulit. Itulah sebabnya kita memerlukan produk pelindung kulit dari bahaya akibat sinar matahari, seperti tabir surya dan sunblock.  

    Tabir surya dan sunblock adalah produk yang berbeda meski sama-sama dapat melindungi kulit dari kerusakan akibat paparan sinar UV. Pertanyaannya, pilih tabir surya atau sunblock? Mari kita menelusuri lebih dalam perbedaan tabir surya dan sunblock sehingga Anda tidak akan bingung dalam memilih produk pelindung kulit ini. 

Pilih tabir surya atau sunblock? 

    Mekanisme Kerja Tabir surya mengandung bahan kimia yang dapat menyerap sinar UV sehingga penyerapan sinar UV oleh kulit jadi berkurang jumlahnya. Jika kita memakai tabir surya, sebagian sinar UV tetap masuk ke dalam kulit. Sedangkan sunblock mempunyai mekanisme kerja menghalangi penyerapan sinar UV oleh kulit dengan memantulkan sinar matahari. Tekstur sunblock yang tebal secara fisik seolah menyelimuti melindungi kontak kulit oleh matahari. Tabir surya melindungi kulit dari sinar matahari secara kimiawi sedangkan sunblock melindungi kulit dari sinar matahari. 

Pilih tabir surya atau sunblock?

    Manfaat Perlindungan Kulit Manfaat perlindungan kulit yang didapatkan bila kita memakai tabir surya dan sunblock berbeda. Tabir surya melindungi kulit dari sinar UV yang menimbulkan efek Burning atau disebut sinar UVB. Jadi tabir surya bisa melindungi kulit dari efek buruk sinar matahari yang dapat menimbulkan warna kulit lebih gelap akibat 'terbakar' sinar matahari. Tabir surya juga melindungi kulit dari radiasi sinar UVA yang menimbulkan efek Aging seperti flek hitam dan kerutan, namun hanya sebagian saja, Sebagian sinar UVA lainnya tetap bisa masuk ke dalam lapisan kulit. Tabir surya bekerja saat ia terserap ke dalam kulit kemudian ia menyerap sinar UVB dan sebagian sinar UVA agar tidak dapat mencapai kulit dan merusaknya. Sedangkan sunblock melindungi kulit dari sinar UVA dan UVB dengan cara memantulkan radiasi sinar UV. Sunblock bisa melindungi kulit dari efek terbakar dan terjadinya penuaan dini oleh sinar matahari jika kita akan beraktivitas di luar ruangan. 

Pilih tabir surya atau sunblock?

    Indikator Perlindungan SPF atau Sun Protection Factor adalah indikator perlindungan untuk tabir surya. SPF adalah indikator lamanya perlindungan tabir surya terhadap kulit akibat radiasi sinar matahari. Di sarankan untuk memakai tabir surya yang mengandung SPF minimal 30 untuk mendapatkan perlindungan kulit yang optimal. SPF 30 artinya kulit Anda akan mendapatkan perlindungan tabir surya selama 300 menit. Selama 300 menit atau 5 jam, tabir surya SPF 30 mampu melindungi kulit dari efek buruk sinar matahari. Setelah itu, kulit kita memerlukan pengulangan aplikasi tabir surya untuk mendapatkan perlindungan terhadap radiasi sinar UV. Untuk sunblock, tidak menggunakan SPF sebagai indikator perlindungannya. Sunblock melindungi kulit dengan cara memantulkan sinar matahari karena mengandung titanium oksida dan zinc oksida. Tapi saat ini, sudah banyak sunblock yang mengandung tabir surya juga, sehingga dalam produk sunblock, terdapat juga SPF (sun protection factor) . 

Pilih Tabir Surya atau Sunblock?

    Sesuai Jenis Kulit Bagi jenis kulit yang sangat berminyak dan berjerawat, mungkin akan lebih nyaman memakai tabir surya, karena tabir surya berwarna transparan dan saat dioleskan pada kulit, tabir surya tidak terlihat, sehingga tidak meninggalkan efek mengkilat pada kulit. Sedangkan tekstur sunblock lebih tebal dari tabir surya, sehingga saat sunblock dioleskan pada kulit, kulit terlihat lebih putih dan lebih sulit dibersihkan jika dibandingkan dengan tabir surya. Karena tekstur sunblock lebih tebal, ia berpotensi menutup pori-pori sehingga minyak dapat tersumbat dalam pori-pori dan menimbulkan komedo serta jerawat. Namun, sebaliknya pada tipe kulit sensitif, biasanya akan lebih nyaman menggunakan sunblock, karena bahan-bahan kimiawi yang terdapat dalam tabir surya dapat mengiritasi kulit yang sensitif. 

Pilih tabir surya atau sunblock? 

    Kebutuhan Anda Jika Anda beraktivitas dalam ruangan maka Anda dapat memakai tabir surya untuk menghalangi sinar matahari yang dapat memberikan reaksi fotoaging pada kulit Anda. Sedangkan jika Anda akan beraktivitas di luar ruangan, sebaiknya Anda memakai sunblock 30 menit sebelum mulai beraktivitas. Sekarang sudah banyak produk yang menggabungkan fungsi tabir surya dan sunblock sehingga kita bisa terlindungi dari sinar UVA dan UVB.

Rabu, 14 Oktober 2020

Kehamilan pada Ibu dengan Penyakit Ginjal. Apakah Tidak Masalah?

kehamilan dan penyakit ginjal


DokDin.ID -
Kehamilan pada ibu yang mengalami penyakit ginjal apakah tidak masalah? Bagaimana pengaruh penyakit ginjal terhadap perkembangan janin? Bagaimana kelangsungan kehamilan dan komplikasi yang mungkin timbul ? Bagaimana pengaruh kehamilan terhadap fungsi ginjal yang sedang tidak sehat? Pertanyaan ini kerap muncul bagi ibu yang sedang sakit ginjal namun ingin hamil.

    Memang kehamilan dengan penyakit ginjal apalagi yang sudah kronis adalah kehamilan dengan risiko tinggi. Yang harus mendapat perhatian berkali-kali lipat dari kehamilan normal. Beberapa Ahli mengatakan bahwa kehamilan sedikit mempengaruhi perjalanan penyakit ginjal kecuali jika fungsi ginjal telah menurun (kreatinin serum > 1,5 mg%) atau bila ada hipertensi. 

    Perjalanan penyakit ginjal yang tidak berpengaruh pada kehamilan adalah penyakit : Glomerulonefritis, Tuberkulosis ginjal, Ginjal polikistik, Batu ginjal, Infeksi ginjal. kecuali jika telah terjadi penurunan fungsi ginjal seperti yang Saya sebutkan di atas. Pada ibu yang perjalanan penyakit ginjalnya sudah menyebabkan penurunan fungsi, kreatinin > 1,5 mg%, adanya kehamilan akan semakin membuat penyakit ginjalnya bertambah buruk. 

    Apakah kehamilan akan berakhir baik atau tidak, hal tersebut tergantung pada keadaan penyakit ginjal saat mulai terjadi pembuahan (kehamilan). Kehamilan pada ibu yang mengalami penyakit ginjal disertai kelainan penyerta yang dapat berakibat buruk, misalnya tekanan darah tinggi (hipertensi) atau kebocoran plasma (proteinuria), harus mendapatkan pengawasan Dokter yang ekstra. 

    Ibu dianjurkan menjalani kunjungan ANC (Antenatal care) ke Dokter SpOG rutin setiap 2 minggu sampai usia kehamilan 28 minggu, lalu kontrol setiap 1 minggu setelahnya. Setiap kunjungan biasanya akan dilakukan pemeriksaan tekanan darah, pemeriksaan urin, skrining akan adanya infeksi saluran kemih, dan pemeriksaan USG untuk melihat perkembangan janin. 

    Dengan demikian untuk ibu yang memiliki penyakit ginjal dan ingin merencanakan kehamilan, dianjurkan agar melakukan program kehamilan sewaktu fungsi ginjal masih baik (serum kreatinin < 1,5mg%). 

    Seandainya fungsi ginjal sudah menurun dan ibu mengalami kehamilan, ini tidak bisa dianggap sebagai kehamilan yang biasa saja. Meskipun pengawasan yang dilakukan oleh Dokter sangat ketat, namun risiko /bahaya kehamilan terhadap penurunan fungsi ginjalnya mungkin saja terjadi. 

    Penurunan fungsi ginjal yang semakin buruk pada kehamilan bahkan bisa menyebabkan seorang ibu hamil harus menjalani cuci darah (dialisis). Jika sudah diharuskan cuci darah bagi ibu hamil tersebut akibat perjalanan penyakit ginjalnya yang memang sebelumnya sudah mengalami penurunan fungsi ginjal, maka angka ketahanan hidup janin yang ada dalam kandungan menjadi 52%. 

    Pada keadaan ibu yang sehat, angka ketahanan hidup janin sebesar 95%. Komplikasi yang mungkin saja terjadi pada janin akibat kehamilan ibu dengan penyakit ginjal adalah berat bayi lahir rendah (BBLR), persalinan kurang bulan (prematur), dan kemungkinan buruk (dan jangan sampai terjadi) adalah IUFD (Intra Uterine Fetal Death) atau lahir mati. Sebaliknya, ibu dengan penyakit ginjal kronis yang harus menjalani cuci darah (dialisis) dilarang untuk hamil. Kehamilan adalah kontraindikasi untuk ibu yang menjalani cuci darah. 

    Pada ibu yang cuci darah, hanya 23-35% kehamilan yang bayinya masih bisa hidup. Kebanyakan terjadi keguguran yang spontan pada usia kehamilan sebelum 20 minggu, Bayi yang bisa bertahan kebanyakan prematur. Komplikasi yang paling buruk untuk ibu yang cuci darah lalu hamil adalah kematian ibu dan janinnya.

Selasa, 29 September 2020

Anemia Defisiensi Besi

DokDin.ID - Jenis anemia terbanyak atau yang biasa dikenal sebagai penyakit kurang darah adalah anemia defisiensi besi (anemia akibat kekurangan zat besi). 

Mengapa terjadi anemia defisiensi besi?

Keadaan anemia dapat terjadi ketika jumlah sel darah merah yang ada dalam darah lebih rendah dari normal. Anemia menimbulkan gejala pusing, sakit kepala, lemah, letih, lesu, sering mengantuk, dan kurang konsentrasi.

Anemia defisiensi besi adalah suatu keadaan anemia yang disebabkan karena asupan nutrisi zat besi terlalu sedikit.

Anemia defisiensi besi biasanya terjadi pada 20% wanita dan 3% laki-laki. Anemia defisiensi besi terjadi saat kandungan zat besi dalam tubuh tidak mencapai kadar yang cukup untuk memenuhi kebutuhan metabolisme tubuh. Wanita hamil mengalami anemia defisiensi besi sebanyak 50%.

Tubuh membutuhkan zat besi untuk membuat suatu protein yang bertanggung jawab sebagai pembawa oksigen ke semua sel, jaringan, dan organ tubuh agar semua metabolisme tubuh bekerja baik.

Protein penting yang membutuhkan zat besi untuk membawa oksigen ke seluruh tubuh ini dikenal sebagai hemoglobin (Hb). Jika Hb rendah, yaitu ketika hasil pemeriksaan menunjukan nilai yang kurang dari normal, maka keadaan tersebut adalah anemia.

Pada anemia defisiensi besi, nilai Hb yang rendah ini berkaitan dengan kadar zat besi yang tidak mencukupi dalam sirkulasi darah tubuh, sehingga tubuh akan kekurangan oksigen yang dibutuhkan. Saat tubuh kekurangan oksigen, kerusakan sel akan terjadi. Rusaknya sel-sel tubuh tertentu menyebabkan berbagai penyakit.

Apa saja keluhan yang mungkin timbul akibat anemia?

Saat terjadi anemia. keluhan yang mungkin timbul adalah lemah, letih, lesu, kurang konsentrasi, kurang bersemangat, hipersensitif, ketidakstabilan emosi, mudah tersinggung, wajah terlihat pucat, sering sakit kepala, merasa sesak meski tidak ada riwayat penyakit paru-paru, berdebar-debar, sering kesemutan, ujung-ujung jari kaki dan tangan terasa dingin, lidah terasa seperti membengkak, dan daya tahan tubuh yang menurun sehingga mudah terserang penyakit lain.

Anemia defisiensi besi memiiki beberapa tingkatan anemia.
Apa saja tingkat anemia defisiensi besi?
Anemia defisiensi besi dibagi menjadi tiga tingkat, yaitu :

1. Deplesi Besi

Deplesi besi atau iron depleted state adalah suatu keadaan di mana cadangan zat besi dalam tubuh menurun, tetapi fungsi pembentukan sel darah merah (eritropoesis) masih belum terganggu. Saat ini, kadar zat besi dalam tubuh sudah berkurang dari normal namun nilai Hb masih dalam batas normal secara laboratorik.

2. Eritropoesis Defisiensi Besi

Eritropoesis defisiensi besi atau iron deficient erythropoesis adalah keadaan di mana cadangan zat besi dalam tubuh untuk fungsi pembentukan sel darah merah sudah sangat berkurang atau nol, sehingga penyediaan zat besi untuk membentuk sel darah merah (eritropoesis) sudah terganggu, namun nilai Hb secara laboratorik masih normal dan tanda-tanda fisik akibat anemia belum terlihat.

3. Anemia defisiensi besi

Pada keadaan anemia defisiensi besi, cadangan zat besi dalam tubuh sudah sangat berkurang hampir mendekati nol sehingga keluhan fisik akibat anemia dan nilai laboratorium yang abnormal terkait anemia defisiensi besi sudah terlihat.

Pada anemia defisiensi besi, selain nilai laboratorium Hb menurun juga disertai tanda-tanda mikroskopis dimana morfologi (bentuk) sel darah merah juga berubah dari bentuk normal menjadi bentuk mikrositik hipokrom. Bentuk mikrositik hipokrom adalah bentuk sel darah merah yang terlihat dengan menggunakan mikroskop, dengan penampakan sel darah merah yang lebih kecil diameternya dan lebih pudar warnanya.

 









This entry was posted in

Selasa, 22 September 2020

Penyebab Perdarahan Pada Kehamilan

perdarahan pada kehamilan, penyebab perdarahan pada kehamilan, abortus, ruptur uteri, kehamlan ektopik, hamil anggur, solusio plasenta, plasenta praevia

DokDin.ID - Kehamilan bisa disertai dengan penyulit seperti perdarahan, preeklampsia, kontraksi hebat sebelum waktu persalinan tiba, muntah-muntah yang berlebihan (hiperemesis gravidarum), nyeri hebat saat buang air kecil, ketuban pecah dini, demam, dan ukuran rahim yang tidak sesuai dengan usia kehamilan, bisa lebih besar (mola hidatidosa, polihidramnion, makrosomia) atau lebih kecil (pertumbuhan janin terhambat). Kehamilan yang disertai dengan penyulit biasanya terjadi pada 10-12% kehamilan.

Di antara beberapa penyulit pada kehamilan tersebut, salah satu penyulit dengan komplikasi terbanyak adalah perdarahan pada kehamilan. 

Yuk, kita cari tau apa saja sih penyebab perdarahan pada kehamilan?


Penyebab perdarahan pada kehamilan adalah sebagai berikut.

1. Penyebab Perdarahan pada Kehamilan : Keguguran (Abortus)

Keguguran atau abortus ditandai dengan perdarahan di bawah usia kehamilan 20 minggu dimana berat janin kurang dari 500 gram. Keguguran dapat terjadi secara spontan maupun karena kesengajaan (provokatus). 

Keguguran spontan terjadi karena suatu keadaan yang berlangsung tanda tindakan kesengajaan seperti terbentur, pertumbuhan bayi tidak normal, atau kesehatan ibu yang tidak baik sehingga memicu terjadinya abortus spontan. Sedangkan keguguran akibat tindakan yang sengaja dilakukan dapat berupa tindakan yang dilakukan karena pertimbangan dokter karena ada indikasi yang membahayakan nyawa ibu (abortus provokatus medisinalis) ataupun karena kehamilan yang tidak diinginkan (abortus provokatus kriminalis).

2. Penyebab Perdarahan pada Kehamilan : Kehamilan Ektopik (Hamil di Luar Kandungan)

Kehamilan ektopik adalah kehamilan yang terjadi di luar kandungan (kavum uteri/rahim). Lokasi terjadinya kehamilan ektopik paling banyak di saluran telur (tuba falopii) yaitu sekitar 95%. Kehamilan ektopik ditandai dengan adanya nyeri hebat di perut bagian bawah dan perdarahan pada kehamilan. Kehamilan ektopik juga bisa ditandai dengan adanya kehamilan dengan ukuran rahim yang lebih kecil dari usia kehamilan yang sebenarnya. Kehamilan ektopik terjadi sebanyak sekitar 5-6 kali pada 1000 kehamilan.

3. Penyebab Perdarahan pada Kehamilan : Mola Hidatidosa (Hamil Anggur)

Hamil anggur adalah sebuah istilah dimana kehamilan yang terjadi mengalami perkembangan yang tidak normal dengan tidak ditemukannya janin. 

Mola hidatidosa adalah kehamilan yang terjadi dengan gelembung-gelembung putih, tembus pandang, dan berisi cairan jernih di dalam rahim sang ibu. Biasanya perdarahan pada hamil anggur terjadi pada usia kehamilan 12-14 minggu, namun ibu yang mengalami hamil anggur ini bisa juga mempunyai gejala perdarahan dalam kehamilan sejak usia kehamilan bulan pertama sampai bulan ketujuh. 

Perdarahan pada kehamilan yang disebabkan oleh hamil anggur bisa terjadi secara sedikit-sedikit berupa flek atau banyak sekaligus sehingga sang ibu hamil dengan mola hidatidosa bisa mengalami syok akibat perdarahan, anemia, atau bahkan kematian.

Kehamilan pada mola hidatidosa juga menyebabkan pembesaran rahim yang lebih besar dari usia kehamilan yang seharusnya.

4. Penyebab Perdarahan pada Kehamilan : Plasenta Praevia

Plasenta praevia adalah keadaan dimana saat sang ibu hamil, plasenta menempel pada segmen bawah rahim ibu sehingga plasenta menutupi sebagian (parsialis) atau seluruhnya (totalis) jalan lahir (ostium uteri internum).

Perdarahan pada kehamilan dengan plasenta praevia terjadi pada usia kehamilan lanjut yaitu pada usia kehamilan di atas 20 minggu.

Plasenta praevia lebih banyak terjadi pada wanita yang sering hamil , dengan usia di atas 30 tahun saat hamil, atau pada kehamilan kembar.

5. Penyebab Perdarahan pada Kehamilan : Solusio Plasentae

Solusio plasentae adalah keadaan dimana saat sang ibu hamil tua kemudian mengalami plasenta yang terlepas dari dinding rahim sebelum bayi lahir. Peristiwa terlepasnya plasenta pada ibu yang hamil tua ini dapat terjadi sebagian atau seluruhnya.

Solusio plasentae dapat terjadi akibat perut ibu hamil yang terbentur benda tumpul, kecelakaan dalam berkendara, dan yang paling miris adalah akibat kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).

Solusio plasentae akan meningkat risikonya pada ibu hamil yang merokok.

6. Penyebab Perdarahan Pada Kehamilan : Ruptur Uteri

Ruptur uteri adalah keadaan terobeknya rahim ibu hamil yang biasanya terjadi pada ibu yang mempunyai riwayat operasi Sectio Caesarea sebelum 2 tahun. Selain itu ruptur uteri juga akan meningkat risikonya pada kecelakaan lalu lintas dan kekerasan rumah tangga.

Perdarahan pada kehamilan akibat ruptur uteri ini adalah hal yang tidak boleh dan tidak bisa ditunda penatalaksanaannya. Sekecil apapun perdarahan pada kehamilan dapat merupakan tanda yang fatal.























Sabtu, 19 September 2020

Awet Muda : Antara Pikiran dan Makanan

DokDin.ID - "Jangan stres supaya awet muda".Kita sering mendengar nasihat ini bahwa untuk awet muda, kita harus bisa mengontrol emosi. Dan memang, orang yang tampak awet muda, adalah mereka yang memiliki kepribadian easy going dan dapat mengendalikan emosi dan pikiran meski tertimpa masalah sekalipun, dengan tetap memikirkan solusi permasalahan tentunya.

Saat kita mengembangkan persepsi kita tentang masalah menjadi peluang untuk hal yang lebih baik lagi ini akan menciptakan optimisme, dan sikap optimis sejalan dengan pikiran positif. Sudut pandang positif terhadap berbagai hal dalam kehidupan ini akan meredakan stres yang kita rasakan. Karena stres bisa mempercepat terjadinya penuaan dini.

Untuk mencegah penuaan dini, kita juga harus memilih makanan mana yang berguna bagi tubuh kita. Jadi, ketika kita memilih makanan, kita berpikir apakah makanan ini baik untuk saya, apakah tubuh saya memerlukannya, bukan hanya karena selera makan makanan tertentu tetapi ternyata makanan itu tidak diperlukan oleh tubuh.

Pikiran dan makanan yang sehat sangat mempengaruhi proses penuaan yang terjadi.

You are what you eat!

Anda adalah apa yang Anda makan.

Jika kita mengkonsumsi makanan sehat maka tubuh kita dapat mengatasi stres baik stres internal dan stres eksternal.

Stres internal adalah stres yang datangnya dari diri sendiri seperti stres yang terjadi saat perubahan hormon. 

Stres eksternal adalah faktor stres yang datangnya dari luar tubuh kita baik disadari atau tidak disadari akan mempercepat proses penuaan seperti sinar matahari, paparan zati kimia, polusi udara, paparan kosmetik, dan makanan tidak sehat.

Lalu, makanan apa sih yang bisa memperlambat proses penuaan?

Makanan yang bisa memperlambat proses penuaan adalah makanan sehat.

Dokter Hiromi Shinya, seorang dokter asal Jepang, memiliki teori bahwa rahasia kesehatan tubuh manusia besumber dari makanannya. 




This entry was posted in