Osteoporosis Setelah Menopause




DokDin.ID -
Setelah menopause, wanita mudah alami osteoporosis atau disebut juga pengeroposan tulang. 

Sebenarnya kehilangan massa tulang, sudah terjadi sejak usia 40 tahun, dan kehilangan massa tulang ini berlanjut terus sampai usia 85-90 tahun. Selama masa hidup wanita, akan kehilangan tulang sebesar 20-30%. 

Dikatakan bahwa pada 25% wanita menopause, kehilangan massa tulang sebanyak 3% setahun. Sehingga setelah menopause, wanita mudah alami osteoporosis. 

 Osteoporosis pada wanita menopause disebut osteoporosis tipe I atau osteoporosis menopause, yaitu osteoporosis yang dimulai dari trabekel tulang ( dari bagian dalam tulang). 

 Sedangkan osteoporosis tipe II atau osteoporosis senilis, jika pengeroposan tulang sudah mengenai bagian korteks tulang (bagian luar tulang). 

 Setelah menopause, wanita mudah alami osteoporosis paling sering pada tulang belakang dan bagian dada, ditandai dengan berkurangnya tinggi badan dan posisi badan yang membungkuk (kifosis). Karena densitas tulang menurun, kekuatan tulang menurun, maka pada wanita osteoporosis sering terjadi patah tulang spontan, terutama di pergelangan tangan, tulang belakang, dan daerah paha. 

 Oleh karena itu, gejala nyeri tulang pada wanita menopause jangan diabaikan, karena kemungkinan itu adalah gejala akibat osteoporosis. 

Mengapa setelah menopause, wanita mudah alami osteoporosis? 

 Setelah menopause, wanita mudah alami osteoporosis karena pada usia menopause, terjadi penurunan produksi hormon estrogen ovarium (indung telur) karena berkurangnya jumlah folikel yang aktif. Jika folikel ovarium yang aktif ini sudah tidak ada sama sekali, maka produksi hormon estrogen ovarium menghilang. 

 Proses osteoporosis ini akibat menurun sampai menghilangnya hormon estrogen ovarium ini. Osteoporosis adalah salah satu dari berbagai keluhan yang terjadi pasca menopause terkait penurunan hormonal ini. 

 Diketahui bahwa estrogen meningkatkan penyerapan kalsium di usus dan saluran ginjal, mengurangi pelarutan kalsium di tulang sehingga menghambat terjadinya pengeroposan tulang, menurunkan pengeluaran kalsium di urin. 

 Diperkirakan ada reseptor estrogen pada osteoblas (sel-sel pembentuk tulang), di mana dengan adanya estrogen akan merangsang osteoblas dalam pembentukan tulang baru terutama medula (tengah). Estrogen juga menekan aktivitas osteoklas (sel-sel yang melarutkan tulang). 

 Terapi hormon dalam mengatasi masalah-masalah pasca menopause, sekarang diperlukan hormon progesteron di samping hormon estrogen. 

 Telah diteliti bahwa Progesteron bersifat membangun tulang dengan merangsang osteoklas (sel-sel yang melarutkan tulang) untuk menyimpan massa tulang. 

 Meskipun kebanyakan setelah menopause, wanita mudah alami osteoporosis, namun tidak semua wanita mengalami masalah osteoporosis pada usia menopause mereka. 

 Sekitar 18% wanita menopause tidak mengalami keluhan. 56% wanita menopause mengalami keluhan dalam 1-5 tahun setelah menopause dimulai. 26% sisanya, mengalami keluhan pasca menopause setelah 5 tahun.