Tampilkan postingan dengan label Health. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Health. Tampilkan semua postingan

Rabu, 17 Februari 2021

Penyebab Gagal Ginjal Yang Paling Sering

penyebab gagal ginjal


DokDin.ID - Gagal ginjal kronik merupakan kondisi klinis akibat kerusakan ginjal yang progresif dan tidak dapat disembuhkan (irreversibel). Perjalanan gagal ginjal hingga mencapai tahap terminal End Stage Renal Disease,dapat bervariasi dari 2-3 bulan hingga 30-40 tahun. 

 Stadium akhir dari kerusakan ginjal ini memerlukan penanganan berupa cuci darah dan transplantasi ginjal. Meskipun penanganan gagal ginjal ini telah maju, namun angka kematian masih tinggi karena prevalensi penyakit diabetes dan kardiovaskular (jantung dan pembuluh darah). 

 Dengan mengetahui penyebab gagal ginjal yang paling sering, Anda dapat menjalankan pola hidup sehat dan menghindari penyebab gagal ginjal tersebut agar Anda bisa mencegah terjadinya gagal ginjal. 

 Apa saja penyebab gagal ginjal yang paling sering? 


 Inilah penyebab gagal ginjal yang paling sering. 


 1. Penyebab Gagal Ginjal Yang Paling Sering : Diabetes (34%) 


 Nefropati Diabetika adalah penyakit ginjal pada pasien diabetes. Nefropati diabetika merupakan penyebab kematian terpenting pada diabetes yang lama. 

 Lebih dari 1/3 penderita diabetes yang baru menyadari mereka mempunyai diabetes melitus dan baru akan menjalani pengobatan diabetes,ternyata sudah mengalami gangguan pada ginjal mereka.

Telah diperkirakan bahwa sekitar 35%-40% Diabetes Tipe 1 akan berkembang menjadi gagal ginjal kronik dalam waktu 15-25 tahun setelah gejala diabetes muncul. 

Diabetes type 2 lebih sedikit berkembang menjadi gagal ginjal kronik yaitu 10%-20% . Penderita diabetes mellitus perlu menerapkan perilaku hidup sehat dan teratur minum obat agar tidak berlanjut menjadi nefropati diabetika atau komplikasi lainnya. 

 2. Penyebab Gagal Ginjal Yang Paling Sering : Hipertensi (21%) 


 Hipertensi dan gagal ginjal memiliki kaitan erat. Jika hipertensi merupakan penyakit primer dapat menyebabkan kerusakan pada ginjal. 

 Sebaliknya, penyakit ginjal kronik dapat menyebabkan hipertensi. Hipertensi yang berlangsung lama dapat mengakibatkan penebalan pada dinding pembuluh darah (sklerosis), dan bila sklerosis terjadi pada pembuluh darah yang melalui ginjal, ginjal dapat mengalami kerusakan, yang pada akhirnya dapat timbul gagal ginjal 


 3. Penyebab Gagal Ginjal Yang Paling Sering : Glomerulonefritis (17%) 


 Glomerulonefritis adalah penyakit peradangan pada kedua ginjal (bilateral). Pada glomerulonefritis, unit fungsional dari ginjal yaitu nefron, dapat rusak seluruhnya pada stadium akhir, dan dapat menimbulkan gagal ginjal. 

 Gejala klinis dari glomerulonefritis ini dapat berupa hematuria (terdapatnya darah dalam urin), proteinuria (terdapatnya protein dalam darah), hipertensi, oedema (seluruh tubuh bengkak) akibat cairan, dan akhirnya menimbulkan kematian akibat uremia. 

 4. Penyebab Gagal Ginjal Yang Paling Sering : Penyakit polikistik ginjal (3,5%) 


 Penyakit polikistik ginjal ditandai dengan kista-kista yang banyak yang berkembang terus, yang lambat laun akan mengganggu fungsi ginjal kemudian merusak ginjal akibat penekanan. 

 Penyakit ini adalah penyakit bawaan dan diturunkan secara dominan autosomal herediter. Ginjal dapat membesar, misalnya sebesar sepatu bola, dan terisi oleh banyak kista yang menyerupai anggur. 

 Kista itu dapat terisi cairan jernih atau darah (hemoragik), dan mudah mengalami komplikasi seperti infeksi saluran kemih berulang, hematuria (terdapatnya darah dalam urin), poliuria (jumlah urin lebih banyak dari normal), dan ginjal mudah membesar/menonjol. 

Sering terjadi hipertensi. Penurunan fungsi ginjal yang progresif biasa terjadi pada penderita polikistik ginjal yang menyebabkan 50% gagal ginjal pada usia 60 tahun. 

 Penyebab gagal ginjal yang lainnya relatif tidak sering terjadi. Meskipun penyebab gagal ginjal bervariasi dan gejala penyakit ginjal stadium dini berbeda-beda, namun pada stadium akhir gejala klinik gagal ginjal hampir sama.
This entry was posted in

Selasa, 16 Februari 2021

Sariawan di Lidah

Sariawan lidah

DokDin.ID - Sariawan di lidah sangat tidak nyaman dan menyakitkan. Sariawan di lidah menyebabkan aktivitas sehari-hari yang sederhana seperti makan, minum, sikat gigi, dan berbicara, menjadi sulit untuk dilakukan. Meskipun demikian, sariawan di lidah biasanya tidak berbahaya atau bisa sembuh sendiri dalam waktu satu sampai 2 minggu. 

 Sariawan di lidah berbentuk bulat atau oval, berwarna merah seperti tengah mengalami peradangan di sekitarnya. Dasar sariawan di lidah bisa berwarna keabuan, kehijauan, kekuningan, atau putih. Di sekitar sariawan di lidah tampak membengkak. 

Perlukah ke Dokter jika Anda mengalami sariawan di lidah ? 

 Pada umumnya, sariawan di lidah tidak membahayakan meskipun sangat nyeri. Namun, rasa nyeri yang tidak tertahankan ini, membuat orang datang berobat ke Dokter. 

Dokter biasanya akan memberikan resep obat antibiotika, anti nyeri, atau bahkan obat anti radang untuk Anda, agar rasa nyeri, pembengkakan, dan rasa tidak nyaman yang Anda rasakan akibat sariawan di lidah bisa berkurang. 

 Meskipun, sariawan di lidah biasanya tidak berbahaya, namun Anda tetap harus waspada jika sariawan di lidah tidak kunjung sembuh sampai 3 minggu atau lebih. Atau saat sariawan di lidah ini semakin lama bukan semakin sembuh, tapi justru semakin membesar dan semakin nyeri. 

 Sariawan yang tidak kunjung sembuh bisa jadi terjadi karena adanya infeksi bakteri atau virus, atau bisa juga disebabkan karena keganasan (kanker lidah). Sariawan di lidah yang disebabkan oleh infeksi bakteri memerlukan pengobatan antibiotika sedangkan yang disebabkan oleh virus biasanya akan sembuh sendiri dalam satu minggu. 

 Sariawan di lidah karena virus biasanya berupa manifestasi penyakit hand, foot, and mouth disease yang biasanya terjadi pada anak-anak di bawah usia 10 tahun, namun bisa juga terjadi pada orang dewasa. 

 Pada penyakit hand, foot, and mouth disease ini selain sariawan di lidah, gejala lain yang paling sering adalah terdapat pula bercak-bercak yang dapat melepuh pada tangan dan kaki, demam, dan sakit tenggorokan. 

 Infeksi virus selain hand, foot, and mouth disease yang bisa menimbulkan gejala sariawan di lidah adalah penyakit infeksi herpes simpleks. Sariawan di lidah yang disebabkan oleh herpes simpleks memerlukan pengobatan anti virus. 

 Selain infeksi bakteri dan virus, ternyata infeksi jamur Candida albicans pada mulut juga bisa menimbulkan sariawan di lidah. Sariawan di lidah karena jamur tentunya memerlukan obat anti-jamur. 

 Sariawan di lidah yang tak kunjung sembuh meskipun telah diobati kemungkinan adalah kanker lidah. 

Selain gejala sariawan di lidah, kanker lidah juga menunjukan gejala-gejala lainnya seperti: Adanya penebalan atau penonjolan di lidah atau daerah mulut sekitar lidah, Lidah terasa nyeri berkepanjangan, sampai-sampai nyerinya terasa hingga ke rahang, Terdapat bercak putih pada lidah bagian atas, gusi, tonsil, atau bagian mulut lainnya, Lidah mudah berdarah, Lidah sulit digerakkan, Lidah mati rasa, Sakit tenggorokan sehingga sulit untuk menelan atau mengunyah. 

Biasanya orang dengan kanker lidah memiliki faktor risiko seperti jenis kelamin paling banyak laki-laki, merokok, minum minuman beralkohol, kebersihan mulut tidak terjaga dengan baik, berumur 40 tahun atau lebih, mempunyai riwayat keluarga kanker lidah, dan daya tahan menurun seperti pada penyakit AIDS. 

 Selain kanker lidah, infeksi bakteri, virus, dan jamur, apa lagi yang menjadi penyebab terjadinya sariawan di lidah ? 

 Penyebab lain sariawan di lidah selain kanker lidah adalah : 
  •  Penyakit Autoimun seperti Lupus, 
  •  Leukoplakia (iritasi kronis yang terjadi pada lidah), 
  • Penyakit pencernaan seperti penyakit radang usus (kolitis), 
  • Penyakit infeksi sekunder dari gigi atau gusi yang menyebar ke lidah, 
  • Kebersihan mulut yang tidak terjaga dengan baik, 
  • Jarang sikat gigi, 
  • Kurang berhati-hati dalam menyikat gigi sehingga melukai lidah, 
  • Lidah yang tergigit saat mengunyah makanan, 
  • Memakan makanan yang keras dan tajam sehingga melukai lidah, 
  • Efek samping minum obat tertentu, dan 
  • Kontak lidah dengan bahan penambal gigi. 

Apa yang harus dilakukan jika mengalami sariawan di lidah? 

 Jika mengalami sariawan di lidah, maka Anda harus memperbaiki kebersihan mulut dengan cara rajin menyikat gigi dan berkumur-kumur dengan cairan khusus antiseptik untuk mulut. 

Saat mengalami sariawan di lidah tentu akan sangat nyeri untuk melakukan hal tersebut. Namun, Anda tetap harus menyikat gigi dan berkumur dengan cairan antiseptik mulut agar sariawan di lidah cepat sembuh. 

 Selain itu, Anda dapat minum obat anti nyeri untuk mengurangi ketidaknyamanan saat mengalami sariawan di lidah. 

Untuk mengkonsumsi obat antibiotik atau anti radang, Anda harus berkonsultasi dengan Dokter terlebih dahulu. Berhati-hatilah saat makan, jangan sampai lidah tergigit. 

Dan hindarilah makan makanan yang pedas dan asam karena dapat lebih mengiritasi sariawan di lidah. 

 Jika memang sariawan di lidah tidak kunjung sembuh selama 3 minggu atau lebih, segeralah mengunjungi Dokter gigi Anda, untuk mendapatkan diagnosa yang pasti, sehingga Anda dapat segera mendapat pengobatan yang tepat. 

 Jangan abaikan sariawan di lidah, terutama jika sariawan di lidah menetap atau semakin parah setelah 3 minggu. 

Sariawan di lidah yang semakin parah bisa ditandai dengan sariawan di lidah yang makin lama makin membesar, membengkak, semakin nyeri dan memerah.
This entry was posted in

Rabu, 23 Desember 2020

Mengenal Endometriosis : Salah Satu Penyebab Kemandulan

endometriosis, nyeri perut, wanita sakit perut


DokDin.ID - Rahim wanita terdiri dari 3 lapisan. Lapisan terluar disebut perimetrium, lapisan tengah terdiri dari otot polos disebut miometrium, dan lapisan terdalam di mana janin tumbuh disebut endometrium. 

Apakah Endometriosis itu?


Pada saat jaringan endometrium tumbuh di luar rahim maka keadaan tersebut disebut endometriosis. 

Jaringan endometrium yang tumbuh ke luar rahim ini disertai dengan perambatan pembuluh darah sehingga memungkinkan endometriosis makin besar dan melebar bahkan dapat membentuk kista endometriosis. 

 Radang atau kista endometriosis ini bisa melekat pada indung telur, usus halus, usus besar, vagina, bahkan bisa sampai ke organ yang jauh dari rahim, misalnya paru-paru. Kista endometriosis ini menimbulkan rasa nyeri yang sangat tidak tertahankan pada sebagian wanita. 

Apa Saja Faktor Risiko Terjadinya Endometriosis ?

 FAKTOR RISIKO ENDOMETRIOSIS adalah sebagai berikut :

  •  Keturunan, 
  •  Siklus menstruasi nya kurang dari 28 hari, 
  •  Panjang menstruasi lebih dari 7 hari,  
  • Pertama kali mendapat haid usia kurang dari 14 tahun, 
  •  Melahirkan di atas 30 tahun untuk anak pertama,  
  • mempunyai bentuk rahim yang tidak normal, 
  •  kulit putih, 
  •  Paparan terhadap pestisida (organoklorin), 
  •  Kurang aktivitas fisik (olahraga), 
  •  Berat badan kurang dari normal (kurang dari Indeks Massa Tubuh Normal), 
  •  Diet (kurang serat dan asam lemak omega 3, tinggi protein hewani seperti sapi), dan 
  •  Perilaku rumah tangga yang menyimpang misalnya berhubungan suami-istri saat menstruasi belum selesai. 

Endometriosis : Salah Satu Penyebab Kemandulan

Endometriosis sering dikaitkan pada terjadinya infertilitas/kemandulan karena keberadaan endometriosis dapat menghalangi jalannya sel telur menuju ke rahim. 

Apa Saja Penyebab Terjadinya Endometriosis?


Penyebab pasti terjadinya endometriosis belum dapat ditegakkan. 

Namun ada beberapa teori yang menjelaskan beberapa kemungkinan sebagai penyebab endometriosis, di antaranya adalah sebagai berikut :

1. Jalannya menstruasi yang bergerak mundur ke saluran telur atau indung telur akibat adanya kelainan bentuk rahim atau faktor lain, 
2. Kelainan sistem kekebalan yang memungkinkan jaringan menstruasi tumbuh di luar dinding rahim, dan 
3. faktor genetika. 

Apa Saja Gejala Endometriosis ?

GEJALA ENDOMETRIOSIS adalah sebagai berikut. 


 1. Gejala Endometriosis : Nyeri haid dan kemandulan 

 Endometriosis menyebabkan nyeri haid karena pada saat siklus haid dimulai, jaringan endometriosis juga ikut dalam siklus itu. Jaringan endometriosis menebal dan terjadi peluruhan saat tidak ada pembuahan janin. Jadi pada saat haid, jaringan endometriosis sama seperti dinding rahim yang sehat, meluruh dan mengeluarkan perdarahan haid, hanya saja perdarahan pada jaringan endometriosis sangat banyak dan menimbulkan nyeri. Perlengketan jaringan endometriosis dapat terjadi pada organ-organ lain dimana jaringan endometriosis yang ikut meluruh pada saat haid ini menjadi jaringan parut pada organ lain yang kontak dengan jaringan endometriosis. Perlengketan yang diakibatkan oleh jaringan endometriosis dapat menyebabkan infertilitas atau kemandulan jika terjadi pada tuba falopii (saluran telur) yang menghalangi jalannya ovum (sel telur) menuju ke rahim (endometrium). 

 2. Gejala Endometriosis : Menstruasi yang tidak teratur 

 Pada saat siklus haid, perdarahan awal berupa bercak-bercak (spotting) yang berasal dari jaringan endometriosis. 

 3. Gejala Endometriosis : Dispareunia 

 Dispareunia adalah nyeri pada saat berhubungan suami-istri. 

4. Gejala Endometriosis : Pembengkakan perut 

 Jika jaringan endometriosis melekat pada usus besar, jalannya sisa makan akan terhambat sehingga menimbulkan pembengkakan perut. Biasanya timbul nyeri pada saat buang air besar, membuat penderita endometriosis trauma untuk pergi ke belakang. 

 5. Gejala Endometriosis : Perdarahan 

 Kista endometriosis dapat melekat pada ovarium dan berisi darah. Pada suatu saat, kista endometriosis yang berisi darah (endometrioma) tersebut dapat pecah dan menimbulkan perdarahan, nyeri yang sangat hebat, dan apabila tidak ditangani secara cepat dapat membahayakan jiwa. 

 

Bagaimana Pengobatan Endometriosis?

Pilihan pengobatan endometriosis dapat berbeda-beda tergantung kepada usia penderita, rencana kehamilan, dan perjalanan penyakitnya. 

 Pengobatan endometriosis dapat berupa obat-obatan hormonal yang dapat menghambat perkembangan endometrium, bahkan sampai dilakukan pembedahan. 

 Pembedahan endometriosis seringkali menyertai pembuangan rahim, saluran telur, dan indung telur, dengan tujuan membuang sebanyak mungkin jaringan endometriosis. 

 Pengobatan endometriosis menjadi lebih kompleks jika penyebarannya sudah mencapai organ yang jauh, seperti misalnya paru-paru. 

 Meskipun demikian, kadang endometriosis dapat muncul tanpa gejala dan tidak terjadi perjalanan penyakit endometriosis lebih lanjut.
This entry was posted in

Minggu, 15 November 2020

Berbagai Penyakit Yang Timbul Pada Lansia


DokDin.ID - Penyakit-penyakit pada usia lanjut (lansia) sering terkait dengan fenomena alami manusia di mana setelah terjadi kelahiran, perkembangan dan pertumbuhan sampai batas tertentu, lalu setelah itu timbul kemunduran fungsi organ, dan akhirnya terjadi kematian. 

 Terjadinya berbagai penyakit pada usia lanjut (lansia) adalah berdasarkan proses kemunduran fungsi organ saat manusia menempuh perjalanan hidupnya menuju kematian. 

 Berbagai penyakit pada usia lanjut (lansia) bisa dicegah secara ilmiah menurut ilmu kedokteran untuk menghambat terjadinya kemunduran fungsi organ yang harapannya bisa memperpanjang harapan hidup Anda. Tapi ilmu kedokteran secanggih apapun tidak dapat menandingi takdir-Nya. Kenyataannya, umur kita yang sudah digariskan oleh takdir tidak bisa diperpanjang dengan berbagai pola hidup sehat yang sifatnya preventif terhadap berbagai penyakit pada usia lanjut (lansia) ini. 

 Upaya pencegahan penyakit pada usia lanjut (lansia) hanya bisa mencegah timbulnya penuaan dini dengan cara menghambat sampai semaksimal mungkin agar tidak terjadi berbagai kemunduran fungsi organ yang dapat menimbulkan penyakit kronis, yang bisa mempercepat kematian. 

 Upaya pencegahan penyakit pada usia lanjut (lansia) tidak bisa memperpanjang rentang hidup alami atau yang disebut Natural Life Span. Karena Natural Life Span kita adalah kuasa-Nya. Namun, siapa sih yang ingin mengalami penyakit kronis menjelang usia lanjut (lansia)? 

Kita semua inginnya selalu sehat sampai kematian menjemput kita, ya, kan. Nah, Semoga dengan mengetahui apa saja penyakit pada usia lanjut (lansia) yang sering terjadi dan cara untuk mencegahnya, Anda bisa mengatur pola hidup sehat dan terhindar dari berbagai penyakit pada usia lanjut (lansia) ini, ya. 

Menurut Anda, apa saja penyakit pada usia lanjut (lansia) yang sering terjadi? 

Inilah penyakit-penyakit pada usia lanjut (lansia) yang sering terjadi. 

 1. Hipertensi 

 Penyakit hipertensi pada usia lanjut (lansia) bisa dianggap biasa oleh kebanyakan orang yang belum paham tentang kesehatan. Kebanyakan dari mereka mengatakan jika tekanan darah 150/90 mmHg dialami oleh lansia, maka hal itu sangatlah biasa. 

 Hipertensi pada lansia dianggap biasa karena pada lansia telah terjadi perubahan fungsi tubuh terkait proses penuaan, sehingga menurut mereka, normal saja jika terjadi peningkatan tekanan darah pada lansia. 

 Padahal kenyataannya, tekanan darah tinggi 150/90 mmHg pada lansia dapat meningkatkan risiko terjadinya komplikasi akibat tekanan darah yang tidak normal tersebut seperti penyakit jantung dan stroke. 

 2. Penyakit Jantung Koroner 

 Timbulnya penyakit jantung koroner biasa dikaitkan dengan seseorang yang memiliki riwayat tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol dengan baik dan memiliki profil lipid darah yang buruk. 

 Penyakit jantung koroner bisa disebabkan akibat adanya sumbatan akibat penumpukan lemak pada pembuluh darah yang keluar atau menuju jantung. Akibat adanya sumbatan lemak pada pembuluh darah jantung timbul gangguan peredaran darah yang keluar masuk jantung. 

Akibatnya jantung kesulitan mendapatkan oksigen untuk meregenerasi sel-sel yang rusak. Dengan demikian, jantung mudah mengalami kerusakan dan akhirnya muncul penyakit jantung koroner. 

 3. Stroke 

 Stroke pada usia lanjut (lansia) paling banyak disebabkan oleh tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol dan penyakit kolesterol yang biasanya tidak disadari tanpa Anda melakukan cek darah untuk kolesterol. 

 Tekanan darah tinggi dapat menekan pembuluh darah dari dalam sehingga pembuluh darah dapat pecah. Pecahnya pembuluh darah dalam otak menyebabkan stroke akibat perdarahan (Stroke hemorraghic) yang bisa mengancam nyawa saat itu juga. Sedangkan kadar kolesterol jahat dalam darah yang tinggi dapat menyumbat pembuluh darah tak terkecuali pembuluh darah dalam otak menyebabkan stroke tanpa perdarahan, yang dalam istilah medis disebut sebagai stroke ischemic. 

4. Kanker 

 Penyakit kanker dahulu paling banyak ditemui pada usia lanjut, tapi tidak pada zaman sekarang. Gaya hidup serba instan membuat kebanyakan orang jarang melakukan olahraga dan makan makanan sehat yang alami. Apalagi mereka yang bekerja dari pagi hingga larut malam. 

Kebanyakan orang akan memakan makanan yang mudah ditemui dan siap saji (junk food) yang sebenarnya sangat minim nilai gizi. Makanan junk food biasanya mengandung pengawet makanan dan penyedap rasa yang jika dikonsumsi secara berlebihan bisa memicu timbulnya kanker. 

 5. PPOK (Penyakit Paru Obstruktif Kronis) 

 Penyakit paru obstruktif kronik (PPOK) sebenarnya sudah mulai berproses ketika seseorang mulai merokok. Paru-paru akan kesulitan untuk mendapatkan oksigen karena saluran napas yang menuju paru-paru mengalami gangguan. 

 Pada penyakit paru obstruktif kronik (PPOK), perjalanan penyakitnya makin lama makin progresif. Tidak ada obat yang bisa mengembalikan fungsi paru seperti keadaan semula sebelum orang tersebut merokok. Maka, sebelum penyakit paru obstruktif kronik (PPOK) ini semakin berjalan lebih lanjut, hentikan merokok, mulai dari sekarang. 

 Penyakit paru obstruktif kronik (PPOK) yang sudah berlangsung lama biasanya menimbulkan kelainan jari berupa jari tabuh (clubbing finger). 

6. Diabetes Mellitus Type-2 

 Kebanyakan lansia memang mengidap penyakit Diabetes Melitus tipe-2 ini. Tapi sekarang zaman sudah bergeser, penyakit Diabetes Melitus tipe-2 ini sekarang menyerang anak dan remaja. 

 Diabetes melitus tipe-2 pada usia lanjut (lansia) tanpa general check up, biasanya baru diketahui ketika lansia mengalami berbagai komplikasi. 

 Oleh karena itu, sebaiknya Anda kenali lebih jauh 10 tanda klinis Diabetes Melitus tipe-2 ini agar Anda dapat lebih mewaspadai dan segera berkonsultasi dengan Dokter ketika gejala diabetes melitus muncul. 

 7. Osteoporosis 

 Osteoporosis pada usia lanjut (lansia) sering terjadi. Sebenarnya, osteoporosis atau pengeroposan tulang sudah terjadi sejak usia 40 tahun, yang kemudian berlanjut hingga usia 85-90 tahun. 

Osteoporosis adalah suatu keadaan di mana massa tulang Anda semakin lama semakin berkurang per unit volume, sampai tulang tidak bisa menopang berat badan Anda lagi. Puncaknya, jika pengeroposan tulang ini terus berlangsung, tulang Anda dapat mengalami patah tulang spontan meskipun tanpa aktivitas. 

 Yang terjadi pada tulang ketika osteoporosis ini, dapat Anda cegah dengan rajin berolahraga, terpapar sinar matahari pagi sebelum jam 8 untuk mendapatkan asupan vitamin D alami, makan makanan tinggi kalsium dan suplemen kalsium. Hendaknya pencegahan osteoporosis ini Anda lakukan sebelum mencapai usia 35 tahun agar osteoporosis benar-benar dapat Anda cegah secara optimal. 

8. Osteoarthritis 

 Pengapuran sendi (osteoarthritis) sering terjadi pada usia lanjut (lansia).Namun, tidak menutup kemungkinan, pengapuran sendi (osteoarthritis) dapat terjadi bahkan sebelum usia 40 tahun. 

Osteoarthritis yang terjadi sebelum usia 40 tahun terkait dengan banyak tidaknya faktor risiko untuk terjadinya pengapuran sendi (osteoarthritis). Semakin banyak faktor risiko pengapuran sendi, semakin mungkin orang itu mengalami pengapuran sendi (osteoarthritis). 

 9. Kolelithiasis 

 Kolelithiasis adalah istilah medis untuk penyakit batu empedu. Penyakit batu empedu sering dialami lansia terkait pola makan yang tinggi lemak dan minim serat. Kelebihan berat badan dapat meningkatkan risiko terkena penyakit batu empedu yang hanya bisa disembuhkan melalui jalan operasi ini. 

 Membicarakan pencegahan penyakit pada usia lanjut (lansia) tentu tak lepas dari suatu cabang ilmu kedokteran yaitu Gerontologi. 

 Gerontologi adalah suatu ilmu yang mempelajari proses menua yang lahir dari kesadaran manusia atas adanya fenomena kelahiran, kemunduran, dan kematian. 

 Gerontologi sangat terkait dengan ilmu kedokteran karena masalah gangguan kesehatan pada usia lanjut (lansia) adalah yang paling menonjol dari masalah kesehatan yang lain. Sehingga dengan adanya ilmu gerontologi medis ini, penyekit-penyakit pada usia lanjut (lansia) bisa dipelajari untuk dicari bagaimana cara pencegahan penyakit usia lanjut (lansia) agar tidak sampai terjadi. 

 Bagaimana cara pencegahan penyakit pada usia lanjut (lansia)? 

Cara pencegahan penyakit pada usia lanjut (lansia) adalah sebagai berikut. 

 Sebenarnya cara pencegahan penyakit pada usia lanjut (lansia) itu sendiri terbagi atas 3, yaitu : Pencegahan primer, Pencegahan sekunder, dan Pencegahan tersier 

 1. Pencegahan Primer 

Terkait Penyakit pada Lanjut Usia (Lansia) Yang dimaksudkan upaya pencegahan primer adalah bagaimana cara Anda untuk mengurangi atau lebih baik lagi jika Anda bisa menghindari faktor risiko untuk menderita sakit pada usia lanjut, misalnya dengan cara melakukan imunisasi. 

 2. Pencegahan Sekunder 

Terkait Penyakit pada Lanjut Usia (Lansia) Pencegahan sekunder adalah saat Anda melakukan general check up lalu kemudian melakukan terapi terhadap gangguan kesehatan yang ditemukan pada hasil pemeriksaan. Misalnya Anda melakukan general check up meliputi cek darah. 

 Saat hasil laboratorium sudah selesai, Anda menemukan ada beberapa gangguan kesehatan berupa hasil laboratorium yang abnormal seperti kadar kolesterol darah yang tinggi atau kadar asam urat darah yang tinggi. Lalu Anda berkonsultasi ke Dokter untuk mengobati keadaan tersebut agar tidak muncul komplikasi yang lebih berat. Misalnya untuk kadar kolesterol yang tidak normal jika tidak segera ditangani bisa menyebabkan penyakit jantung koroner atau stroke di masa yang akan datang. 

 3. Pencegahan Tersier 

 Pencegahan tersier adalah ketika penyakit kronis degeneratif ini sudah terlanjur terjadi, lalu Anda melakukan berbagai upaya agar penyakit tersebut tidak berkembang menjadi lebih parah dan menimbulkan ketidakmampuan untuk melakukan sesuatu (disabilitas). 

 Misalnya ketika seseorang terkena penyakit pada lanjut usia (lansia) yang menyerang sendi lutut, yaitu osteoarthritis (pengapuran). Jika ia tidak mencari bantuan pengobatan, osteoarthritis ini akan berkelanjutan menyebabkan ketidakmampuan untuk berjalan. 

 Osteoarthritis yang berkepanjangan tanpa pengobatan akhirnya bisa menyebabkan kelumpuhan akibat sendi lututnya terlalu kaku, sehingga sulit untuk digerakkan. 

 Apa yang harus Anda lakukan untuk mencegah penyakit pada usia lanjut (lansia)? 

 Ini yang harus Anda lakukan untuk mencegah penyakit pada usia lanjut (lansia). Sebagai pencegahan primer penyakit hipertensi pada usia lanjut (lansia), Anda dapat melakukannya sekarang! Jangan terlalu sering mengkonsumsi makanan yang asin, berlemak, sehingga Anda dapat mengontrol berat badan Anda. 

 Konsumsi terlalu banyak garam dapat meningkatkan tekanan darah Anda. Tambahan lagi jika Anda memiliki postur tubuh yang gemuk (overweight). Kegemukan meningkatkan penyakit hipertensi. Jadi jika Anda gemuk dan penyuka makanan asin, waspadalah, penyakit hipertensi siap menyerang Anda.

 Jika penyakit hipertensi sudah terlanjur menyerang Anda, maka lakukanlah pencegahan sekunder yaitu dengan mengkonsumsi obat anti hipertensi secara teratur. Minum obat anti hipertensi secara teratur dapat menurunkan risiko terkena komplikasi akibat penyakit hipertensi. 

 Mungkin timbul pertanyaan dalam benak Anda tentang apa saja komplikasi akibat penyakit hipertensi. 

Komplikasi yang mungkin timbul akibat penyakit hipertensi pada usia lanjut yang tidak mendapat pengobatan secara teratur misalnya penyakit jantung HHD (Hypertensive Heart Disease), Stroke akibat perdarahan otak (Haemorraghic Stroke), atau penyakit ginjal hipertensi. 

 Jika penyakit jantung HHD, stroke, dan berbagai penyakit lain akibat komplikasi ini sudah muncul, maka yang dapat Anda lakukan hanya berusaha agar penyakit-penyakit tersebut tidak menimbulkan disabilitas (ketidakmampuan) untuk melakukan kegiatan sehari-hari. 

 Misalnya pada penyakit stroke. Meskipun penyakit stroke telah bisa diobati, namun hendaya yang muncul akibat serangan stroke akan tersisa. Hendaya pasca serangan stroke yang sering terjadi adalah kelumpuhan. Jika sudah terjadi kelumpuhan, maka hal yang dapat Anda lakukan adalah melakukan pencegahan tersier agar kelumpuhan ini tidak berjalan lama sehingga menimbulkan kelumpuhan yang permanen. Biasanya fisioterapi dan terapi akupunktur kerap disarankan oleh Dokter untuk dilakukan oleh mereka selepas serangan stroke. 

 Penyakit jantung koroner dan stroke adalah dua penyakit yang terkait dengan tekanan darah tinggi yang tidak segera diobati. Oleh karena itu, jika Anda mempunyai riwayat hipertensi, lakukanlah pemeriksaan rutin untuk mengecek tekanan darah Anda. Upayakan agar tekanan darah selalu dalam batas normal. 

Dengan mengontrol tekanan darah Anda agar selalu dalam nilai yang normal, Anda dapat mencegah timbulnya penyakit jantung koroner dan stroke di kemudian hari. Selain mengontrol tekanan darah Anda, untuk mencegah timbulnya penyakit jantung koroner dan stroke pada usia lanjut (lansia), Anda harus melakukan pola hidup sehat. 

 Pola hidup sehat seperti tidak merokok, menjaga berat badan agar tetap ideal, mengurangi konsumsi lemak, dan rajin berolahraga, dapat sangat jauh menurunkan faktor risiko terjadinya penyakit jantung koroner dan stroke. 

 Penyakit kanker saat ini marak terjadi bukan hanya pada usia lanjut saja karena gaya hidup instan jaman sekarang sudah mempengaruhi pola makan dari makanan yang natural ke makanan junk food. Penyakit kanker pada usia lanjut seakan menurun angka kejadiannya dikarenakan penyakit kanker sudah menyerang pada usia yang lebih muda dari usia 60 tahun. 

Untuk mencegah timbulnya kanker di masa yang akan datang, sebaiknya Anda hanya makan makanan sehat yang alami ketimbang makanan instan yang minim nilai gizi bagi tubuh Anda. Juga jika Anda adalah perokok aktif, sebaiknya hentikan merokok. 

Merokok mengandung zat-zat karsinogenik yang dapat menimbulkan kanker. Makanan yang mengandung banyak lemak dan pengawet juga berpotensi menimbulkan kanker. Jadi sebaiknya Anda mulai mengurangi makanan berlemak dan junk food. 

 Beralihlah ke makanan yang lebih sehat dan alami yang banyak mengandung vitamin dan mineral yang diperlukan tubuh seperti buah-buahan dan sayur-sayuran. 

 Untuk Kanker serviks yang banyak menyerang wanita belakangan ini, bisa Anda cegah dengan melakukan imunisasi. 

 Penyakit paru obstruktif kronik pada usia lanjut berhubungan dengan aktivitas merokok. Maka, untuk mencegah terjadinya penyakit paru obstruktif kronik (PPOK), Anda harus berhenti merokok atau terbebas dari pajanan asap rokok. 

 Pada usia lanjut, penyakit Diabetes Melitus tipe-2 juga sering terjadi. Untuk mencegah terjadinya penyakit Diabetes Melitus tipe-2 saat usia lanjut, Anda dapat melakukan olahraga teratur agar proses metabolisme tubuh Anda berjalan dengan semestinya. 

 Pada usia lanjut, proses metabolisme tubuh menurun. Jika saat usia lanjut, pola makan Anda tetap sama dan jarang melakukan olahraga, sedangkan proses metabolisme tubuh sudah menurun, maka pertambahan berat badan pasti akan terjadi. Itulah mengapa orang tua cenderung gemuk dan susah menurunkan berat badan. Padahal mempunyai berat badan ideal adalah penting untuk dilakukan untuk menurunkan risiko terkena penyakit Diabetes Melitus tipe-2. 

 Selain memiliki berat badan ideal, terdapat berbagai cara mencegah penyakit DIABETES MELITUS TIPE-2 lainnya yang bisa Anda terapkan sehari-hari. 

 Osteoporosis pada usia lanjut dapat dicegah jika sebelum usia Anda 35 tahun, asupan kalsium Anda mencukupi. Makanan tinggi kalsium saat lanjut usia tidak begitu membawa pengaruh besar, karena transpor kalsium untuk bisa masuk ke dalam tulang adalah hormon estrogen. 

 Pada usia lanjut, Wanita sudah mengalami menopause di mana hormon estrogen sudah tidak diproduksi lagi. Sehingga konsumsi kalsium saat usia lanjut untuk dapat mencegah osteoporosis masih dipertanyakan tentang keberhasilannya, mengingat transportasi kalsiumnya sendiri, yaitu hormon estrogen, sudah tidak diproduksi lagi. Hindari juga mengkonsumsi minuman bersoda dan beralkohol karena bisa mempengaruhi kesehatan tulang dan sendi. 

 Masalah tulang dan sendi memang banyak dialami oleh lansia. Masalah pengapuran sendi (osteoarthritis) bahkan bisa menjadi penyakit serius meskipun tidak mengancam nyawa seperti penyakit jantung, stroke, dan lain-lain. 

 Pengapuran sendi (osteoarthritis) pada usia lanjut (lansia) bisa menyebabkan kelumpuhan jika tidak segera ditangani yang akan diperparah dengan kegemukan. Karena itu, Anda harus menjaga diet sehat dan alami yang sesuai dengan kebutuhan kalori Anda agar tidak kelebihan berat badan. 

 Anda dapat menghitung sendiri kebutuhan kalori harian Anda jika berat badan Anda saat ini sudah normal dengan cara ini. Namun, jika berat badan Anda saat ini overweight, maka hasil perhitungan kebutuhan kalori harian Anda dengan cara tadi, harus dikurangi lagi dengan kalori yang harus dihilangkan untuk mencapai penurunan berat badan yang diinginkan guna mencapai berat badan ideal. 

Berat badan ideal mempunyai peran penting untuk kesehatan dan juga penampilan Anda. Berat badan ideal juga bisa mencegah terjadinya penyakit kolelitiasis (batu empedu) pada usia lanjut (lansia) selain berbagai penyakit yang tersebut di atas.
This entry was posted in

Demam Tifoid



DokDin.ID - Penyakit tifus (demam tifoid) tentu bukan suatu penyakit baru yang masih asing di dengar, sebaliknya penyakit tifus (demam tifoid) adalah penyakit yang banyak menimpa keluarga atau kerabat kita yang sudah akrab sekali kita dengar namanya. 

        Penyakit tifus (demam tifoid) adalah penyakit infeksi akut yang menyerang usus halus. Penyakit tifus (demam tifoid) hampir sama gejalanya dengan penyakit paratifus (demam paratifoid) hanya saja kuman penyebabnya yang berbeda, meskipun tampak mirip. 

        Apakah penyebab penyakit tifus (Demam Tifoid) ? 

    Penyebab penyakit tifus (demam tifoid) adalah kuman/bakteri Salmonella typhi, Salmonella paratyphi A, Salmonella paratyphi B, dan Salmonella paratyphi C.  

        Penyebaran Penyakit Tifus (Demam Tifoid) Penyakit tifus (demam tifoid) adalah penyakit endemis (banyak ditemukan) di Indonesia. Karena penyakit tifus (demam tifoid) adalah penyakit yang menular maka pernah suatu ketika di suatu daerah di negara kita, penyakit tifus (demam tifoid) ini menjadi wabah penyakit. 

        Penyakit tifus (demam tifoid) ini biasanya mudah ditemukan di suatu daerah secara terpencar-pencar. Meskipun penyakit tifus (demam tifoid) adalah penyakit menular, namun sayangnya sumber penularannya biasanya tidak ditemukan. Sumber penularan penyakit tifus (demam tifoid) ini terutama berasal dari makanan dan minuman yang terkontaminasi dengan kuman Salmonella typhi. 

        Mengapa makanan dan minuman dapat terkontaminasi dengan kuman Salmonella typhi ? Jadi kuman Salmonella typhi ini terdapat dalam tinja dan air kemih individu yang terkena penyakit tifus (demam tifoid). 

            Ketika tempat pembuangan tinja dan air kemih ini mencemari tempat sumber makanan misalnya kebun sayuran, maka kemungkinan besar, sayuran yang dipanen dari kebun tersebut tercemar oleh kuman Salmonella typhi. Jika sayuran tidak dicuci dan dimasak dengan baik, kuman Salmonella typhi ini masih hidup dan jika sayuran tersebut termakan oleh kita, bisa menjadi penyebab penyakit tifus (demam tifoid) saat daya tahan tubuh kita sedang menurun. 

            Kuman Salmonella typhi bukan saja terdapat dalam tinja dan air kemih individu yang sedang sakit tifus (demam tifoid) tapi bisa juga terdapat dalam tinja dan air kemih individu yang sudah sembuh dari penyakit tifus (demam tifoid) ini. Individu yang sudah sembuh dari penyakit tifus (demam tifoid) tapi masih mengandung kuman Salmonella typhi dalam tinja dan air kemihnya disebut carrier. Biasanya kuman Salmonella typhi bertahan dalam tinja dan air kemih carrier ini selama satu tahun atau bahkan lebih. 

            Makanan yang dapat tercemar kuman Salmonella typhi bukan hanya sayuran saja, namun jenis makanan lain misalnya ikan, daging, buah-buahan dapat tercemar kuman ini jika dicuci dengan air yang tercemar Salmonella typhi atau jika disimpan pada tempat penyimpanan yang juga tercemar kuman ini. Begitulah kira-kira, perjalanan kuman Salmonella typhi sampai menjadi biang penyakit tifus (demam tifoid) pada manusia. 

            Faktor Risiko Penyakit Tifus (Demam Tifoid) 

1. Lingkungan 

Siapa saja dapat terserang penyakit tifus (demam tifoid) namun individu yang tinggal di lingkungan yang kurang bersih, sanitasi kurang baik, kebiasaan makan makanan di pinggir jalan yang kebersihannya kurang baik, serta daya tahan tubuh yang sedang menurun dapat mempermudah terjadinya penyakit tifus (demam tifoid) ini. 

2. Umur 

Di daerah yang banyak penderita penyakit tifus (demam tifoid), biasanya penderita penyakit tifus (demam tifoid) adalah anak-anak. Hal ini berhubungan pada daya tahan tubuh anak-anak yang belum terbentuk dengan sempurna. Sedangkan pada orang dewasa, penyakit tifus (demam tifoid) ini sering menimbulkan gejala-gejala infeksi ringan saja seperti mual, muntah, demam malam hari, yang bisa hilang dengan sendirinya dan kemudian menjadi kebal terhadap penyakit ini. *Dengan catatan, daya tahan tubuh harus dalam kondisi prima. Angka kejadian penyakit tifus (demam tifoid) adalah 70-80 % pada anak usia 12 tahun ke atas. Artinya, dari 100 orang yang kontak dengan kuman Salmonella typhi, sebanyak 70-80 orang anak usia 12 tahun ke atas, terserang penyakit tifus (demam tifoid). Sedangkan, angka kejadian penyakit tifus (demam tifoid) pada individu usia 30-40 tahun hanya 10-20%. Dan pada dewasa usia 40 tahun ke atas, hanya 5-10%. 

3. Jenis kelamin 

Tidak ada perbedaan yang nyata terhadap jenis kelamin, apakah laki-laki atau perempuan yang lebih dominan untuk terserang penyakit tifus (demam tifoid). Kemungkinan terjadinya tidak berdasarkan jenis kelamin. 

4. Musim 

Penyakit tifus (demam tifoid) dapat ditemukan sepanjang tahun. Lalu bagaimanakah perjalanan kuman Salmonella typhi ini saat masuk ke dalam tubuh manusia untuk kemudian menimbulkan penyakit tifus (demam tifoid) ? 

Kuman Salmonella typhi masuk ke dalam tubuh manusia saat makanan dan minuman yang dikonsumsi individu tersebut sudah tercemar. Saat masuk makanan dan minuman masuk ke dalam lambung, sebagian kuman akan mati, namun jika daya tahan tubuh individu tersebut kurang prima, maka sebagian kuman Salmonella typhi akan masuk ke dalam usus halus. 

Kuman ini kemudian menembus lapisan usus halus, memasuki aliran getah bening, dan akhirnya berhasil masuk ke pembuluh darah dan mengikuti alur sirkulasi darah. Pada saat kuman, mampu menembus usus halus, dapat terjadi perlukaan dan perdarahan pada usus halus. Dan gejala-gejala penyakit tifus (demam tifoid) mulai timbul. 

Gejala Penyakit Tifus (Demam Tifoid) Gejala-gejala penyakit tifus (demam tifoid) ternyata baru muncul setelah individu tersebut sudah terinfeksi selama 10-14 hari (masa tunas 10-14 hari). 

Gejala penyakit tifus (demam tifoid) yang biasanya muncul pada minggu pertama adalah sbb ; Demam sore-malam hari, Nyeri kepala, Pusing berputar, Nyeri otot (biasanya di otot betis dan leher belakang), Tidak nafsu makan, Mual, Muntah, Buang air besar tidak lancar, Kadang-kadang diare, Perasaan tidak enak di perut, dan Batuk . 

Gejala penyakit tifus (demam tifoid) yang biasanya muncul pada minggu kedua adalah sbb ; Demam, Lidah tampak putih/kotor, Pembesaran hati (hepatomegali), Pembesaran limpa (splenomegali), Bahkan sampai ada gejala psikis seperti mengacau, selalu mengantuk (somnolen), atau koma. Penyakit tifus (demam tifoid) jika tidak diobati dengan segera dapat menimbulkan komplikasi yang fatal (dapat menimbulkan kematian). 

Mengingat hal itu, jika anggota keluarga kita menderita demam lebih dari tiga hari, yang tidak kunjung turun dengan pengobatan biasa, segeralah konsultasikan pada Dokter. 

Apa saja komplikasi penyakit tifus (demam tifoid) yang dapat timbul ? 

Penyakit tifus (demam tifoid) dapat menimbulkan komplikasi yang fatal berupa kematian biasanya jika daya tahan tubuh terlalu lemah misalnya pada bayi, keadaan kekurangan gizi , atau telah menderita penyakit lainnya yang menyerang daya tahan tubuh seperti HIV. 

Komplikasi penyakit tifus (demam tifoid) yang dapat timbul pada usus adalah sbb ; Perdarahan Perforasi (Usus halus berlubang), dan Ileus paralitik (Usus tidak bisa berkontraksi sehingga penderita penyakit tifus tidak dapat buang air besar atau bahkan buang gas). 

Sedangkan komplikasi penyakit tifus (demam Tifoid) yang terjadi di luar usus halus adalah sbb ; 

  1. Komplikasi pada jantung 
    • kegagalan jantung untuk melakukan peredaran darah di seluruh tubuh
    • radang otot jantung (miokarditis)
  2. Komplikasi pada darah 
    • anemia 
    • penurunan kadar trombosit darah (trombositopenia)
  3. Komplikasi paru-paru 
    • pneumonia (radang paru-paru)
    • empiema (mengumpulnya nanah/kuman pada jaringan paru)
    • pleuritis (radang selaput pleura)
  4. Komplikasi hati dan kandung empedu 
    • hepatitis
    • kolestitis (radang pada kandung empedu)
  5. Komplikasi saraf dan kejiwaan 
    • gejala kebingungan (delirium)
    • meningitis (radang selaput otak) 
    • gangguan jiwa (psikosis)
  6. Komplikasi tulang 
    • radang tulang
    • radang sendi (artritis)
  7. Komplikasi ginjal 
    • radang pada ginjal (glomerulonefritis, pielonefritis, dan perinefritis).
Pengobatan Penyakit Tifus (Demam Tifoid) Mengetahui bahwa komplikasi penyakit tifus (demam tifoid) ini bukan main-main, maka penderita penyakit tifus (demam tifoid) memang harus dirawat dengan penuh perhatian. 

Mulai dari tirah baring baik di rumah atau di rumah sakit, pengobatan antibiotik yang teratur, dan pemilihan diet makanan yang tepat. 

1. Tirah Baring 

Biasanya jika seseorang terserang penyakit tifus (demam tifoid) dan keadaan umumnya sudah mulai menurun, maka ia akan dirawat di rumah sakit untuk mendapatkan perawatan intensif, terutama jika gejala muntah-muntah sudah hebat sehingga makanan tidak lagi dapat masuk melalui mulut. Tirah baring perlu dilakukan sampai 7 hari bebas demam untuk mencegah terjadinya komplikasi perdarahan usus. 

2. Antibiotik 

Pengobatan untuk membunuh kuman Salmonella typhi dan Salmonella paratyphi adalah antibiotika. Antibiotika biasanya akan diresepkan oleh Dokter untuk beberapa hari lalu Dokter akan menganjurkan untuk kontrol kembali jika Anda melakukan rawat jalan. Tujuan melakukan kunjungan Dokter kembali adalah bahwa Dokter perlu melihat apakah kondisi pasien sudah terbebas dari demam untuk kemudian meresepkan obat antibiotika selama 7 hari setelah bebas demam. Pemberian antibiotik dilakukan dengan cara diminum (oral) jika penderita tidak muntah-muntah, atau diberikan dengan cara disuntik (intravena) ke pembuluh darah atau melalui jalur infus jika penderita penyakit tifus (demam tifoid) dirawat di rumah sakit. Ingat, minumlah obat antibiotika yang diresepkan Dokter sampai habis untuk mencegah kuman Salmonella menjadi kebal terhadap antibiotika tersebut dan supaya penyakit tifus (demam tifoid) dapat segera disembuhkan dengan total. 

3. Pemilihan Diet Makanan 

Diet makanan yang baik untuk penderita penyakit tifus (demam tifoid) adalah makanan lunak (bubur) dan diet rendah serat. Hindarilah sayuran dan buah yang mempunyai serat kasar. 

Setiap orang yang terinfeksi Salmonella, akan mengeluarkan kuman tersebut melalui tinja dan air kemihnya selama 3 bulan setelah sembuh. Jika setelah sembuh selama 3 bulan, tetapi individu tersebut masih mengeluarkan kuman Salmonella dalam tinja dan air kemihnya, maka mereka disebut sebagai carrier. Carrier ini memegang peranan yang cukup penting dalam alur penularan penyakit tifus (demam tifoid) sehingga penyakit tifus (demam tifoid) dapat mudah ditemukan di manapun. 


This entry was posted in

Demam Berdarah Dengue


DokDin.ID - Di negara kita jika musim hujan datang, identik dengan banjir dan penyebaran penyakit demam berdarah.

Meskipun bukan hal yang baru bahwa demam berdarah akan meningkat kejadiannya seiring dengan musim hujan, namun kita akan me-review mengenai penyakit infeksi demam berdarah dengue ini supaya kita selalu ingat akan tanda-tanda klinisnya.



Dengue 1 dan 2 ditemukan di Papua ketika berlangsungnya Perang Dunia II, sedangkan Dengue 3 dan 4 ditemukan pada saat wabah di Filipina tahun 1953-1954.

Virus Dengue berbentuk batang, bersifat termolabil, dan stabil pada suhu 70 derajat celcius.

Ke-4 serotipe virus Dengue ditemukan di Indonesia. Virus Dengue serotipe 3 yang paling sering beredar.

Vektor utama virus Dengue di Indonesia adalah Nyamuk Aedes aegypti, Aedes albopictus. 

Nyamuk Aedes bersarang pada penampung air bersih seperti bak mandi, drum penyimpan air, kaleng bekas, talang air, dan lain-lain.


Adanya nyamuk Aedes tersebut berhubungan erat dengan dengan faktor sbb:

  1. kebiasaan warga menampung air bersih untuk keperluan sehari-hari,
  2. sanitasi lingkungan yang kurang baik,
  3. penyediaan air bersih yang langka,
  4. keadaan lingkungan di mana terdapat banyak genangan air hujan.

Terjangkitnya penyakit demam berdarah semakin sering jika :

  1. antar rumah jaraknya berdekatan, yang memungkinkan penularan karena jarak terbang Aedes aegypti 40-100 meter,
  2. dalam suatu daerah terdapat banyak warga, karena nyamuk Aedes aegypti betina mempunyai kebiasaan menggigit berulang (multiple biter), yaitu menggigit beberapa orang secara bergantian dalam waktu yang singkat.

Oleh karena itu, penyakit demam berdarah semakin lama semakin meningkat jumlahnya, terutama di kota besar, di mana tingkat kepadatan penduduknya sangat tinggi.

Demam berdarah Dengue cenderung meningkat pada musim hujan, kemungkinan disebabkan  oleh :

  1. Perubahan musim mempengaruhi gigitan nyamuk, karena pengaruh musim hujan, puncak jumlah gigitan terjadi pada siang dan sore hari.
  2. Perubahan musim mempengaruhi sikap manusia sendiri dalam sikapnya terhadap gigitan nyamuk, misalnya lebih banyak berdiam diri selama musim hujan.

Gambaran klinis demam berdarah dengue sangat bervariasi di antaranya dari yang paling ringan Dengue Fever, Demam Berdarah Dengue, sampai yang paling berat Dengue Shock Syndrome. 

Seseorang yang digigit nyamuk Aedes aegypti, dan terinfeksi oleh virus Dengue, akan menimbulkan gejala setelah 3-15 hari, atau rata-rata 5-8 hari.

Gejala yang dapat timbul pada Dengue Fever atau Demam Dengue yaitu :

  1. Suhu meningkat secara tiba-tiba,
  2. Sakit kepala dapat menyeluruh atau berpusat pada daerah di atas mata atau di belakang mata,
  3. Nyeri hebat pada otot dan tulang (break bone fever),
  4. mual muntah,
  5. batuk ringan,
  6. Otot sekitar mata terasa berat dan pegal, terlihat pembengkakan sekitar mata, dan sensitif terhadap cahaya (fotofobia).

Jika pada stadium Demam Dengue dilakukan pemeriksaan lab darah maka hasil yang ditemukan hitung sel leukosit yang menurun (leukopenia), trombosit di sini belum menurun.

Jika daya tahan tubuh kuat dan mampu melawan virus Dengue, maka ia akan sembuh pada hari ke 4-5 hari. Namun jika infeksi virusnya berkembang maka Demam Dengue berubah menjadi Demam Berdarah Dengue.

Gejala pada Demam Berdarah Dengue berupa :

  1. Demam yang menurun pada hari ke 3-5, yang diikuti dengan tanda perdarahan yaitu bintik-bintik perdarahan (petekia), memar (hematoma), buang air besar hitam (melena), muntah darah (hematemesis), atau yang paling mudah dikenali seperti mimisan. Semua gejala tersebut di atas tidak semuanya dapat dialami oleh setiap penderita demam berdarah dengue.
  2. Terkadang ditemukan pembesaran kelenjar getah bening yang lunak tapi tidak nyeri di lipatan ketiak, lipatan paha, atau leher.
  3. Hati umumnya membesar dan menimbulkan nyeri pada perut sebelah kanan atas.
  4. Gejala tambahan yang mungkin timbul seperti lidah yang tampak kotor dan keputihan (coated tongue) kesulitan buang air besar.

Jika seseorang melakukan cek lab darah pada stadium ini, maka ditemukan kadar trombosit kurang dari normal (trombositopenia) dan pengentalan darah (hemokonsentrasi).

Pada hari ke 3-7 bukan selalu seseorang yang terinfeksi virus Dengue menjadi penderita Demam Berdarah Dengue, bahkan dapat jatuh pada keadaan syok yang mengancam pada kematian, yaitu DSS (Dengue Shock Syndrome).

Dengue Shock Syndrome adalah Demam Berdarah Dengue Derajat IV, yaitu derajat yang paling berat di  mana saat ini tekanan darah dan nadi seseorang sudah tidak dapat terukur oleh Dokter yang merawat.

Sebelum seseorang jatuh pada keadaan syok, tanda-tanda klinis yang harus diperhatikan adalah :

  1. kulit menjadi lembab dan dingin,
  2. pada ujung hidung, jari-jari tangan dan kaki tampak kebiruan (sianosis perifer),
  3. penurunan tekanan darah (hipotensi).

Jika gejala-gejala renjatan tersebut muncul, harus segera dilakukan tindakan medis yang intensif agar keadaan tidak jatuh pada keadaan syok yang dapat menimbulkan kematian.

This entry was posted in

tanda penyakit demam berdarah

demam berdarah dokdin.id


DokDin.ID - Sesuai namanya, penyakit demam berdarah dengue, pastinya setiap orang yang mengalami penyakit ini akan mengalami demam. Tapi, pertanyaannya adalah bisakah gejala demam
dijadikan patokan sebagai tanda Anda terserang penyakit demam berdarah dengue?


Saat Anda mengalami demam yang tidak segera turun setelah beberapa hari meskipun Anda sudahmeminum obat penurun panas, mungkin saja Anda akan berpikir bahwa demam yang Anda alami adalah bukan demam biasa.

Demam yang tak kunjung hilang selama beberapa hari sering dihubungkan dengan demam berdarah dengue atau demam tifoid meskipun bukan hanya penyakit demam berdarah dengue dan penyakit tifoid saja yang bisa menimbulkan keluhan demam.

Demam adalah suatu reaksi kekebalan tubuh terhadap sesuatu yang mengganggu kesehatan, bisa karena infeksi, ketidakseimbangan hormon, trauma, radang, atau tumor/keganasan. Demam juga bisa dikaitkan dengan reaksi tubuh terhadap obat-obatan, misalnya antibiotika.

Jadi, demam itu sendiri bukanlah suatu penyakit. Demam seperti sebuah alarm tubuh yang menandakan bahwa sedang terjadi sesuatu di dalam tubuh kita.

Lalu, jika demam bukanlah suatu tanda utama dari penyakit demam berdarah dengue dan tidak bisa dijadikan patokan diagnosa penyakit demam berdarah dengue, bagaimana cara agar Anda mengetahui tanda-tanda Anda terserang penyakit demam berdarah dengue?

Inilah tanda-tanda Anda terserang penyakit demam berdarah dengue yang patut Anda ketahui.

Tanda Anda terserang penyakit demam berdarah dengue adalah demam yang Anda alami terjadi dan semakin meningkat secara tiba-tiba. Demam yang meningkat begitu saja disertai dengan nyeri kepala yang hebat terutama di area sekitar mata.

Tanda Anda terserang penyakit demam berdarah dengue juga bisa diketahui saat Anda tiba-tiba mudah sekali mengalami perdarahan seperti gusi berdarah, bercak bintik-bintik merah bawah kulit, buang air besar berdarah, mimisan, dan muntah yang disertai darah.

Selain itu, gejala nyeri otot, nyeri perut, diare, yang menyertai demam dan tanda perdarahan, juga bisa merupakan tanda Anda terserang penyakit demam berdarah dengue.

Dasar kelainan Demam Berdarah Dengue adalah reaksi Antigen-Antibodi yang mengakibatkan vaskulopati, trombositopenia, koagulopati, dan perubahan imunitas humoral dan seluler.

Trombositopenia adalah keadaan di mana jumlah trombosit dalam darah Anda kurang dari normal. Trombositopenia juga merupakan salah satu tanda Anda terserang penyakit demam berdarah dengue.

Cara untuk mengetahui trombositopenia yaitu Anda harus melakukan pemeriksaan laboratorium untuk mengecek keadaan darah lengkap, namanya cek darah lengkap atau DL. .

Saat Anda terserang penyakit demam berdarah dengue, Anda juga akan mengalami mata merah (injeksi konjungtiva), mata sering berair (lakrimasi), dan tiba-tiba Anda menjadi lebih sensitif terhadap cahaya atau merasa silau ketika melihat ke luar rumah (fotopobia).

Berikut adalah daftar tanda Anda terserang penyakit demam berdarah dengue.

Ini adalah tanda klinis yang penting pada Demam Berdarah Dengue.
  1. Injeksi konjungtiva, lakrimasi, fotopobia,
  2. Nyeri tekan pada otot-otot,
  3. Eksantema pada kulit (initial and terminal Rash),
  4. Kurva suhu bifasik- saddle back fever ( Suhu tubuh tinggi selama 3-7 hari, setelah itu demam hilang beberapa jam sampai 2 hari, lalu demam kembali),
  5. Lidah kotor,
  6. Perdarahan kulit (petekia, purpura, ekimosis),
  7. Perdarahan saluran hidung mimisan/epistaksis, melena, hematemesis,
  8. Hepatomegali (pembesaran hati) yang bisa teraba di bagian perut kanan atas, dan
  9. Tanda-tanda syok (tensi rendah dan nadi cepat).
Dari banyak tanda Anda terserang demam berdarah dengue, terdapat gambaran demam berdarah dengue derajat yang mana yang Anda alami. Karena demam berdarah dengue itu mempunyai derajat penyakit.

Inilah derajat demam berdarah dengue yang bisa Anda ketahui dari keluhan yang dirasakan.

1. DERAJAT 1 -DEMAM DENGUE, DENGUE FEVER (RINGAN)
  • Demam 5-7 hari, bifasik,
  • Sefalgia hebat,
  • Nyeri retroorbital,
  • Mialgia,
  • Nyeri tulang/sendi,
  • Mual muntah,
  • Timbul ruam pada awal penyakit (1-2 hari) lalu hilang (hari ke-6 sampai ke-7), terutama di kaki, tangan, atau telapak kaki, telapak tangan,
  • Uji Tourniquet (Rumple Leede) positif,
  • Mungkin ada perdarahan spontan, tetapi tidak ada hemokonsentrasi,
  • Bila tak ada perdarahan spontan, tidak perlu dirawat di RS, cukup diobservasi.

2. DERAJAT II -DENGUE HEMORRAGHIC FEVER, DHF ( SEDANG)
  • Terjadi perdarahan spontan (gusi, saluran cerna, batuk darah),
  • Ada kebocoran plasma sehingga terjadi peningkatan hematokrit, efusi pleura/peritoneum, hipoproteinemia,
  • Hepatomegali,
  • Perlu dirawat di RS.
3. DERAJAT III -DENGUE SHOCK SYNDROME, DSS (BERAT)
  • Terjadi saat suhu menurun antara hari ke-3 dan ke-7.
  • Letargi atau gelisah,
  • Tanda syok,
  • Perlu dirawat di RS.
4.DERAJAT IV -DSS (SANGAT BERAT)
  • Ada tanda syok yang berat seperti nadi tidak teraba, tensi tidak terukur,
  • Perlu dirawat di RS.
Tanda Anda terserang penyakit demam berdarah dengue juga bisa diketahui dengan cek darah. Pemeriksaan Laboratorium yang bisa dilakukan untuk menunjang diagnosis demam berdarah dengue adalah sbb :
  1.  Uji komplemen fiksasi (CF test),
  2. Uji hemaglutinasi inhibisi (HI test),
  3. Uji netralisasi (NT test),
  4. IgM ELISA (Mac.ELISA),
  5. IgG ELISA,
  6. Trombositopenia,
  7. Peningkatan Hematokrit.
Penyakit demam berdarah dengue juga bisa menimbulkan komplikasi jika tidak segera ditangani oleh Dokter. Komplikasi penyakit demam berdarah dengue adalah sbb :
  1. Perdarahan spontan,
  2. Syok hipovolemia,
  3. Perdarahan Intravaskuler Menyeluruh,
  4. Efusi pleura.
Jadi jika terdapat tanda-tanda Anda terserang penyakit demam berdarah dengue seperti yang telah disebutkan di atas, segeralah Anda berobat ke rumah sakit. Biasanya penyakit demam berdarah dengue memerlukan beberapa pengobatan oleh Dokter.

Berikut ini pengobatan penyakit demam berdarah dengue yang mungkin diberikan oleh Dokter.
  1. Dokter akan memberikan nasehat Edukatif seperti Anda harus banyak minum air agar kebutuhan cairan tubuh terpenuhi, istirahat - tirah baring, kompres air hangat, dan makan  makanan yang lunak.
  2. Dokter akan memberikan pengobatan simptomatik yaitu pengobatan sesuai keluhan yang Anda rasakan. Misalnya Dokter akan memberikan obat penurun panas untuk menghilangkan keluhan demam yang Anda rasakan atau obat anti muntah jika Anda muntah.
  3. Medikamentosa.
  4. Biasanya Dokter akan memberikan infus pada pasien yang dirawat di rumah sakit.
  5. Transfusi darah pada keadaan tertentu juga bisa dilakukan.
  6. Bila syok tanpa perdarahan, Dokter dapat memberikan infus plasma atau Larutan koloid golongan karbohidrat.
  7. Dokter juga terkadang meresepkan infus albumin pada keadaan jika Anda mengalami kekurangan protein albumin dalam darah.
Jangan tunda pergi ke Dokter jika Anda merasakan keluhan atau tanda-tanda Anda terserang penyakit demam berdarah dengue. 

Penyakit ini bisa disembuhkan namun jika terlambat untuk berobat, penyakit demam berdarah dengue bisa mengancam nyawa.
This entry was posted in

Sabtu, 14 November 2020

10 Tanda Penyakit Diabetes Melitus


DokDin.ID - Siapa yang tidak kenal dengan penyakit Diabetes Melitus. Penyakit Diabetes Melitus banyak ditemukan di negara kita karena mayoritas penduduk mengkonsumsi nasi sebagai makanan pokok. Mengkonsumsi nasi secara berlebihan bisa meningkatkan risiko terkena penyakit Diabetes Melitus.

Kalau sudah terkena Diabetes Melitus, kerusakan fungsi bisa mengenai semua organ tubuh. Jadi, gejala diabetes melitus yang dirasakan tiap orang bisa berbeda-beda, tergantung dari organ tubuh yang terkena.

Karena banyak variasi gejala diabetes melitus yang dapat ditimbulkan, Penyakit Diabetes Melitus sering disebut sebagai the great imitator.

Diabetes melitus dapat timbul secara perlahan-lahan sehingga Anda tidak menyadari bahwa ternyata penyakit diabetes melitus sedang berkembang dalam diri Anda.

Meskipun diabetes melitus bisa mempunyai gejala yang berbeda-beda tergantung organ mana yang terkena, tapi biasanya tiap orang akan memiliki beberapa keluhan yang sama dari 10 tanda yang paling sering ditemukan pada penyakit diabetes melitus. 

Apa saja 10 tanda yang paling sering ditemukan pada penyakit diabetes melitus?

10 tanda ini paling sering ditemukan pada penyakit diabetes melitus.


1. POLIURIA


Tanda klinis diabetes melitus yang paling sering adalah poliuria, yaitu sering buang air kecil.

Jika Anda sebelumnya tidak pernah terbangun pada tengah malam hari karena ingin buang air kecil (nokturia), lalu tiba-tiba suatu saat Anda sering ingin buang air kecil pada tengah malam ,  sebaiknya Anda perlu melakukan cek kadar gula darah.

Pada penyakit diabetes melitus, tanda sering buang air kecil pada malam hari ini sering dikeluhkan oleh orang yang sudah terkena diabetes melitus ketika gula darah sedang tinggi.

Seandainya Anda sudah terlanjur mengalami diabetes melitus, sangat baik jika Anda menyediakan alat cek glukosa darah di rumah sehingga Anda bisa mengecek kadar glukosa darah kapan saja saat diperlukan.

2. POLIFAGIA


Pada penyakit diabetes melitus, sering merasa lapar secara terus menerus, bahkan ketika baru selesai makan, merupakan salah satu tanda khas yang paling sering.

Anda perlu waspada bila suatu saat Anda mengalami gejala polifagia.

Polifagia adalah gejala di mana Anda dapat merasa lapar terus menerus. Meskipun Anda baru selesai makan dengan porsi besar, Anda dapat terus merasa lapar.

Dan anehnya meskipun Anda makan makanan dalam jumlah besar dan frekuensi yang sering, Anda tetap akan merasa lemas, seperti kekurangan nutrisi makanan.

Jika gejala polifagia ini Anda rasakan, segeralah berkonsultasi dengan Dokter. Dokter kemudian akan menyarankan Anda untuk melakukan cek kadar gula darah.

3. POLIDIPSIA


Polidipsia adalah salah satu dari 10 tanda yang paling sering ditemukan pada penyakit diabetes melitus.

Polidipsia adalah keadaan di mana Anda merasa selalu kehausan meskipun Anda sudah sering minum dan tanpa ada aktivitas yang berat.

Polidipsia dapat dengan mudah sekali Anda kenali. Cara mengetahui polidipsia adalah ketika Anda tetap merasa kehausan padahal baru saja Anda meminum segelas air.

4. BERAT BADAN MENURUN


Salah satu dari 10 tanda yang paling sering ditemukan pada penyakit diabetes melitus adalah berat badan yang menurun.

Walaupun banyak makan, biasanya penderita diabetes melitus yang tidak terkontrol akan tetap merasa lemas. Dan juga berat badannya makin lama makin menurun.

Dalam keadaan normal, saat kita makan dalam jumlah besar dan dalam frekuensi yang sering, harusnya kita akan merasa fit, tambah bersemangat,  lebih berenergi, dan berat badan kita akan bertambah.

Tapi, tidak demikian, jika Anda terkena penyakit diabetes melitus.

Hal ini terjadi karena energi yang dihasilkan dari makanan tidak dapat ditransport ke dalam otot dan organ-organ , energi (gula) tertumpuk dalam darah, sehingga kadar gula darah semakin lama semakin tinggi. Sedangkan berat badan makin lama makin menurun.

5. LEMAH


Lemah adalah salah satu dari 10 tanda yang paling sering ditemukan pada penyakit diabetes melitus.

Dengan banyak makan dan minum, harusnya kita lebih bertenaga.

Namun, tidak demikian, jika diabetes melitus menyerang Anda.

Anda akan tetap merasa lemah meskipun sudah makan berbagai zat nutrisi. Hal ini terjadi karena sumber energi dari makanan tidak masuk ke dalam organ tubuh, oleh karena itu penderita diabetes melitus yang tidak terkontrol merasa kekurangan energi.

6. KESEMUTAN


Kesemutan adalah salah satu dari 10 tanda yang paling sering ditemukan pada penyakit diabets melitus.

Keluhan kesemutan ini sering dialami penderita diabetes yang telah lama tidak terkontrol. Kesemutan adalah salah satu gejala komplikasi diabetes, Neuropati Perifer, di samping rasa baal, dan rasa lemah.

Neuropati perifer ini berkisar 10%-60% terjadi pada diabetes melitus.

Kesemutan adalah tanda bahwa diabetes melitus yang diderita telah menjadi kronik, bukan pada stadium awal.

7. GATAL


Jika Anda mengalami penyakit diabetes melitus, maka Anda akan sering merasa gatal-gatal tanpa penyebab yang jelas. Tiba-tiba saja Anda merasa gatal.

Kelainan kulit berupa gatal biasanya terjadi di daerah lipatan paha, lipatan ketiak, lipatan di bawah payudara pada wanita, yang biasanya tertutup, lembab.

Gatal pada daerah lipatan tubuh yang lembab tersebut biasanya disebabkan oleh pertumbuhan jamur. Oleh sebab itu, gatal pada penderita diabetes biasanya memerlukan pengobatan anti fungi.

8. PENGLIHATAN KABUR


Keluhan penglihatan mata menjadi kabur akibat diabetes melitus yang tidak terkontrol dapat disebabkan oleh komplikasi Retinopati Diabetik Katarak, atau gangguan-gangguan refraksi akibat perubahan-perubahan pada lensa oleh hiperglikemia (kadar gula darah yang tinggi).

Biasanya penglihatan kabur baru akan terjadi jika diabetes melitus sudah menyerang Anda cukup lama dan biasanya dalam keadaan gula darah yang tidak terkontrol dengan baik.

9. BISUL/LUKA TAK KUNJUNG SEMBUH


Seseorang dengan luka atau bisul yang tak kunjung sembuh atau bahkan semakin lama semakin parah, sangat disarankan untuk melakukan pemeriksaan darah.

Akibat gula darah yang tinggi dapat menyebabkan luka/infeksi menjadi sukar sembuh. Meskipun luka tersebut disebabkan oleh hal-hal yang sepele, misalnya akibat memakai sepatu, tertusuk jarum, dsb.

10. KEPUTIHAN


Pada wanita, keputihan merupakan salah satu keluhan yang pada awalnya membuat ia datang ke Dokter Spesialis Kandungan, Sp.OG, dan ternyata setelah diperiksa lebih lanjut, diabetes melitus yang melatar belakangi timbulnya keputihan tersebut.

Keputihan tidak selalu diakibatkan oleh diabetes melitus. Terdapat banyak penyebab yang dapat menimbulkan keputihan.

10 tanda inilah yang paling sering ditemukan pada penyakit diabetes melitus.

Kesimpulannya adalah ketika Anda mengalami perubahan kebiasaan seperti minum menjadi lebih banyak, buang air kecil menjadi lebih sering, atau berat badan yang menurun, segeralah berkonsultasi pada Dokter.

Gejala-gejala tersebut dapat berlangsung lama tanpa diperhatikan, kadang sampai timbul komplikasi diabetes yang bersifat permanen seperti retinopati diabetik (kerusakan retina mata akibat diabetes yang tidak terkontrol).

Kebanyakan saat komplikasi timbul, penderita diabetes melitus baru berkonsultasi pada Dokter, dan mendapati kadar glukosa darahnya tinggi. Terkadang pula gejala yang dirasakan seseorang tidak jelas mengarah pada diabetes, bahkan ada yang tidak menimbulkan gejala sama sekali pada awalnya (asimtomatik).

Setelah Anda mengetahui 10 tanda yang paling sering ditemukan pada penyakit diabetes melitus, semoga Anda bisa lebih peka terhadap keberadaan penyakit ini.

Jangan sampai Anda terlambat menyadari keberadaan penyakit diabetes melitus karena komplikasi penyakit ini bisa bersifat permanen atau tidak bisa disembuhkan.

Berhati-hatilah ketika Anda mengalami beberapa gejala diabetes melitus sebagai berikut.
  1. Luka atau bisul yang tidak sembuh-sembuh,
  2. Kelainan kulit seperti gatal tanpa penyebab yang jelas,
  3. Kelainan yang berkaitan dengan kandungan seperti keputihan,
  4. Kesemutan dan rasa baal,
  5. Kelemahan tubuh, misalnya setelah bangun tidur pagi, badan terasa lemas dan mengantuk, dan
  6. Infeksi saluran kemih.
Segeralah berkonsultasi dengan Dokter untuk mendapatkan pengobatan secepatnya sebelum komplikasi diabetes melitus terjadi pada Anda.

This entry was posted in

Konstipasi? Apa Saja Sih Penyebabnya?



DokDin.ID -Anda pernah mengalami konstipasi atau susah buang air besar? Konstipasi atau susah buang air besar sering atau setidaknya pernah dialami oleh banyak orang, baik wanita, pria, anak-anak, dan orangtua.

Jika tidak buang air besar selama lebih dari tiga hari. Disepakati buang air besar yang normal frekuensinya adalah 3 kali sehari sampai 3 hari sekali.

Selain itu, dikatakan mengalami konstipasi jika dalam buang air besar diharuskan untuk mengejan karena feses yang keras.

Konstipasi adalah gangguan buang air besar berupa berkurangnya frekuensi, perasaan tidak puas setelah buang air besar seperti masih ada yang tersisa, rasa sakit saat mengejan, dan konsistensi feses yang keras.

Berbagai penyebab terjadinya konstipasi adalah sbb :

  1. Pola Hidup : diet rendah serat, kurang minum, kurang aktivitas, dan kebiasaan menahan buang air besar.
  2. Obat-obatan : obat sakit maag, suplemen penambah darah, suplemen kalsium, obat penenang biasanya mempunyai efek samping berupa konstipasi.
  3. Kelainan Struktur Usus Besar : adanya tumor, hemoroid, abses perineum menghambat pengeluaran feses yang dapat menimbulkan feses menjadi keras dan akhirnya timbul konstipasi.
  4. Penyakit Sistemik : kelainan hormon hipotiroid, gagal ginjal kronik, dan diabetes melitus juga dapat menimbulkan konstipasi.
  5. Penyakit Neurologis (Saraf) : Hirschprung Disease, kelainan saraf tulang belakang (medulla spinalis), dan gangguan saraf pusat dapat menimbulkan konstipasi.
  6. Kelainan fungsi otot penyangga dinding dasar panggul juga dapat menyebabkan konstipasi.
  7. Kelainan idiopatik atau yang tidak diketahui penyebab terjadinya konstipasi.

Mengetahui bahwa penyebab konstipasi bukan hanya diet makanan yang kurang serat, sebaiknya jika

Anda mengalami konstipasi, segeralah periksakan kondisi Anda ke Dokter terutama saat :

  1. konstipasi tidak kunjung sembuh dengan diet tinggi serat dan obat pencahar,
  2. konstipasi diikuti dengan gejala penurunan berat badan,
  3. konstipasi diikuti dengan gejala perdarahan saluran cerna,
  4. konstipasi yang sering terjadi dengan adanya riwayat keluarga yang menderita kanker usus besar,
  5. konstipasi yang disertai dengan adanya benjolan di dalam perut.

Konstipasi bisa timbul dan mudah disembuhkan namun bisa juga merupakan pertanda penyakit lain yang berbahaya. Jangan abaikan konstipasi ini, ya.

.


This entry was posted in

Rabu, 21 Oktober 2020

Bahaya Alat Masak Dari Alumunium

DokDin.ID - Di negara kita, Indonesia, masyarakat kita masih menggunakan alat masak yang terbuat dari alumunium. Karena Alat masak berbahan dasar alumunium sangat murah, mudah didapat, tidak pecah, tidak mengelupas, cepat panas, dan tahan lama.


alat masak alumunium, dokdin.id

Padahal beberapa negara lain sudah melarang penggunaan alumunium sebagai alat memasak terkait dengan bahaya yang dapat ditimbulkan oleh logam ini. Di antaranya adalah negara Jerman, Perancis, Belgia, Switzerland, Hungaria, Brazil, dan lain-lain.


Inilah bahaya alat masak yang terbuat dari alumunium :

1. Alumunium dapat bercampur dengan makanan saat dimasak.

Partikel Alumunium mudah lepas terutama saat dipanaskan atau saat bersentuhan dengan makanan asam seperti tomat, jeruk nipis. Tidak bisa kita bayangkan, bahwa kita bukan hanya makan makanannya saja, tetapi kita juga makan logam alumunium yang tercampur di dalamnya

.

2. Tubuh sulit untuk mengeluarkan alumunium.

Telah diteliti bahwa masa eliminasi alumunium dari otak manusia adalah 7 tahun lamanya. Maka dapat dibayangkan bila kita terekspos dengan alumunium setial hari, berapa lama waktu yang dibutuhkan alumunium itu sampai seluruhnya dieleminasi tubuh kita. Sebaliknya, malah alumunium itu akan terakumulasi sepanjang hidup kita.



3. Alumunium menghambat kerja organ pencernaan.

Dalam sistem pencernaan alumunium sangat mudah diserap oleh usus terlebih lagi bila kita memakan makanan yang mengandung asam lemak. Alumunium menghambat kerja enzim-enzim pencernaan dan merusak lambung dan organ sistem pencernaan lainnya.


4. Alumunium mempengaruhi sistem hematopoesis (pembentukan sel darah merah) .

Mekanismenya adalah alumunium tersebut menyebabkan sintesis sel darah merah menjadi berkurang dan meningkatkan pemecahan sel darah merah (

hemolysis)

Akumulasi alumunium dalam tubuh manusia bisa menyebabkan anemia mikrositik.


5. Alumunium merusak sistem saraf.

Sebuah penelitian di italia ^Aluminium Involvement in Neurotoxicity^ menyimpulkan terdapatnya hubungan antara multipel sklerosis dan pemaparan terhadap alumunium.

Dikatakan juga bahwa pemaparan alumunium secara langsung pada tubuh dalam jangka waktu yang belum pasti, dapat menyebabkan penyakit Alzheimer.

Begitulah bahaya alat masak yang terbuat dari alumunium, diperkirakan masih ada beberapa efek lain yang dapat disebabkan oleh alumunium.

This entry was posted in

Selasa, 29 September 2020

Anemia Defisiensi Besi

DokDin.ID - Jenis anemia terbanyak atau yang biasa dikenal sebagai penyakit kurang darah adalah anemia defisiensi besi (anemia akibat kekurangan zat besi). 

Mengapa terjadi anemia defisiensi besi?

Keadaan anemia dapat terjadi ketika jumlah sel darah merah yang ada dalam darah lebih rendah dari normal. Anemia menimbulkan gejala pusing, sakit kepala, lemah, letih, lesu, sering mengantuk, dan kurang konsentrasi.

Anemia defisiensi besi adalah suatu keadaan anemia yang disebabkan karena asupan nutrisi zat besi terlalu sedikit.

Anemia defisiensi besi biasanya terjadi pada 20% wanita dan 3% laki-laki. Anemia defisiensi besi terjadi saat kandungan zat besi dalam tubuh tidak mencapai kadar yang cukup untuk memenuhi kebutuhan metabolisme tubuh. Wanita hamil mengalami anemia defisiensi besi sebanyak 50%.

Tubuh membutuhkan zat besi untuk membuat suatu protein yang bertanggung jawab sebagai pembawa oksigen ke semua sel, jaringan, dan organ tubuh agar semua metabolisme tubuh bekerja baik.

Protein penting yang membutuhkan zat besi untuk membawa oksigen ke seluruh tubuh ini dikenal sebagai hemoglobin (Hb). Jika Hb rendah, yaitu ketika hasil pemeriksaan menunjukan nilai yang kurang dari normal, maka keadaan tersebut adalah anemia.

Pada anemia defisiensi besi, nilai Hb yang rendah ini berkaitan dengan kadar zat besi yang tidak mencukupi dalam sirkulasi darah tubuh, sehingga tubuh akan kekurangan oksigen yang dibutuhkan. Saat tubuh kekurangan oksigen, kerusakan sel akan terjadi. Rusaknya sel-sel tubuh tertentu menyebabkan berbagai penyakit.

Apa saja keluhan yang mungkin timbul akibat anemia?

Saat terjadi anemia. keluhan yang mungkin timbul adalah lemah, letih, lesu, kurang konsentrasi, kurang bersemangat, hipersensitif, ketidakstabilan emosi, mudah tersinggung, wajah terlihat pucat, sering sakit kepala, merasa sesak meski tidak ada riwayat penyakit paru-paru, berdebar-debar, sering kesemutan, ujung-ujung jari kaki dan tangan terasa dingin, lidah terasa seperti membengkak, dan daya tahan tubuh yang menurun sehingga mudah terserang penyakit lain.

Anemia defisiensi besi memiiki beberapa tingkatan anemia.
Apa saja tingkat anemia defisiensi besi?
Anemia defisiensi besi dibagi menjadi tiga tingkat, yaitu :

1. Deplesi Besi

Deplesi besi atau iron depleted state adalah suatu keadaan di mana cadangan zat besi dalam tubuh menurun, tetapi fungsi pembentukan sel darah merah (eritropoesis) masih belum terganggu. Saat ini, kadar zat besi dalam tubuh sudah berkurang dari normal namun nilai Hb masih dalam batas normal secara laboratorik.

2. Eritropoesis Defisiensi Besi

Eritropoesis defisiensi besi atau iron deficient erythropoesis adalah keadaan di mana cadangan zat besi dalam tubuh untuk fungsi pembentukan sel darah merah sudah sangat berkurang atau nol, sehingga penyediaan zat besi untuk membentuk sel darah merah (eritropoesis) sudah terganggu, namun nilai Hb secara laboratorik masih normal dan tanda-tanda fisik akibat anemia belum terlihat.

3. Anemia defisiensi besi

Pada keadaan anemia defisiensi besi, cadangan zat besi dalam tubuh sudah sangat berkurang hampir mendekati nol sehingga keluhan fisik akibat anemia dan nilai laboratorium yang abnormal terkait anemia defisiensi besi sudah terlihat.

Pada anemia defisiensi besi, selain nilai laboratorium Hb menurun juga disertai tanda-tanda mikroskopis dimana morfologi (bentuk) sel darah merah juga berubah dari bentuk normal menjadi bentuk mikrositik hipokrom. Bentuk mikrositik hipokrom adalah bentuk sel darah merah yang terlihat dengan menggunakan mikroskop, dengan penampakan sel darah merah yang lebih kecil diameternya dan lebih pudar warnanya.

 









This entry was posted in