Anemia Defisiensi Besi

DokDin.ID - Jenis anemia terbanyak atau yang biasa dikenal sebagai penyakit kurang darah adalah anemia defisiensi besi (anemia akibat kekurangan zat besi). 

Mengapa terjadi anemia defisiensi besi?

Keadaan anemia dapat terjadi ketika jumlah sel darah merah yang ada dalam darah lebih rendah dari normal. Anemia menimbulkan gejala pusing, sakit kepala, lemah, letih, lesu, sering mengantuk, dan kurang konsentrasi.

Anemia defisiensi besi adalah suatu keadaan anemia yang disebabkan karena asupan nutrisi zat besi terlalu sedikit.

Anemia defisiensi besi biasanya terjadi pada 20% wanita dan 3% laki-laki. Anemia defisiensi besi terjadi saat kandungan zat besi dalam tubuh tidak mencapai kadar yang cukup untuk memenuhi kebutuhan metabolisme tubuh. Wanita hamil mengalami anemia defisiensi besi sebanyak 50%.

Tubuh membutuhkan zat besi untuk membuat suatu protein yang bertanggung jawab sebagai pembawa oksigen ke semua sel, jaringan, dan organ tubuh agar semua metabolisme tubuh bekerja baik.

Protein penting yang membutuhkan zat besi untuk membawa oksigen ke seluruh tubuh ini dikenal sebagai hemoglobin (Hb). Jika Hb rendah, yaitu ketika hasil pemeriksaan menunjukan nilai yang kurang dari normal, maka keadaan tersebut adalah anemia.

Pada anemia defisiensi besi, nilai Hb yang rendah ini berkaitan dengan kadar zat besi yang tidak mencukupi dalam sirkulasi darah tubuh, sehingga tubuh akan kekurangan oksigen yang dibutuhkan. Saat tubuh kekurangan oksigen, kerusakan sel akan terjadi. Rusaknya sel-sel tubuh tertentu menyebabkan berbagai penyakit.

Apa saja keluhan yang mungkin timbul akibat anemia?

Saat terjadi anemia. keluhan yang mungkin timbul adalah lemah, letih, lesu, kurang konsentrasi, kurang bersemangat, hipersensitif, ketidakstabilan emosi, mudah tersinggung, wajah terlihat pucat, sering sakit kepala, merasa sesak meski tidak ada riwayat penyakit paru-paru, berdebar-debar, sering kesemutan, ujung-ujung jari kaki dan tangan terasa dingin, lidah terasa seperti membengkak, dan daya tahan tubuh yang menurun sehingga mudah terserang penyakit lain.

Anemia defisiensi besi memiiki beberapa tingkatan anemia.
Apa saja tingkat anemia defisiensi besi?
Anemia defisiensi besi dibagi menjadi tiga tingkat, yaitu :

1. Deplesi Besi

Deplesi besi atau iron depleted state adalah suatu keadaan di mana cadangan zat besi dalam tubuh menurun, tetapi fungsi pembentukan sel darah merah (eritropoesis) masih belum terganggu. Saat ini, kadar zat besi dalam tubuh sudah berkurang dari normal namun nilai Hb masih dalam batas normal secara laboratorik.

2. Eritropoesis Defisiensi Besi

Eritropoesis defisiensi besi atau iron deficient erythropoesis adalah keadaan di mana cadangan zat besi dalam tubuh untuk fungsi pembentukan sel darah merah sudah sangat berkurang atau nol, sehingga penyediaan zat besi untuk membentuk sel darah merah (eritropoesis) sudah terganggu, namun nilai Hb secara laboratorik masih normal dan tanda-tanda fisik akibat anemia belum terlihat.

3. Anemia defisiensi besi

Pada keadaan anemia defisiensi besi, cadangan zat besi dalam tubuh sudah sangat berkurang hampir mendekati nol sehingga keluhan fisik akibat anemia dan nilai laboratorium yang abnormal terkait anemia defisiensi besi sudah terlihat.

Pada anemia defisiensi besi, selain nilai laboratorium Hb menurun juga disertai tanda-tanda mikroskopis dimana morfologi (bentuk) sel darah merah juga berubah dari bentuk normal menjadi bentuk mikrositik hipokrom. Bentuk mikrositik hipokrom adalah bentuk sel darah merah yang terlihat dengan menggunakan mikroskop, dengan penampakan sel darah merah yang lebih kecil diameternya dan lebih pudar warnanya.