Senin, 28 Desember 2020

Pentingnya Pemeriksaan TORCH Sebelum Hamil

TORCH, TORCHS


DokDin.ID - Pentingnya pemeriksaan TORCH sebelum hamil biasa dirasakan ketika seorang ibu hamil mengalami keguguran berulang. Beberapa ibu hamil belum merasakan pentingnya pemeriksaan TORCH sebelum hamil. Sehingga ketika ibu dalam program hamil ditawarkan pemeriksaan TORCH ini, beberapa calon ibu atau ibu hamil muda menolak karena biaya pemeriksaan TORCH ini relatif mahal. Ketika ibu hamil tersebut mengalami keguguran berulang barulah ia sadar betapa pentingnya pemeriksaan TORCH sebelum hamil ini.

Pernahkah Anda mendengar pemeriksaan TORCH
yang dilakukan ketika seorang ibu melakukan

 program hamil atau tengah hamil muda ? 


 Tes darah TORCH biasa dilakukan saat wanita tengah hamil muda atau sedang dalam program kehamilan sebagai screening test terhadap penyakit-penyakit yang dapat menyebabkan cacat bawaan atau bahkan keguguran. Jadi dengan pemeriksaan TORCH, Anda dapat mencegah terjadinya cacat bawaan atau keguguran. 

 Pentingnya pemeriksaan TORCH sebelum hamil ini yaitu agar keberadaan penyakit TORCH bisa diketahui dan diobati terlebih dahulu sehingga Dokter dapat menanganinya dan diharapkan penyakit TORCH yang terdeteksi lebih awal ini tidak mengganggu perkembangan janin. 

 Periksa TORCH juga kadang dilakukan pada bayi baru lahir terkait indikasi dan kondisi bayi tersebut. Jika curiga adanya penyakit tersebut, maka deteksi dini dan pengobatan segera sangat diperlukan. 

 Apa yang dimaksud dengan pemeriksaan TORCH? 


 Pemeriksaan TORCH adalah cek darah untuk menyaring kemungkinan terjadinya penyakit yang disebabkan oleh: Toxoplasmosis, Rubella, Citomegalovirus, dan Herpes simpleks.

Jika pemeriksaan TORCH juga mencakup pemeriksaan untuk Sifilis maka pemeriksaan disebut TORCHS.  

Pentingnya pemeriksaan TORCH sebelum hamil untuk mengetahui adanya :


1. Pentingnya pemeriksaan TORCH sebelum hamil untuk mengetahui adanya : TOXOPLASMOSIS.  


Toxoplasmosis disebabkan oleh parasit Toxoplasma gondii. 

Transmisi parasit biasanya melalui mulut. Bisa disebabkan oleh makan makanan yang kurang matang, misalnya daging asap atau steak, sate, sayuran mentah, telur mentah, atau paparan kotoran kucing. 


2. Pentingnya pemeriksaan TORCH sebelum hamil untuk mengetahui adanya : RUBELLA 


 Rubella adalah infeksi virus yang dapat menyebabkan ruam, cacat bawaan misalnya ketulian pada bayi atau penyakit jantung bawaan. 

 Rubella disebut juga campak jerman. Infeksi virus Rubella ditularkan melalui udara dan percikan air liur (droplet) dari penderita virus ini. 


3. Pentingnya pemeriksaan TORCH sebelum hamil untuk mengetahui adanya : CITOMEGALOVIRUS 


Pada orang dewasa, infeksi Citomegalovirus memberikan gejala seperti flu, namun pada perkembangan janin dapat menimbulkan cacat bawaan seperti retardasi mental, kejang, gangguan fungsi hati sehingga bayi lahir dengan sakit kuning (jaundice), dan bayi lahir dengan berat badan rendah. 


4. Pentingnya Pemeriksaan TORCH  sebelum hamil untuk mengetahui adanya : HERPES SIMPLEX  


Virus herpes simpleks yang dimaksud di sini adalah herpes simpleks tipe-2, atau disebut juga herpes genital. 

 Gejala herpes genital mengenai organ vital dan dapat menularkan janin saat dalam kandungan (5%), persalinan (85%), dan saat masa nifas(10%). 

 Ibu hamil yang terinfeksi Herpes simpleks biasanya tidak menimbulkan gejala, sehingga infeksi tidak terdeteksi, kecuali dengan pemeriksaan darah (TORCH). 

Pemeriksaan TORCH biasanya ditambahkan juga pemeriksaan darah untuk mendeteksi adanya penyakit sifilis sehingga dinamakan pemeriksaan TORCHS.

 Sifilis disebabkan oleh bakteri Treponema pallidum yang ditularkan secara kontak seksual. Selain itu, sifilis juga dapat ditularkan oleh ibu yang terinfeksi kepada bayinya saat dalam kandungan atau ketika persalinan menyebabkan sifilis bawaan (kongenital). 

 Bayi yang dilahirkan dari ibu yang terinfeksi sifilis akan menderita penyakit pada beberapa tahun mendatang kehidupannya, berupa hati dan limpa yang membesar (70%), radang paru (pneumonitis) 70%, neurosifilis/ penyakit saraf akibat sifilis (20%), bahkan kelainan anatomi berupa hidung pelana. 

 2 dari 3 bayi yang terlahir dengan sifilis bawaan, tidak menimbulkan gejala. 

Pentingnya pemeriksaan TORCH sebelum hamil, untuk berjaga-jaga apakah diri Anda terinfeksi penyakit-penyakit Toxoplasma, Rubella, Citomegalovirus, Herpes Simplex, atau bahkan Sifilis, yang bisa menimbulkan keguguran atau cacat bawaan pada bayi Anda. 

 Deteksi dini penyakit ini dengan pemeriksaan TORCH dapat mencegah bayi lahir dengan cacat bawaan misalnya cacat mata atau katarak, tuli, retardasi mental (IQ rendah), kelainan jantung bawaan, Gangguan saraf pusat (kejang), Penyakit hati (sakit kuning), dan kelainan darah / gangguan pembekuan darah (kadar trombosit rendah). 

 Hasil periksa TORCH dapat 'positif' atau 'negatif'. Dikatakan 'positif' mengidap salah satu atau lebih penyakit TORCH jika terdapat antibodi IgM dalam darah. Adanya antibodi IgM menunjukan terdapatnya infeksi saat ini. 

 Dikatakan 'negatif' jika hasil darah tidak menunjukkan adanya antibodi IgM. Sedangkan antibodi IgG dapat muncul atau tidak. 

Jika terdapat antibodi IgG pada darah itu menunjukkan bahwa infeksi telah terjadi di masa lampau yang saat ini sudah tidak aktif lagi. Namun perlu diwaspadai jika kadar antibodi IgG meningkat. Tak ada salahnya Anda menjamin keamanan diri Anda dari infeksi yang bisa menyebabkan cacat bawaan dan keguguran.