Senin, 28 Desember 2020

10 Penyakit Akibat Stres

penyakit akibat stres, stress disease, stress


DokDin.ID - Saya yakin, Anda pasti  sudah sering mendengar bahwa terdapat sejumlah penyakit akibat stres. 

Penyakit akibat stres dalam istilah medis disebut juga sebagai penyakit psikosomatik. 

 Penyakit akibat stres dapat disertai kerusakan organ atau tidak disertai kerusakan organ (biasanya disebabkan karena gangguan keseimbangan susunan saraf otonom dalam tubuh). 

 Pada awalnya, penyakit akibat stres ini hanya berhubungan dengan kondisi emosi seseorang di mana keluhan yang dirasakan dapat berubah-ubah bahkan berganti-ganti dari organ tubuh yang satu ke organ tubuh yang lain, tapi tidak ditemukan kelainan klinis. 

 Lama-kelamaan bila stres tidak segera ditanggulangi dengan tuntas, penyakit yang dikeluhkan (yang tadinya tanpa disertai kelainan organ) akan menimbulkan kelainan klinis pada organ tubuh tersebut. 

Kali ini, Saya akan mengulas tentang 10 penyakit akibat stres. Tentunya masih ada beberapa penyakit akibat stres lainnya yang belum diulas di sini.

Apa saja 10 penyakit akibat stres?


Inilah 10 Penyakit Akibat STRES. 


1. 10 Penyakit Akibat Stres : IBS (Irritable Bowel Syndrome) 

 IBS atau yang biasa disebut Sindrom Kolon Iritabel adalah penyakit yang disebabkan karena stres dengan gejala berupa nyeri perut disertai dengan gangguan pola buang air besar (kadang konstipasi kadang diare), tanpa ditemukan adanya kelainan fisik dari organ pencernaan. 


 2. 10  Penyakit Akibat Stres : Konstipasi Psikogenik 

 Dikenal ada dua konstipasi, yaitu konstipasi karena gejala suatu penyakit (konstipasi simtomatik) dan konstipasi karena gangguan fungsi (konstipasi sederhana). 

Salah satu penyebab konstipasi sederhana adalah stres. 

 Seseorang bisa mengalami kesulitan buang air besar sampai berhari-hari ketika sedang murung, kecewa, putus asa, dan gangguan emosi lainnya. 

 Ketika seseorang mempunyai sifat pesimis, rangsangan hipothalamus ( salah satu bagian otak) akan berkurang dan menyebabkan rangsangan usus besar oleh susunan saraf otonom menjadi berkurang pula, akhirnya timbul konstipasi psikogenik. 


 3. 10 Penyakit Akibat Stres : Penyakit Jantung 

Seseorang yang mengalami stres berkepanjangan dapat mengalami penyakit hipertensi. Penyakit hipertensi yang tidak ditangani sesegera mungkin dapat menjadi cikal bakal penyakit jantung. Penyakit jantung karena penyakit hipertensi akibat stres ini disebut penyakit Hipertensive Heart Disease (HHD).

Penyakit Hipertensive Heart Disease (HHD) ini biasanya muncul ketika hipertensi sulit terkontrol terlebih lagi jika seseorang tersebut tidak dapat memanajemen stres yang dialaminya.
 
Gejala penyakit jantung yang dirasakan adalah cepat lelah, nyeri dada, keringat dingin, atau bahkan sesak nafas. Dapat juga disertai dengan pembengkakan tungkai (kaki) bagian bawah.

Ternyata, salah satu pemicu penyakit jantung yang notabene tergolong "penyakit mematikan" ini adalah akibat gagalnya seseorang dalam menghadapi stres. Semakin cerdas seseorang dalam memanajemen stres, semakin jauh risiko penyakit jantung yang dapat terjadi. 


 4. 10 Penyakit Akibat Stres : Asma Bronkial 


 Penyakit asma bronkial yang sudah dialami seseorang karena keturunan ini dapat dipicu kekambuhannya dengan adanya stres. 

 Pada anak-anak, misalnya, penyakit asma nya bisa kambuh saat menjalani ujian, perpisahan orang tua, atau perkelahian orang tua, dll. 

 Seseorang dengan penyakit asma sangat sensitif terhadap cara/kelakuan/hubungan antar sesama manusia, yang biasanya tidak tampak istimewa/luar biasa bagi orang yang sehat. 


 5. 10 Penyakit Akibat Stres : Penyakit Tiroid (Hipertiroidisme) 


 Stres merupakan faktor risiko terjadinya penyakit tiroid. 

Pada awal munculnya penyakit tiroid ini, 80% pasien menunjukkan gejala dan tanda stres emosional yang nyata. 

Penyakit tiroid yang dialami seseorang akan mengalami remisi atau dengan kata lain "keadaan tenang" jika seseorang dapat mengatasi stres yang dialaminya. Gejala penyakit tiroid mereda, ketika timbul perasaan rileks dan perasaan yang tenang.

 6. 10 Penyakit Akibat Stres : Rematik


 Penyakit rematik (Rheumatoid Arthritis) ternyata juga dipicu oleh stres, meskipun rematik ini adalah penyakit keturunan dan bersifat auto-imun.  


7. 10 Penyakit Akibat Stres : Migrain dan Tension Headache 

Gangguan fungsi integrasi sistem saraf pusat juga dapat terjadi ketika seseorang mengalami stres dalam waktu relatif panjang. Gangguan fungsi integrasi sistem saraf pusat memberikan gangguan klinis seperti Migrain atau Tension Headache. 

Jika Migrain adalah nyeri kepala sebelah, maka Tension Headache adalah nyeri kepala secara keseluruhan akibat otot sekitar kepala dan leher yang kaku akibat stres berkepanjangan.

Pada Tension Headache, daerah yang paling nyeri dan dirasakan sangat kaku adalah daerah leher dan puncak kepala. 

Ketika seseorang mengalami stres, keluhan jangka pendek yang paling banyak dirasakan adalah Migran dan Tension Headache.


8. 10 Penyakit Akibat Stres : Obesitas 

Penyakit akibat stres lainnya adalah obesitas dimana asupan kalori yang lebih besar daripada kebutuhan kalori tubuh menimbulkan penimbunan lemak dalam tubuh. 

Seseorang tidak dapat mengatasi stres yang dialaminya akan merasa cemas dan insecure. Rasa tidak aman dalam diri akan timbul secara sadar ataupun tidak sadar. Secara emosional, perasaan insecure ini akan berkurang dengan perilaku makan yang berubah. 

Seseorang dengan stres akan lebih sering merasa lapar dan makan berlebihan sebagai bentuk kompensasi dalam memenuhi rasa 'aman' secara emosional. Akibatnya obesitas pun dapat terjadi terlebih lagi jika pemilihan makanan kaya akan kalori dan lemak.


 9. 10 Penyakit Akibat Stres : Anoreksia Nervosa 

 Rasa insecure seseorang  saat stres melanda yang menyebabkan perubahan pola makan bukan hanya menimbulkan perilaku makan berlebihan, tetapi juga dapat menimbulkan perilaku enggan makan. 

Penyakit anoreksia nervosa ini bertentangan dengan obesitas karena pola makan yang berlebihan akibat stres. Anoreksia nervosa justru menolak makanan. 


 10. 10 Penyakit Akibat Stres : Insomnia 

 Insomnia adalah gangguan di mana seseorang mengalami kesulitan untuk tidur yang biasanya disebabkan karena stres. 

 Pada penyakit insomnia yang disebabkan karena stres, biasanya berlangsung lama, makin lama makin parah, disertai kinerja pada keesokkan harinya berkurang. 

 Insomnia dapat muncul pada orang yang mengalami kecemasan atau depresi. Insomnia karena cemas mendapatkan pengobatan yang berbeda dengan insomnia karena depresi. 

 Inilah 10 penyakit yang disebabkan karena stres. Stres bukan saja dapat memicu timbulnya penyakit namun adanya stres dapat juga menimbulkan kekambuhan pada penyakit yang sudah ada.

Masih berani stres??? Yuk kita manage stres agar stres tidak menimbulkan penyakit. Salam sehat selalu.