Tampilkan postingan dengan label Calories. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Calories. Tampilkan semua postingan

Minggu, 20 Desember 2020

Yuk ! Hitung Kebutuhan Kalori Per Hari

kebutuhan kalori per hari, dokdin.id, kalori makanan



DokDin.ID -
Kebutuhan kalori setiap orang tidaklah sama. Karena itu, menu diet tiap orang juga tidak sama. Menu diet yang tepat disusun berdasarkan kebutuhan kalori Anda, tergantung pada usia, berat badan, tinggi badan, dan jenis kelamin. 

 Oleh karena itu, Anda patut mengetahui cara menghitung kebutuhan kalori per hari berdasarkan usia, berat badan, tinggi badan, dan jenis kelamin. 

 Bagaimana cara menghitung kebutuhan kalori per hari berdasarkan usia, berat badan, tinggi badan, dan jenis kelamin? 


 Inilah cara menghitung kebutuhan kalori per hari berdasarkan usia, berat badan, tinggi badan, dan jenis kelamin. 

 Ini rumusnya: 

 Kebutuhan kalori per hari = 
Basal metabolisme (BM) + Aktivitas + Efek Termik dari Makanan 

Basal Metabolisme


 Basal metabolisme adalah sejumlah energi yang diperlukan oleh tubuh dalam keadaan istirahat, dalam keadaan berbaring, suhu badan normal, dan berada di lingkungan dengan suhu ruangan (sekitar 25 derajat celcius). 

 Energi metabolisme basal ini diperlukan tubuh untuk memelihara proses-proses biokimiawi yang terjadi dalam organ-organ tubuh. 

Untuk Menghitung Basal Metabolisme (BM) digunakan rumus Harris-Benedict, yang bisa digunakan baik untuk seseorang yang Indeks Massa Tubuh (IMT)nya normal, underweight, dan overweight/obese. 


Basal Metabolisme Wanita    


Untuk wanita menggunakan rumus : 
Basal Metabolisme = 655 + (9,6 x BB) + (1,7 x TB ) - (4,7 x Usia)


Basal Metabolisme Pria 


 Untuk pria menggunakan rumus : 
Basal Metabolisme = 66 + (13,7 x BB) + (5 x TB) - (6,8 x Usia) 

Energi Aktivitas 


Untuk menghitung energi aktivitas sebaiknya dihitung per kegiatan, namun dapat juga dihitung secara umum dengan memperkirakan apakah aktivitas seseorang sangat berat, berat, sedang, ringan, atau sedentary (duduk-duduk saja). 

 Aktivitas Sedentary : duduk --> 10% dari Basal Metabolisme

Aktivitas Ringan : pegawai kantor --> 20% dari Basal Metabolisme

Aktivitas Sedang : pegawai industri ringan --> 30% dari Basal Metabolisme 

Aktivitas Berat : buruh, petani --> 40% dari Basal Metabolisme

Aktivitas Sangat Berat : bersepeda --> 50% dari Basal Metabolisme 


 Efek Termik Dari Makanan


Untuk menghitung efek termik dari makanan adalah 10%  dari total basal metabolisme dan energi aktivitas ( BM + Aktivitas).


Contoh perhitungan kebutuhan kalori per hari adalah sebagai berikut


Seorang pria dengan berat badan 100 Kg, tinggi badan 160 Cm, dan usia 30 tahun dengan aktivitas ringan, 

Berapakah kebutuhan kalorinya per hari? 

 Kebutuhan Kalori per hari = Basal Metabolisme + Aktivitas + Efek Termik dari makanan 

 Basal Metabolisme = 66 + (13,7 x 100)+ (5x160) - (6,8 x 30) 

Basal metabolisme = 66 + 1370 + 800 - 204 BM = 2032 kalori. 

 Aktivitas = 20% x 2032 kal = 406,4 kalori. 

 Efek Termik Makanan = 10% (2032 + 406,4) = 243,84 kalori. 

 Jadi, kebutuhan kalori untuk Pria usia 30 tahun dengan berat badan 100 Kg, tinggi badan 160 cm, dan aktivitas ringan adalah sebesar 2032 + 406,4 +243,84 = 2682,24 kalori. 

 Dengan mengetahui kebutuhan kalori,  Kita dapat merencanakan menu diet sesuai dengan kebutuhan kalori per hari. 

 Kita dapat menambahkan jumlah makanan untuk menaikkan berat badan atau mengurangi makanan untuk menurunkan berat badan, tergantung berapa kalori yang ingin ditingkatkan atau dihilangkan dari menu diet.

Untuk menurunkan berat badan, kita perlu mengatur diet defisit kalori.