Tampilkan postingan dengan label Covid-19. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Covid-19. Tampilkan semua postingan

Rabu, 17 Februari 2021

Gejala Covid-19 pada Ibu Hamil

covid-19 kehamilan

DokDin.ID - Kehamilan di tengah pandemi Covid-19 tentu membuat pikiran berkecamuk antara bahagia dan khawatir karena kehamilan menurunkan daya tahan tubuh sementara kita membutuhkan daya tahan tubuh yang adekuat untuk menangkal virus.

Berbagai virus yang dapat mengancam kehamilan seperti Cytomegalovirus (CMV), varicella-Zooster, Virus Zika, Herpes, HIV, parvovirus B19, Rubella, telah ada sebelum merebaknya virus corona.

Covid-19 ditetapkan oleh World Health organization (WHO) menjadi pandemi pada tahun 2020. 

Bagaimanakah Gejala Covid-19 pada ibu hamil?

Meski pandemi Covid-19 sudah berlangsung kurang lebih selama setahun namun Covid-19 masih tergolong penyakit baru dan masih perlu dipelajari lebih mendalam. Bagaimana pengaruhnya pada kehamilan pun masih perlu penelitian lebih lanjut.

Virus corona merupakan keluarga virus yang bersirkulasi pada manusia dan menyebabkan gejala mulai dari flu sampai kegagalan pernapasan yang serius hingga menyebabkan kematian.

Virus Corona baru seperti yang telah dikenal sebagai SARS-CoV-2 muncul pada manusia di Wuhan,China pada akhir tahun 2019. Virus ini menyebabkan sindrom pernapasan akut parah, yang disebut Covid-19.

Pada dasarnya, Covid-19 adalah penyakit pernapasan yang gejalanya dapat muncul 2-14 hari semenjak terpapar virus corona. Gejala Covid-19 yang paling umum adalah batuk, demam, sesak napas, kelelahan, yang disertai gejala lainnya seperti :

  • Kehilangan bau atau rasa
  • menggigil
  • Nyeri otot
  • Sakit Tenggorokan
  • Sakit kepala
Jika Anda merasakan gejala-gejala tersebut di atas, jangan abaikan. Terlebih lagi jika ibu hamil mengalami gejala-gejala tersebut, Ibu hamil harus segera berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan yang menanganinya. Biasanya Anda diharuskan untuk melakukan tes PCR untuk mengetahui apakah Anda terinfeksi Covid-19 atau tidak. Semakin cepat diagnosis dapat ditegakkan semakin baik.

Wanita hamil memang lebih rentan terhadap semua jenis infeksi saluran pernapasan seperti flu namun untuk Virus SARS-CoV 2 ini masih perlu dipelajari secara ekstensif apakah benar virus ini lebih berbahaya pada ibu hamil jika dibandingkan pada orang yang tidak hamil.

Namun, dilihat dari pengaruh dari kondisi kehamilan itu sendiri adalah bahwa kehamilan mengubah sistem kekebalan ibu hamil. 

Seberapa bahayanya ibu hamil yang tertular Covid-19 jika dibandingkan dengan mereka yang tertular Covid-19 namun tidak hamil masih memerlukan penelitian lebih lanjut. Namun berdasarkan data dari CDC, bahwa wanita hamil yang terkena Covid-19 tidak lebih baik ketimbang ibu hamil yang tidak terinfeksi Covid-19.

Demam tinggi yang dialami oleh ibu hamil dengan Covid-19 bisa mempengaruhi kesehatan janin bahkan memnpengaruhi terjadinya kelainan bawaan janin. Di samping itu, kesehatan janin memang lebih rentan ketika ibu terinfeksi virus manapun seperti Rubella, Varicella, dan lain sebagainya.

Hasil penelitian mengenai gejala Covid-19 pada ibu hamil dari Chen et all dengan responden 118 ibu hamil yang terinfeksi Covid-19  yang dipublikasikan pada Journal of Obstetrics and Gynaecology Research Volume 46, Issue 8 p.1235 - 1245 yang berjudul Clinical Update on Covid-19 in pregnancy : A review article adalah sebagai berikut :


gejala covid-19 pada ibu hamil

Pada jurnal tersebut juga membandingkan hasil beberapa penelitian yang meneliti mengenai gejala Covid-19 pada ibu hamil. Di antaranya penelitian gejala covid-19 pada ibu hamil yang dilakukan oleh Yu et al., Elshafeey at al., dan Dashraath et al sebagai berikut :

gejala covid-19 pada ibu hamil


Secara umum, ibu hamil yang terinfeksi covid-19 mempunyai risiko kematian dan kesakitan yang meningkat terlebih lagi jika ibu hamil mempunyai penyakit penyerta lain yang bisa memperparah keadaan.