Kamis, 29 Oktober 2020

 

Bercak putih pada mulut bayi sering terjadi. Bercak putih pada mulut bayi yang sulit dibersihkan biasanya disebabkan karena jamur Candida Albicans. Selain, bercak putih pada mulut bayi yang sulit dibersihkan, jika penyebab bercak putihnya karena jamur, biasanya terjadi bersamaan dengan sariawan.

Keadaan di mana terdapat bercak putih pada mulut bayi dan sariawan (biasanya lebih dari satu) disebut denganoral thrush, atau karena penyebabnyajamur Candida Albicans, disebut kandidiasis oral.

Oral thrush adalah infeksi jamur Candida Albicans yang disamping sering terjadi pada mulut bayi, dapat juga terjadi pada area popok bayi, yang dikenal dengan sebutan diaper rash.

Infeksi jamur Candida Albicans juga bisa terjadi di area puting susu akibat ibu menyusui tidak membersihkan dan mengeringkannya setelah menyusui bayinya.

Dan juga infeksi jamur Candida Albicans bisa terjadi juga di organ vital wanita atau area V. Infeksi jamur Candida Albicans yang terjadi pada area V biasanya kita kenal dengan sebutan kandidiasis vagina.

Sebetulnya jamur Candida Albicans secara normal terdapat pada tubuh kita. Dalam jumlah koloni yang normal, jamur Candida Albicans akan terpelihara keseimbangannya dalam tubuh kita dan tidak menimbulkan gangguan kesehatan.

Namun, adakalanya keadaan tubuh kita menyebabkan keseimbangan jamur Candida Albicans terganggu. Akibatnya, jumlah koloni jamur Candida Albicans bisa bertambah sangat banyak melampaui batas normal, sehingga bisa menimbulkan gangguan berupa infeksi jamur Candida Albicans, atau kandidiasis.

Salah satu keadaan yang bisa mengganggu keseimbangan jamur Candida Albicans dalam tubuh kita adalah konsumsi antibiotika yang berlebihan dan dalam jangka waktu yang lama, penyakit degeneratif kronis seperti diabetes melitus, atau kebersihan kulit yang tidak terjaga dengan baik.

Pada bayi, infeksi jamur Candida Albicans yang sering terjadi pada mulut, biasanya dipicu karena kebersihan area mulut bayi yang kurang terjaga. Seperti ketika bayi selesai minum susu, terutama susu formula, sisa susu akan mudah menempel pada dinding mulut, gusi, bibir, dan langitan mulut.

Jika tidak dibersihkan dengan cara memberikan bayi sedikit air putih setelah diberikan susu, maka sisa susu tadi akan mengganggu keseimbangan koloni jamur Candida Albicans dalam mulut. Akhirnya jumlah jamur Candida Albicans bertambah banyak dan menyebabkan kandidiasis oral.

Jadi, jamur Candida Albicans memang normalnya ada dalam tubuh kita. Yang menyebabkan terjadinya infeksi adalah ketidakseimbangannya.

Penyebab kandidiasis oral ini sering terjadi pada mulut bayi, karena jamur Candida albicans yang merupakan mikroorganisme (flora) yang terdapat pada setiap manusia normal.

Jamur ini terjaga keseimbangannya beserta mikroorganisme yang lain di dalam tubuh kita sehingga tidak menimbulkan gejala, dalam hal ini sariawan yang nyeri dan disertai bercak keputih-putihan.

Dalam suatu keadaan misalnya keadaan dengan kelembaban berlebihan (basah dan kotor), jamur ini dapat membuat populasi jamur ini berlebihan dan keseimbangan flora normal dalam tubuh kita tidak terjaga, sehingga keberadaan jamur Candida albicans ini yang tadinya tidak menimbulkan gejala dalam tubuh kita menjadi bergejala.

Pada bayi, kandidiasis oral ini tidak menular karena infeksi jamur yang terjadi berasal dari dalam dirinya sendiri.

Namun, terjadinya kandidiasis oral pada mulut bayi bisa karena tertular dari area puting susu ibu tidak bersih atau terdapat flora normal yang tidak seimbang, karena ibu tidak membersihkan dan mengeringkannya setiap kali menyusui. Ketika hendak menyusui bayi lagi dalam keadaan yang sudah tersedia jamur Candida albicansnya.

Pada bayi yang meminum susu formula, lebih baik memberikan air putih setelah selesai minum susu. Hal ini berguna untuk mencegah suasana mulut bayi menjadi lengket dan memudahkan flora normal di dalamnya menjadi tidak seimbang.

Sedangkan pada bayi baru lahir, penyebab terjadinya kandidiasis oral itu karena dalam proses melahirkan normal, bayi terpapar dengan jamur tersebut pada saat melalui jalan lahir (vagina), karena pada saat hamil sang ibu mengalami keputihan yang gatal dengan cairan keputih-putihan, yang diabaikan sang ibu (tidak diobati).

Maka, perlu diperhatikan kesehatan organ intim terutama saat hamil. Bila anda merasa ada yang bermasalah dengan organ intim anda, dalam hal ini keputihan yang gatal, berbau, dan bercak keputih-putihan (normal bening), segera konsultasikan hal ini dengan dokter obgyn anda.

Bercak putih pada mulut bayi jangan diremehkan begitu saja tanpa pengobatan. Karena bercak putih pada mulut bayi akibat infeksi jamur Candida Albicans ini bisa sangat tidak nyaman bagi bayi.

Lama kelamaan Kandidiasis oral akan menyebar sampai ke tenggorokan bayi jika tidak segera diobati, dan menyebabkan rasa sakit menelan.

Segera konsultasikan pada Dokter Anak Anda jika Anda melihat bercak putih pada mulut bayi Anda yang sulit untuk dibersihkan agar bayi Anda segera mendapat pengobatan.

Biasanya Dokter akan meresepkan obat jamur yang diteteskan pada bercak putih pada mulut bayi Anda, akibat terkena jamur. Dokter juga akan memberikan resep obat probiotik untuk mengembalikan keseimbangan jamur Candida Albicans dalam tubuh bayi Anda.

Jangan lupa bersihkan dan sterilkan botol susu atau dot susu bayi Anda dalam rebusan air mendidih agar sisa susu yang menempel pada botol susu atau dot bisa bersih sempurna dan aman dari sisa susu yang bisa menjadi media berkembang biaknya jamur Candida albicans.

Bersihkan juga seluruh mainan bayi dengan air dan sabun mengingat bayi suka sekali memasukan berbagai mainan ke dalam mulutnya.

Rabu, 21 Oktober 2020

Bahaya Alat Masak Dari Alumunium

DokDin.ID - Di negara kita, Indonesia, masyarakat kita masih menggunakan alat masak yang terbuat dari alumunium. Karena Alat masak berbahan dasar alumunium sangat murah, mudah didapat, tidak pecah, tidak mengelupas, cepat panas, dan tahan lama.


alat masak alumunium, dokdin.id

Padahal beberapa negara lain sudah melarang penggunaan alumunium sebagai alat memasak terkait dengan bahaya yang dapat ditimbulkan oleh logam ini. Di antaranya adalah negara Jerman, Perancis, Belgia, Switzerland, Hungaria, Brazil, dan lain-lain.


Inilah bahaya alat masak yang terbuat dari alumunium :

1. Alumunium dapat bercampur dengan makanan saat dimasak.

Partikel Alumunium mudah lepas terutama saat dipanaskan atau saat bersentuhan dengan makanan asam seperti tomat, jeruk nipis. Tidak bisa kita bayangkan, bahwa kita bukan hanya makan makanannya saja, tetapi kita juga makan logam alumunium yang tercampur di dalamnya

.

2. Tubuh sulit untuk mengeluarkan alumunium.

Telah diteliti bahwa masa eliminasi alumunium dari otak manusia adalah 7 tahun lamanya. Maka dapat dibayangkan bila kita terekspos dengan alumunium setial hari, berapa lama waktu yang dibutuhkan alumunium itu sampai seluruhnya dieleminasi tubuh kita. Sebaliknya, malah alumunium itu akan terakumulasi sepanjang hidup kita.



3. Alumunium menghambat kerja organ pencernaan.

Dalam sistem pencernaan alumunium sangat mudah diserap oleh usus terlebih lagi bila kita memakan makanan yang mengandung asam lemak. Alumunium menghambat kerja enzim-enzim pencernaan dan merusak lambung dan organ sistem pencernaan lainnya.


4. Alumunium mempengaruhi sistem hematopoesis (pembentukan sel darah merah) .

Mekanismenya adalah alumunium tersebut menyebabkan sintesis sel darah merah menjadi berkurang dan meningkatkan pemecahan sel darah merah (

hemolysis)

Akumulasi alumunium dalam tubuh manusia bisa menyebabkan anemia mikrositik.


5. Alumunium merusak sistem saraf.

Sebuah penelitian di italia ^Aluminium Involvement in Neurotoxicity^ menyimpulkan terdapatnya hubungan antara multipel sklerosis dan pemaparan terhadap alumunium.

Dikatakan juga bahwa pemaparan alumunium secara langsung pada tubuh dalam jangka waktu yang belum pasti, dapat menyebabkan penyakit Alzheimer.

Begitulah bahaya alat masak yang terbuat dari alumunium, diperkirakan masih ada beberapa efek lain yang dapat disebabkan oleh alumunium.

This entry was posted in

Selasa, 20 Oktober 2020

Perawatan Wajah Usia 30 Tahun



DokDin.ID - Saat usia 20 tahun, kulit kita tidak terlalu memerlukan banyak perawatan kulit untuk mendapatkan kulit yang sehat dan tampak bercahaya. Namun, kondisi kulit akan berbeda ketika kita mulai menginjak usia 30 tahun. 

Saat usia 30 tahun, mungkin sudah akan tampak garis halus, kerutan, kekeringan, noda hitam akibat perubahan hormon ataupun efek buruk sinar matahari, dan tanda-tanda penuaan lainnya pada kulit wajah. Di usia 30 tahun, kita akan mulai memerlukan produk perawatan wajah usia 30 tahun ke atas yang diformulasikan khusus untuk melawan proses penuaan dini , yang sesuai dengan kondisi kulit kita agar kerusakan yang terjadi pada kulit wajah dapat diminimalisir atau dicegah sampai selama mungkin. 

Apa saja produk perawatan wajah usia 30 tahun ke atas yang kita perlukan untuk melawan proses penuaan? 

Ini dia produk perawatan wajah usia 30 tahun ke atas yang wajib Anda pakai. 


1. Moisturizer (Pelembab) 


Jangan lupa untuk memakai pelembab wajah setiap hari, ketika usia Anda menginjak usia 30 tahun. Pelembab adalah produk perawatan wajah usia 30 tahun ke atas yang wajib Anda pakai untuk melawan proses penuaan dini. 

Di usia 30 tahun, wajah Anda akan sangat mudah kering terkait kulit mulai kurang terhidrasi dengan baik. Kerutan atau garis halus cenderung mudah timbul pada kulit wajah yang kering. Oleh karena itu, pelembab harus dipakai setiap hari, untuk menjaga kelembaban kulit dan tetap terhidrasi agar tetap terlihat kenyal dan awet muda. 
 
Ada banyak pilihan pelembab wajah yang sedang booming beberapa tahun terakhir ini, salah satunya adalah pelembab yang dapat melawan penuaan dari bahan yang berasal dari plasenta. Kenali terlebih dahulu mengenai produk perawatan wajah yang mengandung plasenta sebelum memutuskan untuk memakainya. 

Pelembab yang juga bisa dijadikan rekomendasi untuk perawatan wajah usia 30 tahun ke atas adalah pelembab yang mengandung antioksidan untuk melawan radikal bebas penyebab penuaan dini, misalnya pelembab yang mengandung vitamin C atau teh hijau. 

2. Tabir Surya (Sunscreen) atau Sunblock 


Tabir surya (sunscreen) atau sunblock adalah produk perawatan wajah usia 30 tahun ke atas yang wajib dipakai untuk melawan efek buruk sinar matahari terhadap proses penuaan dini. Kenali terlebih dahulu perbedaan antara tabir surya (sunscreen) atau sunblock. 

Setelah Anda mengetahui perbedaannya, Anda tidak akan bingung untuk memilih produk yang berfungsi melindungi kulit dari sinar UV ini. Sinar UV yang kita kenal adalah sinar UVA dan UVB, di mana sinar UVA berperan merusak kulit dan menyebabkan efek 'aging' atau penuaan dini seperti kerutan dan flek hitam. Sedangkan sinar UVB menimbulkan efek 'burning' yang menyebabkan warna kulit menjadi gelap. Mungkin kita bisa menghindari sinar UVB jika kita tidak terpajan matahari secara langsung, misalnya ketika berada dalam rumah, tapi tidak demikian halnya dengan sinar UVA. Sinar UVA tetap dapat mempengaruhi kesehatan kulit dengan menimbulkan efek 'aging' pada kulit meskipun di dalam rumah. 

Jadi, untuk melawan proses penuaan dini pada usia 30 tahun ke atas, Anda wajib menggunakan tabir surya (sunscreen) atau sunblock setiap hari meskipun Anda tidak berada di bawah sinar matahari. 

Untuk area mata, gunakanlah krim anti aging khusus untuk daerah lingkar mata untuk mencegah kerutan pada lingkar mata, lingkaran hitam (mata panda), dan kantung mata (eye bag). Daerah lingkar mata ini juga sangat penting, karena problem pada kulit sekitar mata, juga dapat memberi kesan penuaan. 

3. Krim Malam 


Manfaat memakai krim malam untuk melawan proses penuaan sudah tidak diragukan lagi. Krim malam mempunyai andil yang cukup besar untuk mencegah timbulnya tanda-tanda penuaan seperti kerutan, kulit kusam, atau flek hitam. Hal ini karena krim malam digunakan saat kulit sedang beristirahat dan beregenerasi sehingga krim malam sangat efektif bekerja pada kulit wajah. 

Produk perawatan wajah usia 30 tahun ke atas berupa krim malam, biasanya mengandung turunan vitamin A untuk melawan tanda-tanda penuaan. Turunan vitamin A dalam krim malam berfungsi untuk menstimulasi kulit agar mengeksfoliasi kulit mati dan meregenerasi sel kulit yang baru, sehingga wajah terbebas dari kulit kusam akibat penumpukan keratin atau sel kulit mati. 

Selain itu, krim malam yang mengandung turunan vitamin A juga dapat menghaluskan kulit, menyamarkan garis halus dan kerutan, menstimulasi kolagen kulit, sehingga kulit wajah tampak halus dan kencang. 

Ada beberapa krim malam yang mengandung turunan vitamin A yang baru dapat digunakan jika telah diresepkan oleh Dokter. Karena beberapa krim malam tersebut dapat mengakibatkan iritasi pada kulit sehingga tidak dapat dijual bebas dan penggunaannya harus di bawah pengawasan Dokter. 


4. Peeling (Scrubbing) 


Peeling atau Scrubbing adalah penggunaan cairan/krim peeling atau butiran scrub yang bertujuan untuk membantu kulit dalam mengelupas sel kulit mati dan menstimulasi pertumbuhan sel kulit baru. Peeling atau Scrubbing sangat diperlukan untuk perawatan wajah usia 30 tahun ke atas. 

Anda bisa ke klinik kecantikan untuk mendapatkan perawatan peeling atau scrubbing dari tenaga profesional. Biasanya tindakan scrubbing dilakukan bersamaan dengan perawatan kecantikan facial di klinik kecantikan. Sedangkan tindakan peeling biasanya dilakukan oleh tenaga profesional dengan menggunakan cairan asam glikolat untuk melepaskan sel-sel kulit mati secara kimiawi. 

Anda juga dapat melakukan peeling atau scrubbing di rumah karena sekarang sudah terdapat banyak produk home peeling atau scrub yang bisa diaplikasikan sendiri. Home peeling biasanya mengandung asam glikolat yang lebih rendah konsentrasinya jika dibandingkan dengan larutan peeling yang digunakan oleh tenaga profesional di klinik kecantikan. 

Ada baiknya Anda berkonsultasi dengan Dokter tentang perawatan wajah usia 30 tahun ke atas yang sesuai dengan kondisi kulit Anda, terutama untuk pemilihan dan penggunaan krim malam, mengingat setiap individu memiliki jenis kulit, faktor hormon, dan problem yang berbeda meskipun sama-sama berusia 30 tahun ke atas. 

Dengan berkonsultasi dengan Dokter, faktor kesalahan dalam memilih produk perawatan wajah usia 30 tahun ke atas yang tidak sesuai dengan Anda, dapat dicegah.

Perubahan Kulit Saat Proses Penuaan Terjadi



DokDin.ID - Tidak ada yang pasti dalam kehidupan ini. Namun pepatah mengatakan yang pasti terjadi ada 3 hal, yaitu : Tua, Sakit, dan Mati.
Jika kita panjang umur, maka kita pasti akan mengalami proses penuaan. Proses penuaan adalah sebuah proses perubahan yang bukan hanya fisik dan psikologis saja yang berubah, namun kehidupan sosial seseorang juga akan berubah. 

Proses penuaan itu bersifat multidimensial. Penuaan bukan merupakan suatu penyakit, namun suatu proses alamiah tubuh yang telah dimulai sejak kita lahir. 

Ada beberapa teori aging process, misalnya : 

  1. Teori Wear and Tear :Dimana proses penuaan terjadi akibat kerusakan DNA, sebuah proses glikolisasi, efek dari radikal bebas, dan cross linking (gen). 
  2. Teori Program : Teori Telomerase, yang disebut sebagai gen yang terkait umur panjang. 
  3. Teori Limited Cell Replication : Dimana penuaan terkait proses imun dan neuroendokrin. Pada saat proses penuaan dimulai, terjadi perubahan setiap organ tubuh kita, termasuk kulit. 
Nah, apa saja sih perubahan kulit pada proses penuaan? 

Inilah perubahan kulit pada proses penuaan. 

1. KULIT MENJADI LEBIH TIPIS 

Perubahan kulit pada proses penuaan yang paling tampak adalah lapisan kulit menjadi lebih tipis karena lemak subkutan (lemak bawah kulit) berkurang. 

2. KULIT MENJADI LEBIH KERING 

Pada saat kita tua, kelenjar minyak (glandula sebasea) akan berkurang jumlahnya, demikian juga kelenjar keringat, sehingga kulit menjadi lebih kering. Pemakaian Lotion akan membantu mengatasi kulit kering ini. 

3. KULIT MENJADI KERIPUT/KENDUR 

Kulit keriput dan kendur akibat zat kolagen dan elastis pada lapisan dermis kulit berkurang kepadatannya saat tua, padahal adanya zat kolagen dan elastin inilah yang membuat kulit padat, kenyal, dan kuat. 

4. KULIT KUSAM 

Saat proses penuaan dimulai, perlu waktu lebih lama untuk kulit dapat mengelupas sel-sel kulit mati dengan sendirinya. Sehingga terjadi penumpukan sel-sel kulit yang mati di lapisan luar kulit. Kulit menjadi terlihat kusam. Perubahan kemampuan kulit untuk mengelupas sel kulit mati ini akan menyebabkan perabaan kulit menjadi berkurang. 

5. TIMBUL BINTIK HITAM 

Selain efek buruk sinar matahari terhadap kulit yang tidak dilindungi tabir surya, perubahan kulit pada proses penuaan yang dapat terjadi adalah pembentukan noda bintik hitam akibat pertumbuhan sel pigmen dalam kulit yang menjadi tidak teratur. 

Terjadinya perubahan kulit pada proses penuaan akan berlangsung lebih cepat dan progresif pada Anda jika Anda memiliki beberapa faktor-faktor pemicu terjadinya proses penuaan dini seperti : 
  1. Faktor Genetik (sifat bawaan) Anda memiliki faktor genetika di mana Anda mudah mengalami proses penuaan jika dibandingkan dengan orang lain. Perubahan kulit pada proses penuaan yang Anda alami dapat terjadi lebih progresif.
  2. Gaya Hidup Jika selama ini gaya hidup Anda jauh dari pola hidup sehat, seperti jarang berolahraga, jarang makan sayur dan buah, sebaliknya sering makan makanan junk food, merokok, atau sering mengkonsumsi alkohol, maka perubahan kulit pada proses penuaan akan lebih cepat terjadi.
  3. Nutrisi Kurangnya asupan nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh untuk meregenerasi sel-sel kulit mati juga dapat mempercepat terjadinya perubahan kulit pada proses penuaan yang terjadi lebih dini dari seharusnya.
  4. Kondisi Lingkungan Jika Anda tinggal di lingkungan yang pernuh polusi udara, baik dari banyaknya kendaraan bermotor atau pun pabrik, seperti misalnya di kota-kota besar, maka Anda berpotensi mengalami perubahan kulit pada proses penuaan dini dibandingkan dengan jika Anda tinggal di lingkungan pegunungan yang sejuk. 
    Perubahan kulit pada proses penuaan ini dapat terjadi pada setiap orang. Kejadiannya tidak dapat dicegah namun bisa diperlambat sampai selama mungkin. 

Jika Anda menerapkan pola hidup sehat, melindungi kulit dari paparan sinar UV secara langsung dengan menggunakan sunblock, atau melakukan perawatan kecantikan yang bertujuan untuk meregenerasi sel-sel kulit yang telah mati menjadi sel-sel kulit yang baru, Anda dapat memperlambat terjadinya perubahan kulit pada proses penuaan.
This entry was posted in

Tabir Surya atau Sunblock?

sunblock


DokDin.ID - Sinar matahari memang menyehatkan dan menjadi sumber vitamin D yang sangat diperlukan untuk kesehatan tulang kita. Namun, sinar matahari di atas jam 8 pagi sangat merusak kesehatan kulit kita. Ini terkait dengan paparan sinar UV. Banyak sekali kerusakan kulit yang dapat disebabkan oleh paparan sinar matahari. Karena sinar UV akan terserap ke dalam kulit dan menyebabkan beberapa kerusakan kulit di antaranya adalah flek hitam, kerutan, sampai terjadinya kanker kulit. Itulah sebabnya kita memerlukan produk pelindung kulit dari bahaya akibat sinar matahari, seperti tabir surya dan sunblock.  

    Tabir surya dan sunblock adalah produk yang berbeda meski sama-sama dapat melindungi kulit dari kerusakan akibat paparan sinar UV. Pertanyaannya, pilih tabir surya atau sunblock? Mari kita menelusuri lebih dalam perbedaan tabir surya dan sunblock sehingga Anda tidak akan bingung dalam memilih produk pelindung kulit ini. 

Pilih tabir surya atau sunblock? 

    Mekanisme Kerja Tabir surya mengandung bahan kimia yang dapat menyerap sinar UV sehingga penyerapan sinar UV oleh kulit jadi berkurang jumlahnya. Jika kita memakai tabir surya, sebagian sinar UV tetap masuk ke dalam kulit. Sedangkan sunblock mempunyai mekanisme kerja menghalangi penyerapan sinar UV oleh kulit dengan memantulkan sinar matahari. Tekstur sunblock yang tebal secara fisik seolah menyelimuti melindungi kontak kulit oleh matahari. Tabir surya melindungi kulit dari sinar matahari secara kimiawi sedangkan sunblock melindungi kulit dari sinar matahari. 

Pilih tabir surya atau sunblock?

    Manfaat Perlindungan Kulit Manfaat perlindungan kulit yang didapatkan bila kita memakai tabir surya dan sunblock berbeda. Tabir surya melindungi kulit dari sinar UV yang menimbulkan efek Burning atau disebut sinar UVB. Jadi tabir surya bisa melindungi kulit dari efek buruk sinar matahari yang dapat menimbulkan warna kulit lebih gelap akibat 'terbakar' sinar matahari. Tabir surya juga melindungi kulit dari radiasi sinar UVA yang menimbulkan efek Aging seperti flek hitam dan kerutan, namun hanya sebagian saja, Sebagian sinar UVA lainnya tetap bisa masuk ke dalam lapisan kulit. Tabir surya bekerja saat ia terserap ke dalam kulit kemudian ia menyerap sinar UVB dan sebagian sinar UVA agar tidak dapat mencapai kulit dan merusaknya. Sedangkan sunblock melindungi kulit dari sinar UVA dan UVB dengan cara memantulkan radiasi sinar UV. Sunblock bisa melindungi kulit dari efek terbakar dan terjadinya penuaan dini oleh sinar matahari jika kita akan beraktivitas di luar ruangan. 

Pilih tabir surya atau sunblock?

    Indikator Perlindungan SPF atau Sun Protection Factor adalah indikator perlindungan untuk tabir surya. SPF adalah indikator lamanya perlindungan tabir surya terhadap kulit akibat radiasi sinar matahari. Di sarankan untuk memakai tabir surya yang mengandung SPF minimal 30 untuk mendapatkan perlindungan kulit yang optimal. SPF 30 artinya kulit Anda akan mendapatkan perlindungan tabir surya selama 300 menit. Selama 300 menit atau 5 jam, tabir surya SPF 30 mampu melindungi kulit dari efek buruk sinar matahari. Setelah itu, kulit kita memerlukan pengulangan aplikasi tabir surya untuk mendapatkan perlindungan terhadap radiasi sinar UV. Untuk sunblock, tidak menggunakan SPF sebagai indikator perlindungannya. Sunblock melindungi kulit dengan cara memantulkan sinar matahari karena mengandung titanium oksida dan zinc oksida. Tapi saat ini, sudah banyak sunblock yang mengandung tabir surya juga, sehingga dalam produk sunblock, terdapat juga SPF (sun protection factor) . 

Pilih Tabir Surya atau Sunblock?

    Sesuai Jenis Kulit Bagi jenis kulit yang sangat berminyak dan berjerawat, mungkin akan lebih nyaman memakai tabir surya, karena tabir surya berwarna transparan dan saat dioleskan pada kulit, tabir surya tidak terlihat, sehingga tidak meninggalkan efek mengkilat pada kulit. Sedangkan tekstur sunblock lebih tebal dari tabir surya, sehingga saat sunblock dioleskan pada kulit, kulit terlihat lebih putih dan lebih sulit dibersihkan jika dibandingkan dengan tabir surya. Karena tekstur sunblock lebih tebal, ia berpotensi menutup pori-pori sehingga minyak dapat tersumbat dalam pori-pori dan menimbulkan komedo serta jerawat. Namun, sebaliknya pada tipe kulit sensitif, biasanya akan lebih nyaman menggunakan sunblock, karena bahan-bahan kimiawi yang terdapat dalam tabir surya dapat mengiritasi kulit yang sensitif. 

Pilih tabir surya atau sunblock? 

    Kebutuhan Anda Jika Anda beraktivitas dalam ruangan maka Anda dapat memakai tabir surya untuk menghalangi sinar matahari yang dapat memberikan reaksi fotoaging pada kulit Anda. Sedangkan jika Anda akan beraktivitas di luar ruangan, sebaiknya Anda memakai sunblock 30 menit sebelum mulai beraktivitas. Sekarang sudah banyak produk yang menggabungkan fungsi tabir surya dan sunblock sehingga kita bisa terlindungi dari sinar UVA dan UVB.

Rabu, 14 Oktober 2020

Kehamilan pada Ibu dengan Penyakit Ginjal. Apakah Tidak Masalah?

kehamilan dan penyakit ginjal


DokDin.ID -
Kehamilan pada ibu yang mengalami penyakit ginjal apakah tidak masalah? Bagaimana pengaruh penyakit ginjal terhadap perkembangan janin? Bagaimana kelangsungan kehamilan dan komplikasi yang mungkin timbul ? Bagaimana pengaruh kehamilan terhadap fungsi ginjal yang sedang tidak sehat? Pertanyaan ini kerap muncul bagi ibu yang sedang sakit ginjal namun ingin hamil.

    Memang kehamilan dengan penyakit ginjal apalagi yang sudah kronis adalah kehamilan dengan risiko tinggi. Yang harus mendapat perhatian berkali-kali lipat dari kehamilan normal. Beberapa Ahli mengatakan bahwa kehamilan sedikit mempengaruhi perjalanan penyakit ginjal kecuali jika fungsi ginjal telah menurun (kreatinin serum > 1,5 mg%) atau bila ada hipertensi. 

    Perjalanan penyakit ginjal yang tidak berpengaruh pada kehamilan adalah penyakit : Glomerulonefritis, Tuberkulosis ginjal, Ginjal polikistik, Batu ginjal, Infeksi ginjal. kecuali jika telah terjadi penurunan fungsi ginjal seperti yang Saya sebutkan di atas. Pada ibu yang perjalanan penyakit ginjalnya sudah menyebabkan penurunan fungsi, kreatinin > 1,5 mg%, adanya kehamilan akan semakin membuat penyakit ginjalnya bertambah buruk. 

    Apakah kehamilan akan berakhir baik atau tidak, hal tersebut tergantung pada keadaan penyakit ginjal saat mulai terjadi pembuahan (kehamilan). Kehamilan pada ibu yang mengalami penyakit ginjal disertai kelainan penyerta yang dapat berakibat buruk, misalnya tekanan darah tinggi (hipertensi) atau kebocoran plasma (proteinuria), harus mendapatkan pengawasan Dokter yang ekstra. 

    Ibu dianjurkan menjalani kunjungan ANC (Antenatal care) ke Dokter SpOG rutin setiap 2 minggu sampai usia kehamilan 28 minggu, lalu kontrol setiap 1 minggu setelahnya. Setiap kunjungan biasanya akan dilakukan pemeriksaan tekanan darah, pemeriksaan urin, skrining akan adanya infeksi saluran kemih, dan pemeriksaan USG untuk melihat perkembangan janin. 

    Dengan demikian untuk ibu yang memiliki penyakit ginjal dan ingin merencanakan kehamilan, dianjurkan agar melakukan program kehamilan sewaktu fungsi ginjal masih baik (serum kreatinin < 1,5mg%). 

    Seandainya fungsi ginjal sudah menurun dan ibu mengalami kehamilan, ini tidak bisa dianggap sebagai kehamilan yang biasa saja. Meskipun pengawasan yang dilakukan oleh Dokter sangat ketat, namun risiko /bahaya kehamilan terhadap penurunan fungsi ginjalnya mungkin saja terjadi. 

    Penurunan fungsi ginjal yang semakin buruk pada kehamilan bahkan bisa menyebabkan seorang ibu hamil harus menjalani cuci darah (dialisis). Jika sudah diharuskan cuci darah bagi ibu hamil tersebut akibat perjalanan penyakit ginjalnya yang memang sebelumnya sudah mengalami penurunan fungsi ginjal, maka angka ketahanan hidup janin yang ada dalam kandungan menjadi 52%. 

    Pada keadaan ibu yang sehat, angka ketahanan hidup janin sebesar 95%. Komplikasi yang mungkin saja terjadi pada janin akibat kehamilan ibu dengan penyakit ginjal adalah berat bayi lahir rendah (BBLR), persalinan kurang bulan (prematur), dan kemungkinan buruk (dan jangan sampai terjadi) adalah IUFD (Intra Uterine Fetal Death) atau lahir mati. Sebaliknya, ibu dengan penyakit ginjal kronis yang harus menjalani cuci darah (dialisis) dilarang untuk hamil. Kehamilan adalah kontraindikasi untuk ibu yang menjalani cuci darah. 

    Pada ibu yang cuci darah, hanya 23-35% kehamilan yang bayinya masih bisa hidup. Kebanyakan terjadi keguguran yang spontan pada usia kehamilan sebelum 20 minggu, Bayi yang bisa bertahan kebanyakan prematur. Komplikasi yang paling buruk untuk ibu yang cuci darah lalu hamil adalah kematian ibu dan janinnya.