Tampilkan postingan dengan label Women. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Women. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 09 Januari 2021

Cara Menjaga Kesehatan Reproduksi Wanita

kesehatan reproduksi wanita



DokDin.ID -
Menjaga kesehatan reproduksi wanita sangatlah penting namun sering diabaikan. Padahal organ reproduksi sangatlah rentan terkena 'penyakit'. 

 Oleh karena itu, organ reproduksi sudah sepantasnya diperhatikan dan dijaga terutama bagi mereka sudah menikah atau yang sudah pernah melahirkan. 

 Bagaimana Cara Menjaga Kesehatan Reproduksi Wanita ? 


inilah cara menjaga kesehatan reproduksi wanita


1. Cara Menjaga Kesehatan Reproduksi Wanita : Lakukan perawatan sehari-hari 

Cara menjaga kesehatan reproduksi  dapat dimulai dari perawatan sehari-hari untuk menjaga kesehatan reproduksi wanita dengan cara selalu membersihkan atau membasuh Miss V dengan air setelah melakukan aktivitas di toilet baik itu saat mandi, buang air kecil, ataupun buang air besar. 

 Jangan membasuh Miss V dengan sabun mandi karena sabun mandi bersifat basa sedangkan Miss V bersifat asam. 

Boleh membasuh Miss V dengan sabun pembersih khusus area Miss V yang memiliki PH yang sesuai dengan Miss V. 

 Tidak boleh sembarangan memilih sabun pembersih Miss V, lebih baik konsultasikan terlebih dahulu dengan Dokter Kandungan. Tanyakan pula pada Dokter, kapan sebaiknya memakai sabun pembersih Miss V. Karena memakai sabun pembersih Miss V sebaiknya tidak dilakukan setiap hari. 

 Bagi wanita yang telah menikah, dianjurkan untuk membersihkan Miss V sebelum dan setelah 'berhubungan' dengan air dan sabun pembersih Miss V atau antiseptik khusus Miss V. Namun untuk yang memulai program hamil, jangan membersihkan Miss V dengan sabun pembersih khusus Miss V atau dengan antiseptik khusus Miss V karena dapat mematikan sperma. 

 Untuk membasuh dan membersihkan Miss V, lakukanlah dengan arah yang benar. Jangan membasuh dengan arah dari belakang ke depan karena hal tersebut akan mengantarkan kuman-kuman yang berasal dari 'anus' ke area Miss V. Kuman-kuman dari anus seperti misalnya Escherichia coli dapat menginfeksi Miss V dan menyebabkan keputihan. 

Hal ini sangat sederhana dan sering tidak diperhatikan oleh wanita padahal sangat penting untuk menjaga kesehatan reproduksinya.  

2. Cara Menjaga Kesehatan Reproduksi Wanita : Jangan biarkan celana dalam (underwear) dalam keadaan basah. 


 Penting sekali untuk tidak membiarkan celana dalam (underwear) dalam keadaan basah. Celana dalam yang basah akan meningkatkan tingkat kelembaban Miss V yang karena posisinya yang tersembunyi, sudah sangat lembab. 

 Keadaan Miss V yang terlalu lembab menjadi lingkungan yang baik bagi pertumbuhan jamur Candida albicans sehingga jamur-jamur tersebut akan bertumbuh lebih pesat dibandingkan jumlah normal. Karena sebenarnya jamur Candida albicans ini memang sudah ada dalam Miss V namun dalam jumlah normal ia tidak menimbulkan efek negatif. 

 Pertumbuhan jamur yang tidak normal di sekitar area Miss V akan menimbulkan penyakit Kandidiasis dengan gejala keputihan yang sangat gatal, berbau, dan menimbulkan peradangan kulit area Miss V sehingga Organ reproduksi tampak kemerahan dan membengkak. 

Seperti yang banyak diketahui bahwa wanita sering mengalami keputihan. Keputihan dapat normal dan abnormal. Untuk keputihan abnormal yang disebabkan jamur, 80% penyebabnya adalah Candida albicans , yang menyebabkan penyakit jamur pada organ kewanitaan (kandidiadis). 

75% wanita dapat mengalami penyakit jamur pada organ kewanitaan (kandidiasis) paling tidak sekali seumur hidup mereka. 40%-45% wanita yang pernah mengalami penyakit jamur pada organ kewanitaan (kandidiasis) akan mengalami infeksi berulang (CDC, 1998). 

Sebenarnya jamur Candida albicans ini adalah mikroorganisme yang normal ditemukan di organ kewanitaan. Juga jamur ini terdapat pada mulut, tenggorokan, usus, dan kulit baik pada laki-laki maupun perempuan. 

Namun ketika situasi lingkungan tempat hidup jamur Candida albicans tersebut berubah oleh faktor tertentu maka gejala yang tadinya tidak ada mulai muncul sebagai penyakit jamur pada organ kewanitaan (kandidiasis). 

Gejala keputihan pada wanita disebabkan faktor tertentu yang mengubah keseimbangan flora bakteri yang terdapat pada vagina. 

Berikut faktor pemicu terjadinya penyakit jamur pada organ kewanitaan (kandidiasis): 
  1. Kehamilan akibat faktor hormonal, 
  2. Masa Haid, 
  3. akibat perubahan suasana lingkungan organ reproduksi, 
  4. Diabetes Mellitus, 
  5. Pemakaian kontrasepsi hormonal, 
  6. Terapi antibiotik, 
  7. akibat bakteri flora normal tertekan kemudian peran jamur mendominasi, 
  8. Pakaian dalam yang ketat dan berbahan sintesis kurang menyerap keringat, 
  9. kurang berpori sehingga sirkulasi udara kurang memadai akibatnya organ reproduksi terlampau lembab dan kelembaban berlebihan dapat memicu terjadinya infeksi jamur, 
  10. Pemakaian pembersih organ kewanitaan pada sebagian wanita dapat memicu reaksi hipersensitivitas. Bahkan dikatakan bahwa penggunaan deodoran semprot dan kertas toilet berwarna dan mengandung pewangi turut serta memicu perkembangan jamur yang mendominasi (Fero, 1997). 
Faktor penyakit imunosupresif seperti HIV/AIDS dimana kekebalan tubuh tertekan akan memicu perkembangan infeksi jamur ini dan mempersulit pengobatannya. 

Kandidiasis pada HIV/AIDS biasanya membandel dan tak kunjung sembuh menurut Sumber : Sylvia A.Price;Lorraine M.Wilson : Yeast Infection Candida albicans,Pathophisiology, Ed 6, Vol 2,1347, 2002

Karena itu, untuk menjaga kesehatan reproduksi wanita, sebaiknya keringkan area Miss V setelah beraktivitas di toilet dengan menggunakan handuk kecil atau tisu. 

 Ada beberapa pendapat bahwa penggunaan tisu dapat menyebabkan kanker organ reproduksi namun beberapa pendapat ahli Kandungan lainnya mengatakan bahwa hal tersebut masih membutuhkan penelitian lebih lanjut terkait apakah tisu dapat menjadi penyebab langsung terhadap kanker organ reproduksi. 

 Jangan lupa untuk mengganti celana dalam minimal 3 kali sehari atau setiap kali celana dalam sudah basah karena terpercik air atau karena keringat. Celana dalam yang basah karena keringat juga menimbulkan penyakit jamur pada kulit area sela paha misalnya Tinea cruris. Karena itu, sebaiknya segera mengganti celana dalam ketika ia basah karena keringat. 

 3. Cara Menjaga Kesehatan Reproduksi Wanita : Gantilah pembalut saat menstruasi setidaknya 4 jam sekali. 


 Pembalut yang terlalu lama tidak diganti saat menstruasi akan menjadi menjadi media yang sangat baik bagi kuman untuk berkembang biak. Pembalut yang terlalu lama tidak diganti akan memberikan kelembaban yang berlebihan yang merupakan lingkungan yang baik untuk kuman dan jamur, disertai dengan adanya darah menstruasi yang dapat menjadi 'makanan' untuk pertumbuhan kuman. 

 Maka, gantilah pembalut saat menstruasi setidaknya 4 jam sekali atau setiap kali pembalut sudah dirasa penuh, basah, dan tidak nyaman. Ini penting untuk menjaga kesehatan reproduksi wanita. 


4. Cara Menjaga Kesehatan Reproduksi Wanita : Lakukanlah pemeriksaan Pap Smear setahun sekali. 

 Wanita yang telah menikah dianjurkan melakukan pemeriksaan Pap Smear setahun sekali untuk mendeteksi adanya keganasan pada leher rahim. Untuk wanita yang telah melahirkan usahakan selalu memeriksaan Pap Smear tiap tahunnya. 

Semakin sering melahirkan maka risiko timbulnya kanker leher rahim semakin meningkat. Pemeriksaan Pap Smear selain bisa mendeteksi kanker leher rahim, pemeriksaan Pap Smear juga dapat mendeteksi adanya infeksi penyebab keputihan. 

 5. Cara Menjaga Kesehatan Reproduksi Wanita : Jangan abaikan keputihan. 

 Jangan abaikan adanya keputihan. Keputihan dapat normal ataupun tidak normal. Keputihan yang tidak normal perlu mendapat pengobatan segera. 

Wanita perlu mengetahui bagaimana membedakan keputihan yang normal dan tidak normal. 

 Keputihan yang normal yaitu keputihan dengan cairan yang transparan, jernih, tidak berbau, tidak gatal, dan tidak menimbulkan peradangan (kemerahan pada kulit). Keputihan normal terjadi pada saat menjelang menstruasi, setelah menstruasi, saat masa subur, saat bergairah, dan saat stres psikis. 

Keputihan yang tidak normal yaitu keputihan dengan cairan berwarna putih keruh kekuning-kuningan bahkan sampai hijau, gatal, berbau, dan menimbulkan peradangan. 

Penyebab paling banyak keputihan tidak normal ini adalah infeksi dan keganasan. 

 Jika keputihan mempunyai ciri ciri keputihan tidak normal, segeralah berkonsultasi dengan Dokter ObGyn. Jika diketahui bahwa penyebab terjadinya keputihan adalah infeksi, pengobatan sesegera mungkin akan mencegah infeksi menyebar ke organ lain dan menimbulkan peradangan yang lebih luas. 
This entry was posted in