Senin, 21 Desember 2020

Hipertensi Pada Usia Lanjut

hipertensi usia lanjut


DokDin.ID - Hipertensi pada usia lanjut
pada awalnya dianggap normal akibat adanya perubahan fungsi tubuh terkait proses penuaan. Ternyata, hipertensi pada usia lanjut yang tidak diobati dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit yang terkait hipertensi. 

Diperkirakan 2/3 penderita hipertensi pada usia lanjut , di atas usia 60 tahun, akan mengalami gagal jantung, infark miokard (penyakit jantung), dan stroke , dalam 5 tahun ke depan, jika hipertensi pada usia lanjut ini tidak diobati. 

Hipertensi pada usia lanjut ini adalah bila tekanan darah sistolik 140 mmHg atau lebih dan tekanan darah diastolik 90 mmHg atau lebih. Tekanan darah sistolik meningkat sampai usia 70 tahun, sedangkan tekanan darah diastolik meningkat sampai usia 50-60 tahun, lalu kemudian menetap atau menurun pada usia 70 tahun. 

Mengapa pada usia lanjut dapat terjadi hipertensi? 

Pada usia lanjut, terjadi perubahan-perubahan fungsi tubuh yang memudahkan seseorang terkena hipertensi. 

Perubahan fungsi tubuh usia lanjut berupa : curah jantung yang rendah, jumlah denyut jantung yang berkurang (bradikardia), aliran darah ginjal menurun, kemampuan ginjal menyaring zat-zat buangan urin menurun (filtrasi glomerulus menurun), aktivitas hormon renin plasma rendah, terjadi gangguan kapasitas konservasi air dan natrium, aktivitas simpatik meningkat, dan volume darah dalam pembuluh darah berkurang (intravaskuler). 

Hal-hal yang perlu diperhatikan pada hipertensi usia lanjut adalah : Pemeriksaan tekanan darah pada usia lanjut memerlukan beberapa kali pengukuran tekanan darah sebelum benar-benar memastikan apakah orang usia lanjut tersebut terkena hipertensi atau tidak. 

Pada usia lanjut, kekakuan pembuluh darah arteri bisa saja terjadi, sehingga pada waktu diukur tekanan darahnya, hasilnya lebih tinggi dari tekanan darah pembuluh darah arteri yang sebenarnya. Hal ini disebut pseudo-hipertensi. 

Tekanan darah sebaiknya diukur dengan posisi duduk maupun berdiri, untuk memeriksa adanya hipertensi postural, yaitu tekanan darah sistolik yang menurun 20 mmHg atau lebih pada posisi berdiri). 

Tekanan darah pada saat berdiri biasanya dipakai untuk menghentikan pengobatan hipertensi, pada hipertensi postural. 

Penyebab terbanyak hipertensi pada usia lanjut adalah hipertensi esensial dan hipertensi renovaskular (ginjal). 

Pengobatan hipertensi pada usia lanjut harus segera dilakukan untuk mencegah terjadinya kerusakan organ akibat hipertensi. 

Gaya hidup yang perlu dimodifikasi pada hipertensi usia lanjut berupa : penurunan berat badan bagi penderita hipertensi yang gemuk, melakukan gerak badan yang teratur (jalan pagi), menghentikan konsumsi alkohol jika mungkin, berhenti merokok jika penderita hipertensi merokok, diet rendah garam, diet tinggi serat dan sayur, penanganan rutin jika penderita hipertensi juga mengalami diabetes melitus dan dislipidemia (kolesterol tinggi), dan kurangi stres. 

Hipertensi pada usia lanjut dikatakan sudah berhasil diobati jika tekanan darah sistolik 140 mmHg dan tekanan darah diastolik 80 mmHg atau kurang.
This entry was posted in