Penyebab Perdarahan Pada Kehamilan

perdarahan pada kehamilan, penyebab perdarahan pada kehamilan, abortus, ruptur uteri, kehamlan ektopik, hamil anggur, solusio plasenta, plasenta praevia

DokDin.ID - Kehamilan bisa disertai dengan penyulit seperti perdarahan, preeklampsia, kontraksi hebat sebelum waktu persalinan tiba, muntah-muntah yang berlebihan (hiperemesis gravidarum), nyeri hebat saat buang air kecil, ketuban pecah dini, demam, dan ukuran rahim yang tidak sesuai dengan usia kehamilan, bisa lebih besar (mola hidatidosa, polihidramnion, makrosomia) atau lebih kecil (pertumbuhan janin terhambat). Kehamilan yang disertai dengan penyulit biasanya terjadi pada 10-12% kehamilan.

Di antara beberapa penyulit pada kehamilan tersebut, salah satu penyulit dengan komplikasi terbanyak adalah perdarahan pada kehamilan. 

Yuk, kita cari tau apa saja sih penyebab perdarahan pada kehamilan?


Penyebab perdarahan pada kehamilan adalah sebagai berikut.

1. Penyebab Perdarahan pada Kehamilan : Keguguran (Abortus)

Keguguran atau abortus ditandai dengan perdarahan di bawah usia kehamilan 20 minggu dimana berat janin kurang dari 500 gram. Keguguran dapat terjadi secara spontan maupun karena kesengajaan (provokatus). 

Keguguran spontan terjadi karena suatu keadaan yang berlangsung tanda tindakan kesengajaan seperti terbentur, pertumbuhan bayi tidak normal, atau kesehatan ibu yang tidak baik sehingga memicu terjadinya abortus spontan. Sedangkan keguguran akibat tindakan yang sengaja dilakukan dapat berupa tindakan yang dilakukan karena pertimbangan dokter karena ada indikasi yang membahayakan nyawa ibu (abortus provokatus medisinalis) ataupun karena kehamilan yang tidak diinginkan (abortus provokatus kriminalis).

2. Penyebab Perdarahan pada Kehamilan : Kehamilan Ektopik (Hamil di Luar Kandungan)

Kehamilan ektopik adalah kehamilan yang terjadi di luar kandungan (kavum uteri/rahim). Lokasi terjadinya kehamilan ektopik paling banyak di saluran telur (tuba falopii) yaitu sekitar 95%. Kehamilan ektopik ditandai dengan adanya nyeri hebat di perut bagian bawah dan perdarahan pada kehamilan. Kehamilan ektopik juga bisa ditandai dengan adanya kehamilan dengan ukuran rahim yang lebih kecil dari usia kehamilan yang sebenarnya. Kehamilan ektopik terjadi sebanyak sekitar 5-6 kali pada 1000 kehamilan.

3. Penyebab Perdarahan pada Kehamilan : Mola Hidatidosa (Hamil Anggur)

Hamil anggur adalah sebuah istilah dimana kehamilan yang terjadi mengalami perkembangan yang tidak normal dengan tidak ditemukannya janin. 

Mola hidatidosa adalah kehamilan yang terjadi dengan gelembung-gelembung putih, tembus pandang, dan berisi cairan jernih di dalam rahim sang ibu. Biasanya perdarahan pada hamil anggur terjadi pada usia kehamilan 12-14 minggu, namun ibu yang mengalami hamil anggur ini bisa juga mempunyai gejala perdarahan dalam kehamilan sejak usia kehamilan bulan pertama sampai bulan ketujuh. 

Perdarahan pada kehamilan yang disebabkan oleh hamil anggur bisa terjadi secara sedikit-sedikit berupa flek atau banyak sekaligus sehingga sang ibu hamil dengan mola hidatidosa bisa mengalami syok akibat perdarahan, anemia, atau bahkan kematian.

Kehamilan pada mola hidatidosa juga menyebabkan pembesaran rahim yang lebih besar dari usia kehamilan yang seharusnya.

4. Penyebab Perdarahan pada Kehamilan : Plasenta Praevia

Plasenta praevia adalah keadaan dimana saat sang ibu hamil, plasenta menempel pada segmen bawah rahim ibu sehingga plasenta menutupi sebagian (parsialis) atau seluruhnya (totalis) jalan lahir (ostium uteri internum).

Perdarahan pada kehamilan dengan plasenta praevia terjadi pada usia kehamilan lanjut yaitu pada usia kehamilan di atas 20 minggu.

Plasenta praevia lebih banyak terjadi pada wanita yang sering hamil , dengan usia di atas 30 tahun saat hamil, atau pada kehamilan kembar.

5. Penyebab Perdarahan pada Kehamilan : Solusio Plasentae

Solusio plasentae adalah keadaan dimana saat sang ibu hamil tua kemudian mengalami plasenta yang terlepas dari dinding rahim sebelum bayi lahir. Peristiwa terlepasnya plasenta pada ibu yang hamil tua ini dapat terjadi sebagian atau seluruhnya.

Solusio plasentae dapat terjadi akibat perut ibu hamil yang terbentur benda tumpul, kecelakaan dalam berkendara, dan yang paling miris adalah akibat kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).

Solusio plasentae akan meningkat risikonya pada ibu hamil yang merokok.

6. Penyebab Perdarahan Pada Kehamilan : Ruptur Uteri

Ruptur uteri adalah keadaan terobeknya rahim ibu hamil yang biasanya terjadi pada ibu yang mempunyai riwayat operasi Sectio Caesarea sebelum 2 tahun. Selain itu ruptur uteri juga akan meningkat risikonya pada kecelakaan lalu lintas dan kekerasan rumah tangga.

Perdarahan pada kehamilan akibat ruptur uteri ini adalah hal yang tidak boleh dan tidak bisa ditunda penatalaksanaannya. Sekecil apapun perdarahan pada kehamilan dapat merupakan tanda yang fatal.