Diabetes Melitus Juga Menyerang Anak dan Remaja




DokDin.ID
- Diabetes Mellitus juga terjadi pada anak dan remaja? 

 Pada anak dan remaja, penyakit diabetes melitus diderita kebanyakan diabetes melitus tipe 1. 

Pada diabetes melitus tipe 1, sel beta pada organ pankreas mengalami kerusakan akibat proses autoimun akibatnya tidak adanya hormon insulin yang diproduksi di pankreas.

Padahal, agar gula darah yang berasal dari makanan bisa masuk ke dalam sel tubuh, diperlukan insulin. Tidak adanya insulin berakibat gula dalam darah tidak dapat masuk ke dalam sel tubuh, tubuh tidak dapat memproses energi, dan kadar gula darah meningkat. 

 Diabetes Melitus tipe I disebut juga Diabetes Melitus juvenil. Terapi Diabetes Melitus tipe I adalah pemberian hormon insulin seumur hidup. 

 Namun, sekarang anak dan remaja juga bias menderita Diabetes Melitus tipe II, yang biasanya terjadi pada dewasa di atas usia 40 tahun. Diabetes Melitus tipe II diterapi dengan obat anti hiperglikemia oral. Di samping obat, Diabetes Melitus tipe II juga harus menjaga pola makan dan aktivitas fisik. 

Untuk menjaga kadar glukosa darah agar tetap normal, mereka yang memiliki diabetes melitus tipe 2 harus mengkonsumsi obat khusus diabetes melitus secara rutin dengan pengawasan Dokter. 

Keteraturan minum obat mencegah kadar gula darah naik terlampau tinggi. Kadar gula darah yang terlalu tinggi dan sulit terkontrol yang awalnya terjadi biasanya karena konsumsi obat yang tidak teratur, dapat mengharuskan 'pasien' untuk suntik hormon insulin.

Bahayanya kadar gula darah yang lebih tinggi dari nilai normal dan tidak terkontrol untuk waktu yang relatif lama, bisa menyebabkan terjadinya komplikasi yang lebih berat, misalnya penyakit ginjal akibat diabetes melitus yaitu nefropati diabetika. Tak jarang, pasien diabetes melitus yang tidak teratur minum obat bisa mengalami gagal ginjal dan harus menjalani dialisis (cuci darah).

 Anak dan remaja yang terserang Diabetes Melitus tipe II biasanya memiliki berat badan yang berlebihan (overweight atau obese). 

 Mengingat hal ini, menjaga berat badan ideal juga sangat penting pada anak dan remaja. Meskipun mereka sedang dalam masa pertumbuhan, tetap saja overweight dan obesitas tidak baik bagi kesehatan. 

Selain berat badan berlebih, faktor risiko anak yang terserang Diabetes Melitus tipe II meningkat pada anak dan remaja yang kurang aktivitas fisik, misalnya jika anak dan remaja tersebut gemar menonton televisi, bermain gadget, komputer, atau games. 

Membatasi porsi makanan yang terlalu berlebihan dengan tetap memperhatikan kandungan nutrisi yang lengkap juga membantu anak untuk tetap menjaga berat badan yang sehat, sehingga risiko terjadinya Diabetes Melitus tipe II pada anak dan remaja dapat dikurangi. 

 Adanya riwayat Diabetes Melitus tipe II pada keluarga juga meningkatkan risiko terjadinya Diabetes Melitus tipe II pada anak dan remaja.